Jum'at, 7 Oktober 2022

Genmuda – Yoks, usai “Beauty and the Beast” dan “Power Rangers” ada lagi nih film adaptasi yang bakalan rilis di akhir bulan Maret 2017. Kamu yang suka manga karya Masamune Shirow siap-siap nonton film live-actionnya yang digarap sama Hollywood.

Tokoh utama major bakal dimainin sama Scarlett Johansson, disusul sama artis lainnya kayak Takeshi Kitano, Michael Pitt, Pilou Asbæk, Chin Han, dan Juliette Binoche. Lewat “Ghost in the Shell,” Rupert Sander akhirnya kembali duduk di bangku sutradara semenjak terakhir menggarap “Snow White and the Hustman” di tahun 2012 yang kurang mendapat perhatian dari penikmat film.

Secara garis besar film ini masih berfokus sama The Mayor (Scarlett Johansson) yang merupakan seorang robot perempuan. Lebih lanjut The Major merupakan robot unik karena memiliki otak dan jiwa manusia. Doi jadi sosok pemimpin dalam pasukan pemerintah yang dikenal sebagai Section 9.

Kabar Hollywood yang resmi menggarap manga ini bikin penggemar anime jadi skeptis apakah film ini bisa sepopuler di negeri asalnya, Jepang. Bukan cuma visual aja yang beda tapi bakal banyak perbedaan dari dua versi “Ghost in the Shell” yang bakal Genmuda.com bahas di bawah ini:

Bahasa (yang pasti udah beda)

Via Google
(Sumber Istimewa)

Yailah. Karena diangkat Hollywood segi bahasanya bakal beda banget. Namun kamu yang penggemar beratnya engga usah terlalu sedih. Soalnya bakalan ada tiga aktor dari serial aslinya yang bakal mengulang peran mereka yaitu, Akio Otsuka, Koichi Yamadera, dan Atsuko Tanaka. Namun mereka bertiga cuma bakal menyapa kamu sebagai pengisi suara aja ya.

Dan sialnya lagi mereka cuma mendubing suara untuk penonton di Jepang aja. Misalnya Atsuko Tanaka akan menyuarakan The Major, Otsuka akan kembali sebagai suara Batou (diperankan oleh Pilou Asbæk) dan Yamadera akan menyuarakan Chin Han Togusa.

The Major wajah Barat, dipoles menjadi cewek Asia

Via Google
(Sumber: cinemablend)

Walau sang Mayor dimainkan oleh aktris barat, tetep aja sosok Major bakalan jadi cewek Asia seperti serial aslinya. Banyak visual sengaja ditambahin supaya kulit Scarlett Johansson terlihat seperti cewek Jepang.

Tapi gara-gara ini pula engga sedikit pihak yang menyindir keputusan memilih mantan istri Ryan Renolds itu sebagai pemeran utama. Alasannya simple banget, daripada capek-capek moles wajah doi, kenapa engga pilih aktris Asia beneran.

Adegan actionnya lebih detail di live-action

Via Google
(Sumber: screenrant)

Pihak Paramount Pictures berusaha penuh supaya penonton engga kecewa atau terus kasih perbandingan dengan animenya. Kalo kamu salah satu penggemar “Ghost in the Shell” kamu harus seneng, pasalnya adegan action bakal digarapan lebih detail. Pun pada proses awal diciptakannya The Major.

The Major masih ngerasa dibohongi

Via youtube
(Sumber: Istimewa)

Memiliki hari seperti manusia tentu, The Major mulai merasa kalo orang-orang yang membuatnya belum sepenuhnya jujur. Di sinilah perbedaannya, versi Hollywood bakal mengemas itu semua secara lebih kompleks. Bahkan kalo Genmuda.com boleh kasih bocoran, buang jauh-jauh deh pikiran kalo film ini harus sama kayak versi animenya.

Kalo kamu masih kepo atau ragu sama jalan ceritanya, tungguin aja review lengkapnya di Genmuda.com minggu depan. Ciao!

(sds)

Al Fanny Panestika
Wannables, penyuka ice cream dan colak colek Nutela

Leave a Response