Jum'at, 25 Mei 2018

Genmuda – Dunia transportasi online kecolongan akibat aksi “tuyul.” Para driver pemakainya bisa mencurangi sistem supaya untung sendiri, bahkan sampai bisa dapat untung banyak sambil leha-leha di kontrakannya.

“Tuyul” yang dimaksud tentu bukan makhluk halus berkepala botak yang bisa nyuri uang atas perintah majikannya. Melainkan, aplikasi ‘kloning’ untuk palsuin lokasi driver hingga bikin pesanan palsu yang kemudian terselesaikan sendiri.

Ibarat main game, Tuyul punya cara kerja mirip seperti “Game Guardian” pada Android, “Game Shark” pada PlayStation One, “CodeBreaker” pada PlayStation 2, atau “Trainer” pada PC. Semuanya adalah cara curang.

Biar tuyul yang cari pesanan

via gta5-mods.com
(Sumber: gta5-mods.com)

Aplikasi tuyul udah jadi rahasia umum antar driver gojek dan para penumpang yang mendengar ceritanya dari driver tersebut. Genmuda.com pun beberapa kali denger cerita itu dari berberapa driver transportasi online.

Cerita terakhir Genmuda.com denger dari salah satu driver di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (1/2). “Ada macem-macem tuyul sekarang.” kata driver yang gak mau disebut namanya,

Ada tuyul online yang bisa palsuin lokasi driver sehingga yang bersangkutan mampu mengambil pesanan dari lokasi yang gak seharusnya. “Istilahnya, biar tuyul yang nyari penumpang. Saya juga gak begitu paham cara kerjanya. Saya gak pakai,” katanya.

Tuyul yang menyelesaikan pesanan sendiri

via warungkopi.okezone.com
(Sumber: warungkopi.okezone.com)

Gak lama sebelum itu, ada pengguna tuyul online yang ditangkap Polda Metro Jaya. “Sebulan saja bisa dapat Rp 10 juta,” ungkap tersangkanya yang berinisial FA, di Markas Polda Metro, dikutip Kompas.com.

Dalam waktu sehari, pelaku bisa menyelesaikan lima hingga enam order piktip (Opik) dalam rentang pukul 14.00 hingga 16.00. Untuk sampai pada titik kecurangan itu, dia pakai lebih dari satu ponsel secara bersamaan.

Berita lain di Kompas.com bilang, FA punya semacam komplotan beranggotakan 10 orang yang berkumpul di satu kontrakan. Mereka patungan sewa kontrakan 6 bulan seharga Rp 20 juta dan beli hingga 170 ponsel.

Kelompok yang mengaku sebagai perkumpulan mitra ojek online itu mengaku, mereka juga patungan untuk biaya memodifikasi ponsel agar dapat dipasangi tuyul online dan membuat Opik.

Teknisi tuyul menyusup ke kantor tranportasi online

via gelaskosong.com
(Sumber: gelaskosong.com)

Pengakuan komplotan itu menyiratkan bahwa ada teknisi yang membuka jasa pemasangan tuyul online. Polisi juga menangkap teknisi itu yang sebut saja berinisial AA (24 tahun) selain kompoltan FA, yaitu RJ, GJH, YR, D, ET, PA, M FF, dan PE.

Perantara AA dengan kesepuluh anggota komplotan itu pun dibekuk. Dia adalah wanita berinisial MCL (34 tahun). Jadi, polisi menangkap 12 orang atas kasus tuyul online.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dikutip berita lain Kompas.combilang, “AA masuk ke Grab, lalu masuk ke software, dan programnya diubah. Seolah-olah, pelaku melaksanakan transaksi, mengantar orang, padahal dia hanya diam di meja.”

Dugaan sementara, masih banyak teknisi tuyul berkeliaran

via telset.id
(Sumber: telset.id)

Berdasarkan penyelidikan polisi, AA belajar modif ponsel secara otodidak dan baru beraksi selama tiga bulan dengan tarif 100 ribu per ponsel. JSYK, pemasangan tuyulnya dilakuin dengan proses root Android.

Berhubung cerita soal tuyul online ini udah jadi rahasia umum sejak tahun-tahun lalu, sah untuk menduga kalo ada teknisi tuyul lain selain AA dan mereka masih berkeliaran berbuat curang.

“Kami tidak akan ragu untuk memberi hukuman berat dan memutus hubungan kemitraan mitra pengemudi yang melanggar kode etik,” kata Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, dikutip Kompas.com, (31/1). (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.