Selasa, 20 Oktober 2020

Genmuda – Berbagai lagu karya Lomba Cipta Lagu Remaja (LCLR) beserta sejumlah tembang populer di tahun 70-an udah sukses dihadirin kembali oleh Mahana Live Interact lewat sebuah konser bertajuk LCLR Plus Concert Bandung Yockie Suryo Prayogo. Konser tersebut diselenggarain di Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), Sabtu (23/1).

Dalam penampilan spesial tadi malam itu, Dhenok Wahyudi, Keenan Nasution, Tika Bisono, Louise Hutauruk, Benny Soebardja, Kadry Muhamad, Harry Sabar, Berlian Hutauruk, Pahama, dan Debby Nasution tampil ngebawain 21 lagu secara bergantian. Konser pun turut dimeriahin oleh Husein Alatas, Dian Pramana Putra, Dira Sugandi, Che Cupumanik, serta PSM Unpad.

Yockie Suryo Prayogo (Sumber: Mahana Live Interact)
Yockie Suryo Prayogo (Sumber: Mahana Live Interact)

Lagu-lagu yang dibawain di sepanjang konser, kayak misalnya ‘Kelana’, ‘Nuansa Bening’, ‘Kidung’, dan ‘Badai Pasti Berlalu’, berhasil ngebuat penonton terhanyut dan ikut nyanyi. Kejutan bahkan sempat muncul dari kursi penonton, dimana Deddy Dhukun tampil buat nyanyiin lagu ‘Masih Ada’ bareng sama Dian Pramana Putra.

Bukan cuma itu, di sela-sela konser Sys NS selaku host juga sempat bercerita bareng sama para penyanyi soal kisah-kisah mereka di tahun 70-an dulu. Dhenok Wahyudi misalnya, beliau bercerita tentang awal mula munculnya LCLR yang merupakan ide dari Sys NS.

Dhenok Wahyudi (Sumber: Mahana Live Interact)
Dhenok Wahyudi (Sumber: Mahana Live Interact)

Sys pun ternyata engga memandu acara sendirian. Beliau turut ditemani oleh Rudi Jamil, salah seorang tokoh seni dari Bandung. Sama kayak Sys, Rudi juga senang bercengkrama bareng para penyanyi, yang sesekali diikuti gelak tawa dari para penonton.

Husein Alatas (Sumber: Mahana Live Interact)
Husein Alatas (Sumber: Mahana Live Interact)

Sementara itu, Eros Djarot selaku salah satu pecipta lagu-lagu populer Tanah Air sempat bercanda pas ditanya Sys soal latar belakang diciptainnya lagu-lagu di film ‘Badai Pasti Berlalu’. “Berkat kawin dengan orang Bandung!” katanya. Beliau nambahin pula kalau karya-karya yang udah beliau hasilin bukan semata-mata dihasilin beliau sendiri, melainkan “karya bersama”.

Yang lebih menariknya lagi, romantisme di antara para penonton terlihat jelas dari dresscode kembang-kembang yang mereka pakai. Dengan dresscode tersebut, para penonton serempak ngembaliin era flower generation yang pernah berjaya di tahun 70-an.

Dira Sugandi (Sumber: Mahana Live Interact)
Dira Sugandi (Sumber: Mahana Live Interact)

Konsernya membuat kita semua live karaoke, apalagi hampir semua penonton menyanyi bersama,” ungkap Nofiyanti, salah satu Kawan Muda yang berkesempatan buat nikmatin konser tadi malam, seperti dikutip dari siaran pers yang diterima Genmuda.com.

Konser pun akhirnya diakhiri dengan penampilan dari semua artis pendukung LCLR Plus Concert Bandung yang ngebawain lagu ‘Lilin-Lilin Kecil’. Dinyanyiin almarhum Chrisye di tahun 1977, lagu tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak contoh lagu terbaik LCLR. Seru dan keren banget deh pokoknya, Kawan Muda!

Che Cupumanik (Sumber: Mahana Live Interact)
Che Cupumanik (Sumber: Mahana Live Interact)

(ads)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer