Senin, 10 Desember 2018

Genmuda – Tokoh fiktif Kapten Jack Sparrow pernah bilang, “Permasalahan yang terjadi bukanlah sebuah permasalahan. Permasalahan yang sesungguhnya adalah cara seseorang menyikapi permasalahan itu.”

Gak usah bingung. Kapten songong itu cuma bilang kalo kejadian receh bisa jadi masalah besar dalam kehidupan sehari-hari. Suka atau gak, kita semua mengalaminya, termasuk kamu, mantan kamu, pacar kamu yang sekarang, orang di sebelah kamu, dan penulis artikel ini.

Bukan maksud pengen memperkeruh keadaan, ngomongin politik, atau gosipin artis yang lagi jadi pencuri laki orang (baca: pelakor), permasalahan-permasalahan receh di bawah ini ditulis biar kita sama-sama berkaca aja. Ngaca dan nunjuk-nunjuk orang lain

“LO BANGET NIH!”

1. Lupa ngajak pesan makanan

via: Google
(Sumber: Istimewa)

“Kok lo gak nawarin gue sih?”

Dalam tiap ajang nongkrong bareng di rumah temen pasti akan ada orang yang pengen mesen makanan. Dan, di balik ojek online yang tiba-tiba dateng bawa pesanannya, akan ada teman yang marah karena lupa ditanya mau ikut mesen atau engga. Itu udah rumus.

2. Lupa tag foto

“Oke fine, jadi lo lupa sama gue? Temen macem apa lo.” *drama

Banyak alasan kenapa orang bisa gagal di-tag, mulai dari kesalahan server hingga mengupload terlalu terburu-buru supaya paling update. Tapi, tetep aja orang yang engga di-tag dalam postingan bakal ngambek lantaran merasa gak dianggap. Amukannya akan lebih besar saat foto yang diunggah tuh berupa meme terkini dan lucu. Ada yang kayak gitu? Banyak!

3. Ngomongin bola

via: Getty Images
(Sumber: Getty Images)

“Emang Italia cupu sih?”

“Tau bola baru kemaren doang, jangan sotoy lo!”

“Kok NGEGAS?”

*akhirnya mereka pukul-pukulan (jangan ditiru)

Awalnya cuma cengan biasa karena Arsenal lagi-lagi kalah, Sergio Ramos ngomel tanpa sebab, hingga Italia gagal berlaga di Piala Dunia. Cengannya lama-lama memanas sampai salah satu pihak murka dalam hati dan diam-diam mengunfollow temennya di Facebook. Ini bukti drama paling gak penting setelah drama papa. Asli.

4. Ngomongin rumah tangga artis

Dari masanya musisi legendaris diduga selingkuh sama personil grup duet istrinya, penyanyi dangdut dianggap orang ketiga dalam rumah tangga presenter ganteng, hingga kini eranya selingkuhan bokap dilabrak anaknya, netijen sampe terpecah tiga.

Yaitu, mereka yang pro pelakor (baca: pencuri laki orang), kontra pelakor, dan mereka yang bodo amat. Ketiganya saling berteriak di kolom komentar akun-akun gosip di Instagram.

5. Ngomongin politik

via giphy.com

“Siapa suruh pilih pemimpin kumisnya sebelah!”

“Move on dong kalo udah kalah.”

We trapped in d*#n situation!

Kalo dipikir-pikir, politik kan bukan termasuk ranah ilmu pasti, ya. Berarti, bisa diargumentasikan kalo gak ada satupun hal politis yang mutlak benar. Satu kebijakan bisa dipandang benar dan salah dalam waktu bersamaan.

Kalo begitu, perbedaan pandangan politis sebenernya enggak perlu ngerusak pertemanan, dong? Gak perlu ribut sampe kayak Perang Sipil gitu, dong? Cukup Captain America dan Iron Man aja, kamu gak usah karena gak dapet bayaran setinggi pemeran The Avengers. Lah maksa!

6. Ngomongin generasi bla.. bla.. bla..

“Dasar generasi micin!”

Mari kita cek jenis-jenis generasi yang pernah dilabeli dari jaman dulu sampe sekarang: The Lost Generation, GI Generation, Silent Generation, Baby Boomer, Generation X, Millennials, Generasi Z, hingga Generasi Micin.

Ngaku, semua anggota generasi itu merasa lebih baik dari generasi sebelumnya dan memandang generasi setelahnya aneh. Intinya, sama aja. Toh ketika muda sama-sama pengen nunjukin eksistensi diri dengan cara apapun.

7. Cabut grup WA

via gifimage.net

“Liki removed you”

Intan: “Kok Mamet left, lo slek sama dia, Lik?”

Everlyn: “Tuh kan, dia sebel kali kemarin bubur ayamnya lo diaduk.”

Liki: (aslinya sih cuma gak sengaja ke-remove)

Kamu pasti tergabung di grup WA, kan? Coba deh cabut. Pasti ditanyain kayak ada sesuatu yang membahayakan hubungan pertemanan. Kalo cabut dari grup keluarga, mungkin malah dikira gak sopan.

Terus, coba deh kamu ditendang keluar dari grup WA. Pasti tetep tersinggung kan meski yang nendang masih menyapa, becanda, dan ngasih contekan ke kamu seperti biasanya di dunia nyata.

“Gimana receh bukan?”

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.