Selasa, 24 November 2020

Genmuda – Pindah tempat dari Jakarta ke Pekalongan, Jawa Tengah dalam waktu satu jam lewat jalur darat kayaknya cuma khayalan, empat tahun lalu. Pada Rabu (2/8), khayalan itu mulai jadi kenyataan karena laporan uji lapangan kedua “kereta” super cepat Hyperloop One nunjukin hasil berkali lipat lebih baik dari uji lapangan pertama.

Sarana transportasi masa depan itu sukses melaju secepat 308,9 kilometer per jam pada tes kedua, sementara pada tes pertama yang berlangsung pertengahan Juli lalu hanya bisa maksimal 111,1 kilometer per jam. Dengan kecepatan seperti itu, Jakarta-Pekalongan yang jaraknya sekitar 352 km bisa ditempuh dalam sejam lebih-lebih dikit.

Selain itu, “kereta” Hyperloop One juga sukses menempuh jarak 500 meter dari yang sebelumnya cuma jalan sekitar 100 meter. Orang-orang yang ngegarap hyperloop yakin kalo kecepatan dan jarak tempuh alat transport ciptaan mereka masih bisa ditingkatin karena teknologinya canggih. Secanggih apa? Liat aja ceritanya nih.

1. Dia-dia lagi, konsepnya berasal dari makalah Elon Musk

via Istimewa
Ini Elon Musk, pendiri Tesla Motors. (Sumber: Istimewa).

Tahun 2013, Elon Musk bikin sebuah makalah singkat yang menyatakan kalo sebuah kereta bisa melaju hingga 800 mil per jam (1.287,48 kmh) tanpa menyiksa penumpang dengan guncangan dan tekanan udara. Pada saat itu, orang-orang masih setengah percaya sama ide yang terbilang sinting berhubung kecepatan itu biasanya dicapai sama pesawat tempur dan roket luar angkasa.

2. Kereta yang bukan kereta

via hyperloop-one.com
(Sumber: hyperloop-one.com)

Untuk melampaui kecepatan suara itu, keretanya harus bebas semua hambatan. Berarti, jalannya gak bisa di atas rel dan harus di ruang kedap. Maka, lahirlah konsep “hyperloop,” yaitu kendaraan pengangkut penumpang yang berjalan dengan magnet di dalam tabung kedap udara. Bukan dengan rel di ruang terbuka.

3. Idenya dibuat sama anak-anak Hyperloop One

via hyperloop-one.com
Ini Rob Lloyd, founder perusahaan Hyperloop One. (Sumber: hyperloop-one.com)

Teori Elon Musk tadi akhirnya dikerjain sama Rob Lloyd cs sekitar setahun berikutnya. Mereka ngerekrut hingga 280 pakar transportasi, ahli ruang kedap, dan peneliti gaya magnetis ke dalam project Hyperloop One.

4. Teknologi “Mag-Lev”

via wikimedia.org
(Sumber: wikimedia.org)

Teknologi “rel magnetis” yang diomongin Musk di makalah kemudian dimodifikasi sesuai kondisi lapangan. Ban keretanya tetep nempel di rel ketika berhenti, lalu perlahan terangkat hingga akhirnya melayang seiring dengan bertambahnya kecepatan. “Jurus” teknologi itu dinamain “Mag-Lev,” singkatan dari Magnetic levitation. Dengan begitu, tiap gerbong bisa melaju bebas gesekan supaya penumpang gak berguncang.

5. Teknologi “DevLoop”

via mashable.com
(Sumber: mashable.com).

Sementara itu, teknologi tabung kedap udara di makalah Musk dibangun di atas tanah dan keliatan seperti pipa gas. Namun, diameter pipa itu cukup besar sehingga gerbong penumpang yang bernama XP-1 bisa muat di dalamnya.

6. Masih jadi kendaraan tercepat ketiga

via japanbullet.com
Kereta supercepat Jepang masih yang tercepat. (Sumber: japanbullet.com)

Meski terkesan cepat, tes kedua Hyperloop One cuma nunujukin kalo kendaraan itu masih tercepat ketiga di dunia. Kendaraan tercepat pertama masih dipegang prototipe kereta shinkansen Mag-Lev Jepang (max 1.346 kmh) dan yang kedua disabet kereta Mag-Lev supercepat Tiongkok (max 1.036 kmh) yang udah dipakai untuk publik.

7. Nambahin daya lontar mesin

via thenextweb.com
(Sumber: thenextweb.com)

Oleh karena itu, Rob Lloyd cs mau nambahin kekuatan mesin pelontar hyperloop supaya bisa melaju 1.000 kmh (sekitar 600 mil per jam). Namun, tim Hyperloop One harus menangani banyak urusan pembebasan lahan uji coba dan nego sebelum akhirnya tes ketiga dilakuin.

8. Rencananya, rampung 2021

via hyperloop-one.com
Milestone Hyperloop One. (Sumber: hyperloop-one.com)

Berdasarkan keterangan Llyod kepada thenextweb.com, Jumat (4/8), project pertama Hyperloop One bakal rampung 2021. Ketika itu, kereta, tabung, dan stasiunnya udah siap dipakai. Project itu belum dijelasin mau dibangun di mana, tapi web Hyperloop One nunjukin rencana pembangunan trek dari Melbourne ke Sydney.

Mereka optimis kalo project ini bisa diadaptasi di semua negara tanpa terhalang kondisi geografis. “Karena, kami tidak menjual alat transportasi. Melainkan, menjual waktu tempuh yang dipercepat,” tulis tim Hyperloop One di websitenya. Nah, penjelasan yang lebih teknisnya bisa kamu liat di video ini.

(sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.