Rabu, 21 Agustus 2019

Genmuda – Ada fakta ilmiah di balik gombalan setiap lagu, buku, dan film romantis. Berpegangan tangan sama si doi terbukti bisa menyelaraskan denyut jantung pola bernapas, bahkan mengurangi sakit. Kalo kata gombalan, mereka menjadi satu. #tsah!

Kesimpulannya muncul setelah uji-coba terhadap 22 pasangan heteroseksual (beda lawan jenis) berusia 23 hingga 32 tahun yang telah berpacaran atau jadi suami-istri selama lebih dari setahun.

Mereka diminta duduk di ruangan terpisah dari pasangan, duduk bersebelahan, dan duduk sambil pegangan tangan. Sambil lakuin tiga hal itu, aktivitas otak mereka dipantau oleh sederet sensor elektronik.

Apa kata pantauan sensor elektroniknya?

via: Youtube
(Sumber: Istimewa)

Saat sukarelawan berada di ruangan yang sama dengan pasangannya, gelombang otak mereka serasi dan senada. Gelombang itu makin selaras ketika berpegangan tangan.

Keselerasanan gelombang otaknya makin terlihat jelas ketika pihak cowok memegang tangan pihak cewek yang sedang kesakitan. Apabila ceweknya sakit tapi cowoknya gak memegang tangan, keselarasannya berkurang drastis.

“Terlihat bahwa rasa sakit sangat merusak hubungan dan sebuah sentuhan kecil bisa menyembuhkan hal itu,” kata Goldstein, kepala peneliti riset yang berasal dari University of Colorado Boulder, Amerika Serikat.

©Genmuda.com/2016 TIM
Karena cowok doi jauh dan gak bisa pegangan tangan, si teteh ini cemberut. Tuh lihat! ©Genmuda.com/2016 TIM

Makin pihak cowoknya berempati terhadap penderitaan pihak cewek, efek pegangan tangan makin terlihat jelas. Gelombang otak dua orang itu makin menyatu dan rasa sakit ceweknya pun berkurang drastis.

Sumpah! Kalimat itu sama sekali bukan kata-kata gombal karangan Genmuda.com, melainkan kesimpulan yang ditulis Goldstein beserta rekan peneliti di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America, 26 Februari 2018.

Ide penelitian soal berpegangan tangan itu muncul ketika Goldstein mendampingi istri melahirkan anak perempuannya. Saat dia masuk ruang yang sama dan mulai memegang serta membelai sang istri, rasa sakit yang dialami istrinya saat proses melahirkan berkurang drastis.

Hubungannya dalam kehidupan sehari-hari?

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Dalam konteks sehari-hari, penelitian itu nyimpulin banyak hal. Misalnya, berpegangan tangan bukan cuma sebagai formalitas dalam menjalin hubungan, melainkan sebuah kebutuhan.

Jadi, kalo kamu punya prinsip gak mau berpegangan tangan sebelum nikah, buru-buru ajak doi ke pelaminan biar kebutuhan itu terpenuhi. Soalnya, memegang tangan sahabat, saudara, atau orangtua belum tentu menghasilkan efek penghilang sakit kayak gitu. Penelitiannya aja belum ada.

Satu hal lagi. Karena berpegangan tangan punya efek segitu menenangkan bagi para cewek, cowok-cowok dapat melakukannya saat ceweknya marah, sedih, atau kesakitan karena kelingking kakinya kejedot meja. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.