Selasa, 6 Desember 2022

Genmuda – Deborah Miller, seorang wanita berkebangsaan Amerika Serikat, terbang jauh-jauh ke India buat datengin pernikahan anak laki-lakinya, padahal dia engga punya anak loh. Lah kok bisa?

Jadi nih ceritanya, Deborah udah bertemen dengan salah seorang pria India lewat Facebook, namanya Krishna Mohan Tripathi, berusia 28 tahun. Hubungan yang berawal dari situs jejaring tersebut akhirnya ngebuat Deborah ngangkat Krishna sebagai ‘Facebook Son’s’. Anak laki-lakinya cuma di jejaring sosial tersebut. Sedih? Apa heran Kawan Muda?

Di balik hubungan yang mereka jalin ternyata ada ceritanya juga. Usut punya usut, Krishna udah kehilangan ibunya sejak remaja, sementara Deborah sama sekali engga punya anak, juga belum pernah menikah. Krishna sendiri tinggal di daerah terpencil disekitar kota Gorakhpur, India, sementara Deborah tinggal di sebuah komplek mewah di California, Amerika Serikat.

Waktu Krishna akhirnya mutusin buat menikah dengan pujaan hatinya pada 29 Januari kemarin, dia ngirim undangan gitu lewat Facebook ke Deborah. Dan ternyata, Deborah beneran dateng ke India. Wow!

“Facebook adalah sarana buat orang-orang di seluruh dunia untuk saling bertemu,” kata Deborah. “Saya sangat senang bisa berada di sini, di pernikahan anak Facebook saya. Hati saya meledak-ledak karena bahagia.” Wanita asal California itu juga bilang kalo selama ini dia engga punya buah hati, dan belum pernah berkeluarga, seperti diberikatakn Mashable (4/2).

Deborah emang sengaja engga bilang sama Krishna buat dateng ke acara pernikahan. Dalam pernikahan itu, Deborah menggunakan pakaian tradisional dari India dan memberkati Krishna dengan ngasih perhiasan senilai hampir 504 juta rupiah. Ajigile! Engga cuma itu aja, Deborah juga ngasih cincin yang berusia 125 tahun yang dia dapetin dari pelelangan di Inggris. Deborah, plis angkat aku jadi anak.

Setelah pernikahan Krishna selesai, dia langsung pulang ke Negara Paman Sam, dan janji bakal balik lagi ngunjugin Taj Mahal bareng kedua pasangan itu. Kisah ini dikit lagi pasti dijadiin film. Sisi sedihnya ada, sisi efek dari dunia maya ada, dan cocok buat dijadiin film keluarga. Kali aja ya kan? (sds)

Bobi Brilyan Bastenjar
Valar Morghulis

Leave a Response