Senin, 15 Oktober 2018

Genmuda – Perubahan iklim secara keseluruhan mengubah juga komposisi material di bumi. Kandungan oksigen di air laut menipis sepanjang abad 21 dan mengurangi jumlah oksigen dunia secara keseluruhan.

Curtis Deutsch, associate professor di Sekolah Oseanografi University of Washington Amerika Serikat bilang, “Penipisannya akan merata di seluruh laut pada 2030-2040 di satu bagian dan 2100 di bagian tropis.”

Penyebabnya adalah pemanasan global. “Bisa disimpulkan, suhu makin tinggi berarti makin tipis kandungan oksigen di laut,” kata Deutsch dikutip ScientificAmerican, 2016.

Penipisan itu punya efek bahaya bagi kelangsungan hidup berbagai biota laut hingga level kepunahan. Soalnya, semua makhluk butuh oksigen untuk bernapas. Selain itu, bertambahnya suhu laut bikin air sulit ditinggali ikan dan tumbuhan. Ujung-ujungnya, bahayain kelangsungan hidup manusia juga.

Efek buruk pemanasan global itu kerap dibicarain di sejumlah pertemuan negara dan Konferensi Perubahan Iklim di Paris. Negara-negara di bawah ini pun lakuin apapun yang mereka bisa untuk perbaiki kondisi lingkungan.

8. Tiongkok bikin hutan

via kompas.com
Hutan di Tiongkok. (Sumber: kompas.com)

Pemerintah Tiongkok bertekad bangun hutan seluas Irlandia sepanjang 2018 dengan nanami lahan seluas 6,66 juta hetare. Tujuannya, supaya cakupan hutan Negara Tirai Bambu ningkat dari 21,7 persen jadi 23 persen dari total luasan lahan sampe akhir 2020.

7. Denmark

via siemens.com
Pembangkit Listrik Tenaga Angin Denmark. (Sumber: Siemens.com)

Kehidupan berorientasi kelangsungan lingkungan di Denmark dilakuin dengan kurangi pemakaian bahan bakar fosil. Sekitar 20 persen energi Denmark kini didapat dari sumber energi terbarukan, yaitu pembangkit listrik tenaga angin. Targetnya, penggunaan energi baik itu bisa 100 persen tahun 2050.

6. Belgia

via nationsonline.org
Suasana pedesaan di Belgia. (Sumber: nationsonline.org)

Belgia telah ngucapin selamat tinggal pada industri berbahan bakar batu bara. Bahan bakar fosil itu terbakar untuk terakhir kalinya pada 30 Maret 2016. Dengan begitu, berkurang emisi karbon Belgia hingga 2 juta ton per tahun atau menghemat biaya penanggulangan polusi lingkungan hingga 82 juta Euro.

5. Portugal

via telegraph.co.uk
Suasana tepi laut Portugal. (Sumber: telegraph.co.uk)

Sepanjang 2008-2012, data European Environment Agency bilang kalo Portugal berhasil mengurangi sekitar 27 persen emisi karbon dibanding 1990. Selain itu, Portugal juga berhasil mengolah sampah jadi sumber energi. Portugal pun masuk dafar 10 negara Eropa paling ramah lingkungan.

4. Maroko

via cntraveler.com
Gurun Sahara di Maroko. (Sumber: cntraveler.com)

Banyak hal yang Maroko lakuin untuk pastiin kelestarian lingkungannya yang terbilang ekstrem bergurun-gurun. Misalnya, dengan mengalihfungsi gudang tua jadi sumber mata air, menghapus subsidi semua bahan bakar minyak, hingga optimalin sumber energi alternatif.

3. Inggris

via sweetpeacottage.org
Pemandangan aerial London tanpa asap industri. Sebuah pemandangan langka. (Sumber: sweetpeacottage.org)

Tanggal 21 April 2017 merupakan waktu yang ditunggu Pemerintah Inggris. Soalnya, negara kerajaan itu berhasil mengakhiri masa-masa penggunaan batu bara untuk industri sejak era Revolusi Industri Abad 19.

2. Swedia

via armigatus.wordpress.com
Selain karena kemampuan daur ulang sampah jadi energi, Swedia juga terkenal karena penduduk cantiknya. (Sumber: armigatus.wordpress.com)

Saking bagusnya industri daur ulang sampah jadi energi, Swedia sampe kekurangan sampah dalam negeri untuk diolah. Pemerintahnya sampe perlu impor dari negara-negara tetangga. Saking efektifnya, media Inggris pun iri berat sama produktivitas pabrik daur ulang Swedia.

1. Prancis

via generations.fr
Emanuel Macron, Presiden Prancis. (Sumber: generations.fr)

Di Prancis lah pertemuan besar terkait perubahan iklim berlangsung. Pertemuan di Ibu Kota negara itu jugalah para pemimpin negara di seluruh dunia dipaksa peduli pelestarian lingkungan.

Namun demikian, bukan berarti kerja negara-negara di atas udah selesai. Pelestarian lingkungan perlu diterusin hingga anak-cucu nanti. Apa nih yang udah kamu lakuin hari ini untuk jaga alam di sekitar kamu? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.