Selasa, 23 Oktober 2018

Genmuda – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar gelar diskusi terbuka bertajuk Environmental Outlook 2018 di Manggala Wanabhakti Jakarta Pusat, 15-19 Januari. Harapannya, terlahir formulasi konkret bagi kementerian.

Diskusi umum bertajuk “Bergerak Menuju Keadilan Sosial dan Ekologis untuk Kesejahteraan dan Kelestarian” itu ngundang netizen, LSM, dan berbagai pihak, baik yang tertarik isu lingkungan dan kehutanan atau sekedar cari ilmu.

Segala ide, kritik, dan masukan dari para peserta itulah yang kemudian diolah supaya jadi arah kebijakan Kementerian LHK sepanjang 2018. Program pemerinah pun lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan seluruh elemen masyarakat.

Apa kata Ibu Menteri?

via infonawacita.com
Ibu Siti Nurbaya Bakar jawab pertanyaan wartawan. (Sumber: infonawacita.com)

”Formulasi ini nantinya dianalisis, dirumuskan menjadi program, dilaksakan, dan dievaluasi. Semua berlangsung sekaligus,” ujar Menteri Siti saat membuka acara, Senin (15/01).

Meskipun demikian, bukan berarti program kerja KLHK terdahulu ditingalin. Formulasi dari Environmental Outlook 2018 akan berjalan beriringan berbagai program kerja prioritas yang telah ditetapkan KLHK.

Menteri Siti berpendapat, kegiatan yang dihadiri aktivis, sektor swasta, akademisi, jurnalis, netizen, dan komunitas itu jadi bentuk keterbukaan kementeriannya terhadap semua pihak, sekaligus buka gerbang bagi berbagai kemitraan.

Masalah apa yang lagi dihadapi KLHK?

via liputan6.com
(Sumber: liputan6.com)

Sedangkan terkait kompleksnya permasalahan lingkungan yang lagi dihadapi, solusi dari segi konstitusi, struktural, dan teknik di lapangan akan terus dikembangin tanpa nyuekin pendapat para pemangku kepentingan.

”Seperti digunakannya instrumen kebijakan, perijinan sebagai pengawasan, dan kunjungan yang intens ke lapangan sebagai evaluasi,” jelas Menteri Siti.

Beliau bilang, salah satu permasalahan terkini yang sedang dihadapi kementeriannya adalah terkait persiapan Indonesia sambut Asian Games, terutama soal kualitas udara dan sumber air.

via setkab.go.id
Ibu Siti Nurbaya Bakar diwawancarai wartawan. (Sumber: setkab.go.id)

”Begitu pula soal tenurial (distribusi lahan). Kementerian betul-betul berusaha menyelesaikannya demi kepentingan bersama,” lanjutnya.

Terakhir Menteri Siti menggarisbawahi, agar hasil-hasil diskusi kegiatan ini dapat diformulasikan bersama untuk mencari cara yang lebih baik lagi.

“Sebagaimana arahan Bapak Presiden, yang paling penting adalah mengarahkan kerja Kementerian supaya menjawab masalah-masalah konkret di lapangan,” tegas Menteri Siti.

Acara tersebut terbagi menjadi tiga sub tema. Pertama, “Menuju Indonesia Bebas Pencemaran dan Perusakan Lingkungan.”

Tema kedua, “Arahan Kebijakan Korektif Lingkungan Hidup dan Kehutanan: Peluang dan Tantangan.” Tema ketiga adalah “Strategi Percepatan Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial.” Tertarik? Dateng aja. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.