Minggu, 25 Agustus 2019

Genmuda – Kawan Muda suka sama film thriller dengan balutan puzzle? Kalo iya berarti kamu cocok buat nonton film “Escape Room” yang bakal Genmuda.com bahas kali ini.

Film produksi Colombia Pictures yang digarap oleh Adam Robitel ini siap kasih kamu sejumlah teka-teki dalam permainan dengan nyawa dari para pemain sebagai taruhannya. Penasaran seperti apa serunya? Simak aja review dari Genmuda.com di bawah!

Permainan pertaruhan nyawa

©Sony Pictures/Columbia Pictures/2018
©Sony Pictures/Columbia Pictures/2018

Sesuai judulnya, awal film dibuka oleh pengenalan 6 orang pemain dengan karakter dan latar hidup yang berbeda. Mereka adalah Zoey (Taylor Russel), Ben (Logan Miller), Amanda (Deborah Ann Woll), Jason (Jay Ellis), Mike (Tyler Labine), dan Danny (Nik Donani).

Mereka diundang dalam sebuah permainan dimana tiap peserta harus memecahkan teka-teki dan keluar dari ruangan demi menangin uang sebesar 1 juta dollar AS. Awalnya gak ada yang aneh, hingga akhirnya keanehan demi keanehan mulai terjadi.

Para peserta dipaksa memecahkan tantangan di ruang pertama atau mereka harus terbakar hidup-hidup jika gagal. Dari situlah psikologis tiap orang mulai terkuak, bahkan pencipta ‘permaian gila’ ini udah mempelajari riwayat hidup tiap pemain buat menciptakan ketakutan senyata mungkin hingga nyawa pemain sebagai taruhannya.

Yang bagus dan yang kurang

©Sony Pictures/Columbia Pictures/2018
©Sony Pictures/Columbia Pictures/2018

Dalam segi cerita film “Escape Room” punya tema yang sangat menarik dan menegangkan. Penonton kayak diajak untuk ikutan memecahkan teka-teki dari tiap ruangan. Belum lagi durasi singkat dari setiap permainan membuat setiap tokoh harus saling memutar otak mereka lebih cepat.

Dukungan scoring dan polesan efek CGI dari tiap ruangnya juga mendukung suasana tegang yang lagi dihadapi oleh tiap tokoh. Singkatnya kamu mungkin bakal dibuat gemes sendiri sama tiap adegan yang sedang mereka pecahin.

Sayangnya, ada juga catatan dari penulis yang bikin film ini terasa kurang. Pertama ada pada eksplorasi tiap karakter. Dengan durasi sekitar 100 menit naskah tulisan Bragi F. Schut dan Maria Melnik justru keliatan maksain memasuki semua latar belakang tiap pemain. Padahal kalo lebih lama sedikit mungkin benang merahnya bakal lebih ngena.

Mereka kelihatan pengen memadatkan latar belakang pemain dan kaitannya dengan teka-teki di setiap ruangan. Akibatnya semakin mendekati akhir banyak teka-teki yang dibikin ngebut. Para tokoh yang tadinya perlu waktu buat mikir mendadak jadi super pintar dan gercep. Mungkin kamu bisa aja bingung kalo skip di beberapa adegan.

Plot twist pada film ini sebenernya cukup menarik buat diikutin, namun sejumlah penonton (apalagi yang gak suka genre thriller) harus dibikin kesel karena endingnya terkesan kayak sekuel yang dipaksakan. Gak jelek kok, cuma mungkin gak semua di antara Kawan Muda yang bisa suka.

Kesimpulan

©Sony Pictures/Columbia Pictures/2018
©Sony Pictures/Columbia Pictures/2018

Harus diakui kalo “Escape Room” punya plot yang cukup rapih. Sayangnya durasi film yang cuma 100 menit menjadikan ceritanya jadi terkesan diburu-buru. Ada juga beberapa aspek tokoh yang digambarin pintar, ambisius, oportunis, dan pemberani seperti dibuang sayang karena eksplorasinya serba nanggung.

Intinya kamu bakalan suka sama film ini selama suka sama genre film thriller lewat sentuhan teka-teki dan psikologis seseorang. Sebaliknya kalo kamu gak begitu suka sama cerita film yang nanggung mungkin kepuasan kamu kurang terbayar.

Ada permainannya juga loh di Jakarta!

FYI, siapa tau kamu tertarik ikutan main kayak film “Escape Room”, kamu bisa langsung cobain Pandora Escape Room Indonesia yang mengharuskan kamu untuk menyelesaikan permainan selama 60 menit dan 120 menit dengan teknologi tinggi dan terbaru dalam setting ruangan permainan, serta didukung dengan efek suara dan efek visual yang mumpuni.

Pandora memiliki 8 outlet cabang yang tersebar di Jakarta, Bandung, Bali, Surabaya dan Tangerang dengan 33 tema permainan berbeda. Tema permainan diambil dari berbagai legenda misteri yang terkenal dari seluruh dunia, dan diceritakan kembali dengan jalan cerita yang sudah disesuaikan dengan permainan. Di Jakarta permainan ini tersedia di Mall Alam Sutera dan Mall Ciputra, gengs!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.