Senin, 10 Desember 2018
Hiburan

Perjalanan Film ‘Marlina si Pembunuh Empat Babak’ yang Mendapatkan Subsidi dari Pemerintah Prancis

©Genmuda.com/2016 LikiKonfrensi Pers 'Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak', Selasa (6/12) di IFI Jakarta ©Genmuda.com/2016 Liki

Genmuda – Industri perfilman Indonesia mungkin boleh berbangga hati lewat film terbaru Mouly Surya. Sutradara 36 tahun ini kembali hadir lewat film bertajuk, ‘Marlina si Pembunuh Empat Babak’ yang berhasil mencuri perhatian para komite Cinémas du Monde.

Berkat hal itu pula film yang dibintangi oleh Marsha Timothy ini mendapatkan subsidi Aide aux cinémas du monde dari Kementrian Komunikasi dan Kebudayaan dan Kementrian Luar Negeri Prancis. Dalam acara konfrensi pers pada Selasa (6/12) di IFI, Jakarta, Mouly mengaku sangat antusias atas dukungan dan kepercayaan yang doi peroleh.

FYI, tahun lalu, Pemerintah Prancis mengeluarkan enam juta Euro untuk skema ini dan memberi subsidi kepada 50 feature film, dokumenter dan animasi bioskop. Beberapa sutradara besar yang pernah menerima subsidi ini antara lain Nuri Bilge Ceylan untuk film Winter Sleep yang memenangkan Palm’dor hadiah utama Cannes Film Festival 2013, Yorgos Lanthimos untuk film The Lobster yang memenangkan Jury Prize Cannes Film Festival 2015, dan Jia Zangke untuk film Mountain May Depart yang juga ada di kompetisi utama pada Cannes Film Festival 2015.

Berawal dari cerita Garin Nugroho

©Genmuda.com/2016 Liki
Mouly Surya saat konfrensi pers film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’, Selasa (6/12) di IFI Jakarta ©Genmuda.com/2016 Liki

Saat ditemui oleh Genmuda.com pada kesempatan yang sama, Mouly mengakui jika ide film ‘Marlina’ dibuat setelah dirinya bertemu dengan Mas Garin Nugroho pada tahun 2014. Saat itu pun Mouly hanya mendengar sedikit inti ceritanya dari Mas Garin.

“Saat kami sedang dalam penjurian FFI 2014, Mas Garin memanggil saya dan ingin buat film soal perempuan Sumba yang rumahnya didatangin perampok.” kenang Mouly.

Lebih lanjut sebagai sutradara, dirinya enggan menyebut jalan cerita film ‘Marlina’ yang dikisahkan oleh Mas Garin adalah cerita nyata. “Cerita Marlina ini bukan sesuatu yang kita dapat dari nonton berita atau tertulis, ini seperti cerita dari mulut ke mulut. Dan itulah yang menjadi inspirasi saya membuatnya.”

Kecintaan Mouly saat menulis karakter Marlina

via: Cinesurya
Sosok Marlina yang diperankan oleh Marsha Timothy ©Cinesurya

Sejak menerima ide dari Mas Garin, proses skenarionya dibuat kroyokan oleh Mouly dan Rama Adi selaku produser film Marlina. Proses tersebut kemudian membuat Mouly lebih mengenal dan mencintai karakter Marlina di dalam film.

“Karakater Marlina ini menarik bagi saya. Ia adalah seorang janda, yang tinggal sendirian dengan rasa dukanya. Kita melihat kekuatan seorang wanita di sini, secara spesifik wanita Indonesia asal Sumba dengan situasi hidup yang cukup ektrim.” ujarnya kepada sejumlah media.

Bukan film soal perempuan doang

Via: Cinesurya
Novi (Dea Panendra), Yohana (Rita Matu Mona), Ian (Anggun Priambodo), Franz (Yoga Pratama) di film ‘Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak’ ©Cinesurya

Secara pribadi, Mouly engga mengatakan bahwa film ‘Marlina si Pembunuh Empat Babak’ adalah film soal perempuan. “Saat kita bicara perempuan, pasti tidak bisa lepas dengan sosok laki-laki.” ungkapnya.

Oleh karena itu, doi sengaja menciptakan sejumlah karakter baru seperti Markus (Egi Fedly), Franz (Yoga Pratama), dan Novi (Dea Panendra). “Selain Marlina ketiga tokoh ini ada refleksinya, jadi kita benar-benar melihat penampilan laki-laki dan perempuan.”

Berkolaborasi dengan produser asing

©Genmuda.com/2016 Liki
Isabelle Glanchant dari Yisha Production ©Genmuda.com/2016 Liki

Setelah mendapatkan ide cerita yang menarik dari Mas Garin, Mouly langsung gercep buat bikin jalan cerita Marlina. Dan tanpa disengaja, saat mempresentasikannya di Asian Project Market (APM) di Busan International Film Festival 2015 ternyata menarik perhatian Produser asal Prancis, Isabelle Glanchant.

Glanchant sendiri merasa tertarik akan jalan cerita Marlina. Atas dasar inilah, keduanya kemudian menjalin kerjasama. Dimana selain memberikan subsidi, Glanchant lewat rumah produksi Yisha Production akan membawa film ‘Marlina si Pembunuh Empat Babak’ ini untuk mengikuti kompetisi di luar.

Kaya akan budaya Indonesia dan dicintai penonton luar

©Genmuda.com/2016 Liki
Konselor Kerjasama dan Kebudayaan Kedubes Prancis/ Direktur IFI, Marc Piton bersama dengan Mouly Surya ©Genmuda.com/2016 Liki

Diakui pula oleh Glanchant bahwa film karya Mouly Surya ini sangat disukai oleh penonton di luar Indonesia. “Jika boleh berpendapat, mungkin film seperti ini biasa saja, namun di luar karakter Marlina ini sangat kuat dan disukai.”

Konselor Kerjasama dan Kebudayaan Kedubes Prancis/ Direktur IFI, Marc Piton juga berharap supaya kerjasama ini turut memperkaya pengetahuan dan budaya masing-masing negara. “Film Mouly yang didukung oleh CNC, IFI dan Cinéma du Monde, menandakan semakin rekatnya kolaborasi Indonesia-Prancis dalam bidang sinematografi. Semakin banyak aktor kerjasama yang terlibat maka upaya untuk saling memahami dan saling mengapresiasi di antara kedua negara juga semakin baik.” pungkas Marc.

Sejak berita ini diturunkan oleh Genmuda.com, film ‘Marlina si Pembunuh Empat Babak’ masih masuk dalam tahap editing dan ditargetkan akan segera rampung di tahun depan. So, buat update selanjutnya pantengin terus Genmuda.com ya!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.