Selasa, 22 September 2020

Genmuda – Proyek panjang dari film live-action “Sonic the Hedgehog” akhirnya bakal tayang bulan ini. Sebelumnya film garapan Jeff Fowler ini sempat mendulang banyak kritik dari fans Sonic lantaran animasi yang ditampilkan sangat berbeda jauh dari versi video gamenya.

Tercatat trailer pertamanya langsung dicibir oleh mayoritas komentar negatif. Ada yang bilang gambarnya jelek, menakutkan, sampe engga mirip sama landak asli (Wadiaw!). Mulai dari situ deh Fowler kemudian meminta maaf dan memutuskan untuk mendesain ulang karakter landak biru tersebut.

November tahun lalu pihak rumah produksi kembali merilis trailer barunya, lengkap dengan wajah Sonic yang udah dipoles. So far komentarnya jauh lebih positif. Tapi apakah cerita yang ditawarkan juga demikian? Langsung aja lo simak review lengkap di bawah ini!

Penantian yang gak mengecewakan

©Paramount Pictures/2020

Tanpa perlu panjang lebar mungkin generasi 90-an yang tumbuh bersama konsol SEGA Mega-drive pasti kenal sama tokoh Sonic. Saking suksesnya, maskot video game itu juga udah didaur ulang dalam konsol lain, hingga muncul di market smartphone kayak sekarang.

Namanya juga film adaptasi otomatis setiap karakter dan elemen ceritanya gak ‘jauh-jauh banget’ dari aslinya. Penonton langsung diajak kenalan dengan Sonic kecil yang tinggal di sebuah planet di antah berantah. Hobinya cuma berlari melintasi trek balapan dan menjadi kejaran para musuh. Saking cepatnya banyak orang yang memburu dirinya untuk mendapatkan sumber kekuatan Sonic.

Sadar banyak bahaya yang mengancam dirinya Sonic terpaksa dilempar ke bumi oleh Longclaw (Donna Jay Fulks) lewat cincin ajaib, –yang selama ini nongol di dalam gamenya. Sepuluh tahun kemudian ia tinggal di dalam kota kecil bernama Green Hills. Di sana Sonic (Ben Schwartz) tumbuh dan mengenal banyak warganya, termasuk polisi setempat, Tom Wachowski (James Marsden).

Gak ada satu orang penduduk yang mengetahui keberadaan Sonic sampai saat suatu malam ia gak sengaja berlari sangat kencang sehingga menyebabkan ledakan energi dan mengakibatkan mati lampu. Dari situ pemerintah AS mulai kepo dengan sumber ledakan tersebut. Mereka lantas menugaskan ‘orang pintar’ untuk melakukan investigasi ke Green Hills, orang itu adalah Doktor Robotnik (Jim Carrey) yang gak lain dan gak bukan adalah karakter antagonis di film ini.

Ringan dan menghibur

©Paramount Pictures/2020

Terlepas banyak orang yang bilang bagus atau biasa aja, penulis menilai jika “Sonic the Hedgehog” berhasil mengangkat plot cerita petualangan yang cukup ringan sekaligus gak melenceng jauh dari pakem gamenya. Lo bisa diajak nostalgia lewat karakter di gamenya. Sedangkan tampilnya karakter baru juga gak mengganggu elemen cerita film dari awal hingga akhir.

Pujian lebih juga cocok ditujukan buat Jim Carrey. Identik dengan peran konyol sebagai Ace Ventura, ia berhasil mengemas karakter Robotnik yang jenius, bengis, tapi tetap bisa lucu dalam setiap dialognya. Karena emang di-gamenya digambarin punya IQ sempurna ia gak segan buat mem-bully musuh-musuhnya dengan kepintarannya.

Tampilan baru dan polesan efek di film ini juga turut memanjakan mata penonton. Gak cuma ngebut terus meledak, efek slow-motion dari Sonic layaknya Flash atau Quick Silver berhasil membuat penulis ngerasa kagum dan ‘WOW’ banget.

Kesimpulan

©Paramount Pictures/2020

Secara keseluruhan Sonic adalah film adaptasi game yang cukup sesuai ‘pakem’ gamenya dan sangat menghibur. Walau peran Tom masih kurang greget tapi kayaknya Paramount Pictures udah lumayan pede sama film ini dengan melempar teaser untuk sekuel selanjutnya di ending film.

Lo semua penasaran sekeren apa petualangan Sonic yang diburu oleh Dr. Robotnik? Tonton aja dulu filmnya di bioskop Indonesia mulai tanggal 26 Februari 2020. Berikut cuplikan trailernya!

(sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.