Sabtu, 25 Mei 2019

Genmuda – Buat Kawan Muda yang ngakunya seorang bookworm sejati, aroma buku lama yang khas tentu udah bukan hal yang asing lagi buat kamu. Justru, bisa jadi hal pertama yang kamu lakuin sebelum ngebaca buku tersebut adalah nyium aromanya itu dulu.

Buku lama dan buku baru masing-masing memang punya aroma khas yang berbeda. Bahkan, buku lama punya aroma yang enak banget sampai-sampai rasanya pengen kamu jadiin parfum segala. Pokoknya engga perlu ngelihat bentuk fisiknya pun kamu udah tau deh kalau itu buku lama.

Lantas, kenapa sih buku lama punya aroma yang sebegitu dahsyatnya? Kenapa buku baru engga bisa kayak gitu? Well, menurut SciShow, aroma buku lama yang kuat itu berasal dari bahan kimia yang bisa ditemuin pada tinta, kertas, maupun jilidannya.

(Sumber: YouTube)

Kertas terbuat dari bubur kayu, sehingga mengandung banyak senyawa organik, kayak misalnya selulosa dan lignin. Berbagai senyawa kimia tersebut bereaksi terhadap cahaya, panas, dan kelembaban dengan terurai secara perlahan. Saat terurai, senyawa-senyawa itu akhirnya ngeluarin senyawa organik volatil (VOC) yang mudah menguap, sehingga bisa menyebar melalui udara dan nyiptain aroma yang kuat.

Dengan kata lain, buku lama juga punya aroma yang khas karena dipengaruhi sama proses produksinya. Beragam jenis VOC biasanya bakal muncul tergantung pada gimana pihak produsen ngebikin dan ngejilid halaman-halaman pada buku tersebut.

FYI, buku lama sama buku baru punya aroma yang beda soalnya proses manufaktur modern ngegunain bahan kimia yang berbeda. Contohnya adalah hidrogen peroksida buat mutihin kertas dan alkil ketena dimer buat bikin halaman-halamannya sedikit lebih tahan air.

(Sumber: pixabay.com)

Bukan cuma itu, aroma yang spesifik pada buku lama biasanya nandain adanya senyawa yang spesifik pula. Kalau kamu nyium aroma almond, itu artinya pada buku tersebut terdapat benzaldehida. Kalau aromanya kayak vanila, ya udah pasti vanila. Tapi, kalau aromanya lebih manis, itu tandanya ada etilbenzena. Sebaliknya, kalau aromanya kayak bunga, itu kamu lagi nyium 2-etilheksanol.

Yang lebih menariknya lagi, para ilmuwan dan sejarawan ternyata ngegunain aroma pada buku lama buat mempelajari lebih lanjut usia dari buku tersebut. Mereka ngegunain VOC pada buku lama buat nentuin kapan buku tersebut diproduksi, gimana dibuatnya, dan apakah udah terpapar asap rokok atau kerusakan air. Banyak deh yang bisa diungkap, Kawan Muda.

So, sekarang kamu udah tahu ‘kan kenapa buku lama punya aroma yang khas dan berbeda dari buku baru? Kalau kamu masih penasaran, belum puas, dan butuh penjelasan lebih lanjutnya lagi, kamu tonton dulu aja video SciShow berikut ini biar bisa dapat lebih banyak pencerahan:

(sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer