Sabtu, 28 November 2020

Genmuda – Kamu suka sadar gak sih kalo barang-barang luar negeri yang dijual di Indonesia tuh harganya lebih mahal daripada di negara asalnya? Misalnya aja, harga sepatu kece yang di luar negeri cuma 2 jutaan rupiah berubah jadi 2 juta lebih bahkan sampai 3 juta rupiah begitu dijual di Indonesia.

Selain ongkos kirim, barang itu juga kena biaya tambahan yang berupa bea masuk. Jumlah bea masuknya bener-bener tergantung jenis barangnya. Kalau negara pengirimnya terlibat kerjasama dagang dengan Indonesia, harganya bisa beda lagi.

Nah, penentuan dan pelaksanaan tarif bea masuk itu diatur dalam sederet undang-undang yang bisa Kawan Muda baca lebih lengkap di Buku Tarif Kepabeanan Indonesia (BTKI). Segala urusan undang-undang dan hitung-hitungan administrasi itulah yang jadi makanan pegawai kepabeanan tiap hari, gaes.

Kenapa harus dimahalin harganya?

via giphy.com

Bea masuk barang tuh fungsinya ada dua, gaes. Pertama, untuk mendata kalo barang yang masuk tuh aman, berlisensi, bisa dipertanggungjawabkan, dan bukan barang selundupan yang bahayain konsumen Indonesia. Tugas pegawai kepabeanan yang mengawasi legalitas barang di pelabuhan kargo.

Kedua, tentu aja buat melindungi industri dalam negeri dari persaingan masuknya barang impor sejenis. Melindunginya kayak gimana? Kayak gini. Misalnya harga tas merk luar dan merk Cibaduyut sama-sama 1 juta rupiah. Kalo harganya sama, merk luar pasti lebih dipilih karena punya prestis. Makanya, harga barang impor dimahalin.

Misalnya barang impor itu tetep dipilih dari produk dalam negeri, Indonesia tetep untung karena uang beanya masuk kas pemerintah. Kas itu lah yang nantinya kembali ke warga lagi dalam bentuk pelatihan gratis, pembenahan sarana-prasarana, atau program lain yang memihak rakyat.

Barang apa aja yang dikenai bea?

via imgur.com

Semua barang luar negeri yang dibeli warga Indonesia tuh kena bea tambahan. Kecuali, barang seharga 100 dollar AS ke bawah yang dibeli dalam satu hari. Kebijakan baru itu dikeluarin Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) sebagai bentuk toleransi kebiasaan belanja online orang Indonesia.

Contohnya gini. Kamu tetep dikenai tarif bea masuk bila beli 3 barang seharga 80 dollar AS pada hari yang sama. Tapi, gak kena bea apapun bila masing-masing barang itu dibeli di hari yang berbeda. Dah. Gak usah bingung. Inget-ingetnya gini aja: Jangan impor barang lebih dari 100 dollar AS di hari yang sama.

Jadi, lebih baik beli langsung ke luar negeri?

Gini ya, gaes. Bea ini juga berlaku untuk barang-barang yang dibawa orang Indonesia dari luar negeri, termasuk oleh-oleh. Kamu cuma boleh bawa barang asing maksimal senilai 250 dollar AS per individu atau 1.000 dollar AS per keluarga untuk tiap kali kedatangan. Lebih dari itu, kamu harus bayar bea impor sesuai dengan ketentuannya.

Bea dan cukai itu sama ya?

via imgur.com

Nah, kamu juga harus tau kalo cukai itu beda dari bea. Cukai itu biaya tambahan lain buat barang-barang yang konsumsi dan peredarannya harus dikendaliin karena punya efek negatif bagi warga. Mengacu pada situs beacukai.go.id, barang kena cukai tuh etil alkohol (EA), etanol, minuman yang mengandung etil alkohol, dan hasil tembakau.

Makanya, harga minuman beralkohol dan rokok impor di Indonesia tuh jauh lebih mahal daripada di negaranya. Udah kena bea ditambah kena cukai. Tujuannya jelas supaya kamu mikir gini: “Gilak! Mahal amat yak harga rokok. Daripada gue bakar duit mulu, mending nabung aja dah buat kawin untuk keduakalinya,” gitu. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.