Senin, 22 Oktober 2018

Genmuda – Gigitin kuku sering banget dipandang sebagai kebiasaan jorok yang dilakuin manusia. Padahal, berbagai studi nunjukin kalo kebiasaan yang terjadi secara engga disadari itu ada hubungannya sama kondisi psikologis seseorang. Jadi, kamu engga boleh langsung mengejudge orang suka gigitin kuku ya gaes.

Terlepas sering dianggap kebiasaan buruk, gigitin kuku sebenernya manusiawi. Bahkan berdasarkan penelitian kebiasaan tersebut dapat membantu kondisi mental seseorang. Engga percaya? Simak aja fakta menarik di bawah ini:

1. Gigitin kuku tanda orang gelisah

via gurl.com

Penelitian National Center for Biotechnology Information (NCBI) Amerika Serikat, 2011 menyimpulkan kalo orang yang suka gigitin kuku sedang gelisah. Alam bawah sadarnya refleks gerakin badan buat lakuin gerakan pertahanan itu (dengan mengigit kuku).

Secara insting orang yang lagi gigit kuku tuh sedang nyari cara buat meruncingkan satu-satunya senjata yang ada di tubuhnya, yaitu kuku. Hewan pun ngelakuin gerakan pertahanan macam ini, tapi bentuknya beda-beda. Penelitian NCBI nunjukin tikus-tikus labnya ngelakuin hal serupa waktu lagi cemas. (Agak aneh ya perbandingannya)

2. Keturunan

Penelitian lain bilang bahwa kebiasaan itu muncul karena keturunan. Penelitian NCBI bilang kalo sepertiga orang yang menggigit kuku punya keluarga yang juga miliki kebiasaan serupa. Sementara anak kembar cenderung sama-sama suka ngelakuinnya.

3. Belum ada penahan

via theverge.com

Anak-anak sering ngelakuinnya karena belum tau mana kebiasaan buruk atau baik. Sementara itu, orang dewasa cenderung ngelakuin hal tersebut karena punya sudut pandang yang beda dari kebiasaan di masyarakatnya.

4. Ada kemungkinan penyakit psikologis

Dalam penelitian American Psychiatric Association sekitar 2012 bilang kalo gigitin kuku justru salah satu ciri orang OCD. Sejumlah psikiater berargumen kalo gigit kuku merupakan ciri-ciri orang ADHD. Well, apapun itu, mengigit kuku pada dasarnya jadi tanda orang punya kondisi psikologis yang lain.

5. Mirip orang perfeksionis

Sementara itu, situs The Verge, November lalu bilang kalo orang yang mengigit kuku agak mirip orang perfeksionis. Mereka selalu pengen ngelakuin yang terbaik, sampai-sampai jadi gelisah, terus akhirnya gigitin kuku sendiri. Karena itu, terapi buat orang perfeksionis juga berfungsi bagi yang suka gigit kuku.

Walaupun gigit kuku tuh hubungannya erat sama kondisi psikologis manusia, kebiasaan itu masih bisa diganti kebiasaan lain. Misalnya aja dengan menggaruk-garuk dagu, acak-acak rambut, goyang-goyangin kaki, baca buku, makan, atau mengelus-elus hewan peliharaan. Gimana menurut Kawan Muda? Jangan lupa tulis komentar kamu di bawah ini ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.