Senin, 10 Desember 2018

Genmuda – Ibarat kemarau di musim hujan terus ditraktir makan duren gratis (sengaja dibalik-balik biar kamu santai), tiga siswa dari SMA Taruna Nusantara (Tarnus) diberikan kesempatan langka buat mewawancarai salah satu menteri dari Kabinet Kerja, yaitu Ibu Siti Nurbaya Bakar yang sekarang menjabat sebagai Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK).

Mereka adalah Andira Mega L, Andi Adhyaksa dan Muhammad Daffa Nur. Rabu (20/12), ketiganya diterima langsung oleh Ibu Siti Nurbaya Bakar di ruang kerjanya lantai 4 Gedung Manggala Wanabhakti, Jakarta. Keren kan!

Berbagi pengalaman inspiratif

via: Humas KHLK
(Sumber: Humas KLHK)

Ketiga emang bukan lagi piknik karya wisata gitu, gengs, melainkan untuk mewawancari dan mendapatkan banyak pengalaman seru dari Ibu Siti. Dalam pertemuan itu, menteri yang pernah menjabat sebagai Sekjen Depdagri ini, menceritakan bahwa didikan sang Ibu telah membentuknya menjadi pribadi dengan mental pekerja keras, tanggungjawab dan penuh disiplin kayak sekarang.

Pernah saat masih kecil, ketika tinta penanya tumpah, ia tak berani memberitahunya pada sang Ibu.’’Saya bertanggungjawab dengan mengumpulkan uang jajan untuk mengganti tinta itu,’’ kenang Ibu Siti.

Lebih lanjut, Ibu Siti Nurbaya juga pernah ngerasa sangat terpukul saat Ibunya meninggal dunia, sesaat jelang ia masuk ke Perguruan Tinggi. Namun berkat semangat yang diajarkan sedari kecil, alumni IPB ini berhasil menamatkan pendidikan dan meneruskan pendidikan di International Institute for Aerospace Survey and Earth Science (ITC), Enschede, Belanda, serta S3 IPB dengan Siegen University, Jerman.

”Motto hidup yang terpenting itu adalah kejujuran. Pintar itu penting, tapi mengedepankan kejujuran jauh lebih penting,” tegasnya.

Gak cuma itu doang, ketiga siswa Tarnus juga sempat menanyakan pandangan Siti Nurbaya, perihal kebijakan-kebijakan KLHK yang terkadang banyak mendapatkan penolakan.

Tapi bagi Ibu Menteri, penolakan yang terjadi itu wajar, karena setiap kebijakan tentu bersinggungan dengan banyak kepentingan. Contohnya saja di KLHK, saat diterapkan kebijakan yang belum pernah ada sebelumnya, atau lebih tegas dari sebelumnya, maka ada saja pihak-pihak yang merasa terganggu. (Kalo kamu ditolak gebetan, kan juga sesuatu yang wajar).

”Yang penting pemerintah posisinya harus selalu objektif, tidak boleh berpihak. Karena pemerintah adalah simpul dari segala negosiasi antar pihak berkepentingan,” ungkap Menteri Siti.

”Peran pemerintah itu tidak boleh lalai. Kuncinya adalah komunikasi, sehingga kebijakan yang dihasilkan bisa diterima dan ditaati semuanya demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Diakhir pertemuan, Menteri Siti Nurbaya kembali mengingatkan agar para siswa belajar dengan penuh kesungguhan, dan mempertahankan sikap disiplin untuk menggapai segala cita-cita.

”Jadilah pribadi yang jujur. Karena kejujuran itu modal terpenting dalam hidup kita,’’ nasehatnya.

via giphy.com

Gitu deh, gengs. Semoga aja pesen dari Ibu Menteri juga bisa menginspirasi kamu. Eniwei, siapa tau juga next time Ibu Siti juga mau ngadain Q&A di Live Instagram Genmuda.com. Kamu setuju gak? (sds)

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.