Senin, 10 Desember 2018

Genmuda – Jangan bayangin kondisi tahun 2006 mirip banget kayak sekarang. Dalam setahun aja, perkembangan teknologi terjadi begitu pesat. Bayangin yang terjadi sejak 12 tahun lalu sampe sekarang.

Pada masa itu, penulis baru masuk SMA di Jakarta. Kebanyakan sekolah di kota besar belum dipasangi AC. Jangankan Android, iPhone pun belum ada. Kebanyakan orang masih pakai ponsel bertombol kayak telepon rumah.

Ponsel berkibor qwerty adalah posel kelas atas, misalnya kayak BlackBerry dan sejumlah Nokia seri E. Pemakainya jelas punya uang lebih banyak dari kebanyakan orang. Dengan kata lain, mereka orang-orang kaya.

via tenor.com

Begitu pula dengan internet. Sambungan tanpa batas itu masih merupakan barang mewah di Indonesia. Belum semua ponsel punya akses internet. Koneksi paling kenceng cuma ada di warung internet (warnet) dan kantor.

Pada saat itu, Facebook baru berusia 2 tahun. Belum banyak yang pakai di Indonesia. Twitter baru diluncurin. Instagram belum lahir.

Gampangnya gini. Tahun 2006, smartphone dan internet bukanlah barang umum. Namun, lembaga Social Issue Research Center (SIRC) bisa memprediksi kalo kedua barang mewah itu bakalan jadi “kacang goreng” dalam 10 tahun ke depan.

Apa kata SIRC?

Pada Desember 2006, SIRC ngerilis hasil riset berisi prediksi kondisi internet tahun 2020. Hasilnya cukup mencengangkan. Soalnya, semua prediksinya tepat. Bahkan belum 2020 pun semua prediksinya udah kejadian.

1. Smartphone dan internet ibarat kacang goreng

via buzzfeed.com

Prediksi pertama SIRC terhadap kondisi dunia internet zaman sekarang adalah soal smartphone dan internet yang bakal gampang diperoleh. Menurut riset, internet bakalan menjangkau seluruh kawasan di dunia pada 2020.

Smartphone dan internet pun akhirnya berubah dari barang mewah jadi barang kebutuhan sehari-hari. Perubahannya mirip kayak sejarah kertas dan alat tulis zaman dulu yang berubah dari barang orang ningrat jadi barang umum.

2. Tempat bersosialisasi

Pembukaan risetnya bilang gini, “Teknologi boleh berkembang begitu pesat, tapi manusia tetaplah makhluk sosial.” SIRC memprediksi kalo internet pada akhirnya jadi pusat komunikasi dua arah satu orang dengan orang lain.

Dan, riset pada masa Facebook merupakan hal aneh tapi nyata itu benar. Zaman sekarang, orang lebih suka dichat, ditag, dan dimention daripada ditelepon.

3. Berisi banyak komunitas

via tenor.com

Hubungan dua arah itu kemudian berlangsung begitu pesat hingga akhirnya muncul banyak komunitas di internet. Ditambah komunitas dunia nyata yang hijrah ke internet, makin banyaklah kelompok-kelompok digital.

Pada masa sekarang, hal itu ditandai dengan adanya aneka group Whatsapp. Beberapa tahun lalu, tandanya adalah kemunculan aneka group Facebook.

4. Melanjutkan keturunan

Berhubung manusia gak berubah, maka kebutuhan melanjutkan keturunan pun terdigitalisasi. Proses pedekate berubah dari yang awalnya dilakuin di dunia nyata jadi dilakuin di dunia digital. Malahan, sekarang muncul banyak banget aplikasi cari jodoh

5. Punya dampak politis

via JKWVlog
Presiden RI Joko Widodo ngevlog sama Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. (Sumber: JKWVlog)

Prediksi ini sih yang paling serem. Barrack Obama baru melakukan berbagai kampanye pencalonannya sebagai presiden AS di dunia digital sejak 2008, berarti dua tahun setelah riset SIRC rilis. Namun, riset itu udah memprediksinya.

Tertulis di situ, internet akhirnya bakal bersinggungan langsung sama dunia politik. Bener banget. Setelah kesuksesan kampanye Obama di internet, siapa politikus zaman sekarang yang gak ikut berpolitik di medsos?

6. Memperkuat demokrasi

Hasil prediksi ini masih bisa diperdebatkan. Namun, semua netizen zaman sekarang toh terbiasa berpendapat apapun langsung ke politikus yang dituju. Teorinya, kebebasan berpendapat merupakan pilar demokrasi.

Apa dampaknya dengan makin kuatnya demokrasi di kalangan netizen? Paham lain macam komunis dan negara yang menganutnya macam Korea Utara terlihat aneh dan asing. Sistem pengelolaan internet negara itu juga aneh.

7. Internet jadi alternatif dunia nyata

via gifer.com

SIRC juga bilang, internet pada akhirnya jadi alternatif dunia nyata bagi para penggunanya. Bisa dibilang, realita zaman sekarang udah lebih dari itu.

Sekarang, kehidupan di internet dan media sosial adalah kenyataan sementara realita hanyalah alternatif. Buktinya, semua orang aja pengen jadi YouTuber, SelebGram, desain grafis, atau bidang lain yang ada hubungannya dunia digital.

Bahkan pekerjaan yang dulunya jauh dari urusan dunia digital pun terdigitalisasi. Misalnya, psikolog dan dokter yang sekarang bisa diajak konsultasi langsung via aplikasi. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.