Jum'at, 20 September 2019

Genmuda – Sikut-sikutan pada Academy Awards ke-90, Minggu malam (5/3) waktu setempat berlangsung sengit. Banyak film luar biasa keren sepanjang 2017-2018 harus bersaing perebutkan 24 kategori.

Berdasarkan kisah para insider di Hollywood dan pemberitaan media, pemberian Piala Oscar kali ini menuai kritik. Film dan insan perfilman yang seharusnya menang malah gak dimenangin.

Namun, keputusan dewan juri dari Academy of Motion Pictures gak bisa diganggu gugat lagi. Dan, inilah kemenangan-kemenangan yang paling berkesan dalam Piala Oscar 2018 karena menyimpan banyak cerita di dalamnya.

1. Gary Oldman

via hollywoodreporter.com
(Sumber: hollywoodreporter.com)

Berkarier di industri hiburan sejak 1979, Gary Oldman tampilkan puluhan karakter dengan baik. Ada yang memaksanya jadi drakula khas Romania, jadi psikopat berdarah dingin, jadi legenda musik punk, jadi detektif kepercayaan Batman, dan pastinya jadi Perdana Menteri Inggris Winston Churcill.

Menyusul Leo DiCaprio, akting doi sebagai sosok penting pada Perang Dunia II di film “Darkest Hour” (2017) itu mengubah statusnya dari “aktor terbaik yang gak pernah memperoleh Piala Oscar” jadi “pemenang utama terbaik menurut Academy Awards 2018.”

2. “Get Out” (2017)

via variety.com
Jordan Peele, penulis naskah “Get Out” peroleh Piala Oscar. (Sumber: variety.com)

Film thriller/suspense termasuk salah satu langganan pemenang Oscar. “The Revenant” (2016), “The Girl with Dragon Tattoo” (2011), atau “Black Swan” (2010), misalnya. Tapi, belum pernah ada thriller / suspense ngagetin kayak film horror yang masuk kategori terbaik layaknya “Alien” (1979).

Makanya, kemenangan “Get Out” dalam kategori Naskah bukan Adaptasi Terbaik (Best Original Screenplay) adalah momen menarik tersendiri. Soalnya, film itu secara unik gabungin banyak kisah rasis dengan mistis dan fiksi-ilmiah.

3. “The Shape of Water” (2018)

via variety.com
Guillermo del Toro, sutradara “The Shape of Water” peraih Piala Oscar. (Sumber: variety.com)

“The Shape of Water” bukan cuma soal hubungan manusia dengan makhluk siluman, melainkan cerita banyak tentang misteri seputar Perang Dingin. Peraih kategori Film Terbaik (Best Picture) itu tampilin seorang tuna wicara yang membantu manusia-ikan kabur dari kurungan pemerintah.

Filmnya juga menang kategori penyutradaraan terbaik ngalahin “Dunkirk” (2017), desain produksi terbaik ngalahin “Blade Runner 2049” (2017), dan scoring terbaik ngalahin “Star Wars: The Last Jedi” (2017).

4. “Dunkirk” (2017)

via ew.com
Lee Smith, editor film “Dunkirk” peroleh Piala Oscar. (Sumber: ew.com)

Meski kejeniusan Christopher Nolan di film “Dunkirk” kalah dari kecemerlangan Guillermo del Toro di “The Shape of Water,” film “Dunkirk” tetap meraup sejumlah piala Oscar.

Yaitu, penghargaan editing suara terbaik ngalahin “Baby Driver” (2017), mixing suara terbaik ngalahin “Star Wars: The Last Jedi,” dan editing film terbaik ngalahin “Baby Driver” lagi.

5. “Blade Runner 2049” (2017)

via theverge.com
Para kru visual “Blade Runner 2014” peroleh Piala Oscar. (Sumber: theverge.com)

Siapa sangka film yang bikin ngorok di bioskop ini pun raih penghargaan Oscar. Tentu saja bukan berdasarkan film terbaik, aktor terbaik, atau naskah terbaik, tapi dari kategori lain.

Dengan tampilan yang memukai, “Blade Runner 2049” sabet penghargaan efek visual terbaik ngalahin “GotG 2” (2017) dan sinematografi terbaik ngalahin “Dunkirk.”

6. “Dear Basketball” (2017)

via sportingnews.com
Kobe Bryant tambah koleksi pialanya. (Sumber: sportingnews.com)

Bahkan setelah pensiun dari dunia basket, Kobe Bryant masih juga dinobatkan trofi melengkapi 18 Piala NBA All-Star doi. “Dear Basketball” menang penghargaan film pendek terbaik. Film itu dibuat berdasarkan naskah pidato pengunduran diri Kobe Bryant dari dunia basket yang dia buat untuk media, sekitar 2015 lalu.

7. Sam Rockwell

via yahoo.com
Sam Rockwell dedikasikan Piala Oscarnya untuk mendiang Philip Symour Hoffman, sahabatnya. (Sumber: yahoo.com).

Pada film “Three Billboards Outside Ebbing, Missouri” (2018), Sam Rockwell berkesempatan jadi polisi rasis. Dia memerankannya dengan sangat baik. Begitu baik sehingga semua orang membenci dan sadar bahwa segala tindak rasisme adalah perbuatan tercela.

Atas pengorbanan dirinya jadi orang paling dibenci di film, Rockwell dinobatkan pemeran pembantu pria terbaik. Kayak Gary Oldman, ini adalah Piala Oscar pertama sang veteran pemeran pembantu di Industri film Hollywood.

Daftar Lengkap Pemenang Oscar 2018

  • Actress in A Supporting Role: Allison Janey di film “I, Tonya” (2017)
  • Actor in A Supporting Role: Sam Rockwell di “Three Billboard” (2017)
  • Foreign Language Film: “A Fantastic Woman” (2017)
  • Documentary (Short): “Heaven is a Traffic Jam on the 405” (2016)
  • Documentary: “Icarus” (2017)
  • Original Song: “Remember Me” dari film “Coco” (2017)
  • Animated feature film: “Coco”
  • Adapted Screenplay: “Call Me by Your Name” (2017)
  • Original Screenplay: “Get Out” (2017)
  • Actor in A Leading Role: Gary Oldman di “Darkest Hour” (2017)
  • Actress in A Leading Role: Frances McDormand di “Three Billboard”
  • Director: Guillermo del Toro di “The Shape of Water” (2017)
  • Production design: “The Shape of Water”
  • Cinematography: “Blade Runner 2049” (2017)
  • Costume design: “Phantom Thread” (2017)
  • Sound Editing: “Dunkirk” (2017)
  • Sound Mixing: “Dunkirk”
  • Animated Short Film: “Dear Basketball” (2017)
  • Live Action Short Film: “The Silent Child” (2017)
  • Original Score: “The Shape of Water”
  • Visual Effects: “Blade Runner 2049”
  • Film Editing: “Dunkirk”
  • Makeup and Hairstyling: “Darkest Hour”
  • Best Picture: “The Shape of Water.”

(sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.