Kamis, 3 Desember 2020

Genmuda – Jadi Genmuda.com abis nonton bareng sama pemenang kuis film ‘Catatan Dodol Calon Dokter (Cado-Cado)’, Rabu (19/10) di XXI Blok M Plaza. Kuisnya itu sendiri diadain awal Oktober ini, gaes. Kalo kamu kelewatan kuisnya tenang aja. Soalnya  Genmuda.com masih punya banyak hal ‘gratisan’ lainnya.

Eniwei, film Cado-Cado sendiri merupakan hasil adaptasi dari buku berjudul serupa dan menjadi salah satu dari segelintir novel yang bertemakan kedokteran di Indonesia. Adipati Dolken, Tika Bravani, Ali Mensan, dan Aurelie Moeremans merupakan artis yang membintangi film ini.

Kalo kata Kawan Muda yang Genmuda.com temuin mayoritas pada bilang kalo filmnya ‘keren sangat’. Engga percaya? Nih liat aja pendapat mereka!

1. Rima Pahlasari (pernah jadi co-assistant dokter)

©Genmuda.com/2016 TIM
Rima Pahlasari (©Genmuda.com/2016 TIM)

Cewek ini sebelumnya udah baca bukunya Cado-Cado. Doi juga pernah ngerasain jadi dokter co-assistant (istilah kedokterannya dokter magang), seperti karakter-karakter di Cado-Cado. Alasan doi nonton karena penasaran pengen ngeliat kemiripan dokter-dokter di Cado-Cado sama pengalaman pribadinya. Tapi, ada sih adegan yang engga mirip-mirip banget. Overall, doi ngasih skor 3,5/5 buat film ini.

2. Tiara Lachtaria (pernah jadi co-assistant dokter)

©Genmuda.com/2016 TIM
Tiara Lachtaria (©Genmuda.com/2016 TIM)

Kalo Tiara ngasih skor 4/5 buat film Cado-Cado. Soalnya, “Unit Gawat Darurat di tempat gue co-assistant (coass) dulu engga serapih dan bagus di film.” *Puk-puk-puk. Doi pun heran karena di film itu dokter coass seolah-olah punya wewenang yang cukup besar. Meski begitu, doi bilang sangat menikmati filmnya dan jadi nostalgia sendiri.

3. Diny Febriani (pernah jadi co-assistant dokter)

©Genmuda.com/2016 TIM
Diny Febriani (©Genmuda.com/2016 TIM)

Dini juga jadi orang yang motivasinya nonton Cado-Cado buat mengenang masa coass dulu (selain karena bisa nonton gratisan tentunya). Nilai 4/5 menurut doi tuh cocok banget buat film ini. “Soalnya, film dengan tema kedokteran termasuk jarang,” kata doi. Selain itu, cewek berhijab ini juga mengapresiasi beberapa adegan tindakan kedokteran yang sesuai sama praktik, “Engga kayak sinetron-sinetron yang keliatan receh dan asal-asalan.”

4. Meliansari (pernah jadi co-assistant dokter)

©Genmuda.com/2016 TIM
Meliansari (©Genmuda.com/2016 TIM)

Adipati Dolken jadi alasan utama Meri buat nonton Cado-Cado. Doi ngasih nilai 3,5/5 karena keadaan rumah sakit di film itu engga sesuai sama pengalamannya. Meski begitu, sifat, dan gelagat dokter konsulen di Cado-Cado udah pas banget sama yang doi temui. FYI, dokter konsulen tuh pembimbing dan penanggungjawab anak-anak coass.

5. Morita Ryandhi (Bidan Muda)

©Genmuda.com/2016 TIM
Morita Ryandhi (©Genmuda.com/2016 TIM)

Nah, cewek yang dipanggil Riri ini bener-bener salut sama filmnya. Katanya keren. “Suka banget sama aktingnya Adipati Dolken. Lucu, tapi juga bisa nunjukin kalo orang tuh gak boleh patah semangat,” ujar doi. Film yang bertema kedokteran ini pun dirasa kentel banget nilai persahabatannya. “Keliatan banget karakter-karakter di film ini diuji persahabatannya mulai dari sekolah, coass, sampai akhir,” pungkas cewek yang ngasih skor 9/10 buat film ini.

6. Rika Pravita Bekti (Guru SD)

©Genmuda.com/2016 TIM
Rika Pravita Bekti (©Genmuda.com/2016 TIM)

Rika bilang film ini gokil. “Komedinya lucu, persahabatannya terasa, dan ilmunya pun dapet,” ujar doi. Waktu ditanya soal adegan paling lucu di film ini, doi sulit milih karena katanya banyak banget adegan lucunya. Masalah pengetahuan, doi mengambil hikmah kalo “Penyakit tuh lebih baik dicegah daripada diobati. Mendingan gitu deh.” Dan karena banyak hikmah diambilnya dari film itu, doi ngasih skor 10/10.

Film ‘Cado-Cado’ bakalan tayang di bioskop-bioskop mulai 27 Oktober 2016. Kenapa enam orang ini bisa nonton duluan? Ya karena ikut kuisnya Genmuda.com, lah. Eniwei, kalo udah nonton, jangan lupa tulis pendapat kamu di bawah ya. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.