Selasa, 23 Oktober 2018

Genmuda – Kejeniusan dalam ngerjain skripsi, mengelola organisasi, dan nyari solusi permasalahan lain bisa didapat dengan mengubah kebiasaan. Meski gak dianggap “normal,” para jenius sepanjang sejarah terbukti pernah melakukannya.

Sebut aja Lewis Carroll, Nicola Tesla, Friedrich Nietzsche, hingga Albert Einstein. Masing-masing punya kebiasaan unik dalam melalui hari. Bahkan tidurnya juga unik.

Meski masih bisa diperdebatin antara kebiasaan tersebut dengan struktur otak jenius mereka atau sebaliknya, kebiasaan tiap tokoh jenius ini terbukti berdasarkan riset dan logika dalam ningkatin kejeniusan seseorang. Buat kamu yang masih kuliah gak salahnya nih dicoba.

“Because normal is so fricking boring” – Anon

1. Diskusi sama diri sendiri

Ciptain aja anti-thesis terhadap segala thesis yang dipikirin. Debat semua ide yang terlintas di kepala oleh diri sendiri. Cuma dengan begitu, ide tadi teruji keabsahannya sebelum diungkapin ke publik. Sebagian orang ada yang lakuin proses itu sambil bergumam, ada juga yang diem aja kayak orang bengong bego.

2. Ngetik kayak Lewis Carroll

via newsweek.com
Lewis Carroll, pakar matematika dan penulis buku fiksi legendaris. (Sumber: newsweek.com)

Pakar matematika asal Inggris sekaligus penulis cerita “Alice’s Adventures in Wonderland” selalu ngetik segala karya ilmiah dan fiksi sambil berdiri. Cara itu juga dilakuin Ernest Hemingway, Soren Kierkegaard, dan sejumlah penulis legendaris dunia.

Akhirnya, cara para jenius dunia literatur diadaptasi ke sejumlah kantor modern dengan standing desk. Selain bermanfaat besar buat jaga berat badan dan kelancaran darah, meja kerja berdiri juga ningkatin produktivitas kerja hingga 46 persen daripada posisi duduk.

3. Kerja kayak Anthony Trollope

via tabletmag.com
(Sumber: tabletmag.com)

Anthony Trollope buktiin, kerja kreatif sekalipun butuh penjadwalan ketat dan konsistensi layaknya jam kerja buruh pabrik. Dengan wajibkan dirinya menulis 250 kata selama 15 menit tiap 3 jam, pria Inggris itu berhasil terbitin 47 novel, 18 buku non-fiksi, 12 cerita pendek, 2 naskah teater, dan ribuan surat.

Semua itu dicapai sejak tahun 1847-1885. Dengan kata lain, dalam satu tahun, doi terbitin lebih dari dua buku. Di Indonesia, ada Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie (Sumpah itu nama aslinya), penulis jenius Indonesia yang terbitin 27 novel selama 7 tahun.

4. Jalan ala Friedrich Nietzsche

via erickimphotography.com
Friedrich Nietzsche. (Sumber: erickimphotography.com)

Filsuf Friedrich Nietzsche anggap jalan kaki bukan sebagai tugas berat, melainkan sebagai kegiatan yang nenangin batinnya. Keseharian beliau dipenuhi kerjaan penuh tekanan. Nietzsche merupakan profesor di Universitas Basel Swiss.

Saat jalan-jalan sore itu, pikirannya dibuka lebar-lebar buat mikirin apapun yang bisa dipikirnya mengenai sejarah, politik, budaya, hingga kehidupan ekonomi orang Eropa. Dari jalan sambil “bengong” itulah terlahir berbagai fondasi filsafat pemikiran modern. Kalo kamu gak percaya baca aja sumber yang udah Genmuda.com kasih.

5. Tidur ala Einstein

via businessinsider.com
(Sumber: businessinsider.com)

Setiap hari, Einstein habisin waktu 10 jam buat tidur panjangnya, sementara kebanyakan pria pada umumnya tidur 8 jam. Pada era modern, hampir semua orang tidur rata-rata 6 jam. Malah, ada yang kurang dari itu. Pantesan gak ada lagi yang sejenius Einstein.

Riset bilang, tidur bikin otak punya “kecerdasan fleksibel.” Itu adalah kemampuan otak mengolah banyak informasi dan memprosesnya buat beradaptasi dalam hadapi masalah baru, menggunakan logika pada situasi baru, dan menganalisis pola.

6. Tidur siang ala Da Vinci

via cbs.com
(Sumber: cbs.com)

Mahasiswa sulit dipisahin dari begadang, mungkin buat ngerjain tugas atau nonton bola skripsi. Apapun alasannya, kebutuhan tidur tetep bisa terpenuhi dengan menyontek trik tidur “Uberman” Leonardo Da Vinci.

Pelukis, pakar anatomi, sekaligus penemu berbagai temuan unik Abad Pencerahan biasa tidur siang selama 20 menit tiap empat jam. Trik tidur itu pasti bisa dipake di manapun, termasuk di kampus dan di kantor.

7. Menjomblo yang bermanfaat kayak Newton

via businessinsider.com
(Sumber: businessinsider.com)

Sama kayak mahasiswa dan begadang, Sir Isaac Newton dan jomblo merupakan dua entitas yang gak terpisahkan. Sepanjang hidup, penemu hukum gravitasi itu gak menjalin cinta dan menikah.

Waktu-waktu sendirinya dipake mikirin dunia dan segala hukum fisika yang membentuknya. Hingga akhir hayat, Newton pun temuin banyak banget teori serta ciptain teleskop dan warisan yang bikin beliau dikenang sampe kiamat, yaitu buku Mathematical Principles of Natural Philosophy. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.