Selasa, 23 Juli 2019
Ngulik

Kejar Mimpi dan Cita-cita Barengan Film ‘Ballerina’

Dok. BallerinaDengan sayap yang ditemukannya, Victor (atas) ngajak Félicie terbang di atas langit Paris. (Sumber: Dok. Ballerina)

Genmuda – Apa yang bakal Kawan Muda lakuin kalo punya cita-cita tinggi tapi bertentangan sama kebudayaan, kebiasaan, dan keinginan keluarga kamu? Apa kamu masih ngotot mengejarnya walau harus sembunyi-sembunyi? Atau jangan-jangan kamu nyerah gitu aja?

Jika hal kayak gitu lagi kamu alamin, engga ada salahnya kamu simak film ‘Ballerina’ yang tayang tanggal 4 Januari 2017 di Indonesia. Film animasi garapan tiga rumah produksi Prancis, Caramel Film, Quad Productions, dan Main Journey ini punya jalan cerita yang kurang lebih sama dengan intro yang tadi penulis ceritain ke kamu.

Lewat tema besar film from zero to hero, ‘Ballerina’ bukan sekedar film animasi balutan ‘Bawang Merah-Bawang Putih’ biasa. Emosi kamu seolah dibuat naik-turun seperti roller coaster sama film yang punya judul ‘Leap!’ di Amerika Serikat.

Seorang biasa yang mengejar mimpi

dok. Ballerina
Félicie lagi berlatih melompat ala ballerina. (Sumber: dok. Ballerina)

Kisahnya dimulai dengan adegan Félicie Milliner (Elle Fanning), seorang yatim-piatu berambut merah yang hobinya menari dan mau kabur dari panti asuhannya di Brittany (Little Brittain), –sebuah daerah pedesaan di Prancis, ke Paris sekitar tahun 1879.

Keinginan Félicie belajar menari didorong lantaran hobinya engga bisa tersalur jika tinggal di panti asuhan. Niatnya selalu gagal sampe akhirnya Victor (Dane DeHaan), sahabat Félicie yang berantakan dan bercita-cita jadi penemu andal, ngebantu doi untuk pergi ke Paris.

Setelah melewati kejaran penjaga panti asuhan, kedua tiba di Paris. Akan tetapi kenyataan engga seramah harapan Félicie. Doi perlu andelin segala cara supaya diterima di sekolah balet karena perbedaan kebudayaan dan strata sosial antara si kaya dengan si miskin.

dok. Ballerina
Dalam film digambarkan kalo menara Eiffel sedang dalam tahap pembangunan. (Sumber: dok. Ballerina)

Félicie tumbuh besar sama kebudayaan Breton yang enerjik. Doi perlu menyesuaikan diri sama kehidupan orang ‘borjuis’ di Paris yang anggun dan lembut. Dalam prosesnya, cinta dan kesetiaan Félicie kepada semua orang yang membantunya diuji habis-habisan.

Sepanjang perjalanan, Félicie bertemu berbagai macam karakter untuk misalnya, Odette (Carly Rae Jepsen) si tukang bersih-bersih sekolah tari yang cool, Camille Le Haut (Maddie Ziegler) si anak orang tajir yang manja, dan Merante (Terrence Scammell) sang pelatih balet yang killer abis.

Humornya slapstick tapi ngena

dok. Ballerina
Adegan Victor dan Félicie kabur dari panti asuhan. (Sumber: dok. Ballerina)

Humor juga jadi salah satu hal yang muncul di animasi drama besutan sutradara Eric Summer dan Éric Warin itu. Lawakannya lebih banyak disampaikan lewat gerakan fisik atau ekspresi lucu dan lebay (slapstick jokes) daripada lewat dialog. Film-film lain yang ngandelin humor macam itu misalnya Mr Bean, Tom & Jerry, dan film-film Looney Tunes. Lain dari film lawak Hollywood yang lebih banyak jokes ala stand-up comedy daripada slapstick jokesnya.

Di salah satu adegan lawak, banyak anak-anak kecil kegirangan. Di adegan lain, giliran penonton lebih dewasa yang ketawa dan ngasih respon positif. Seolah-olah, adegan lawaknya sengaja dibuat dua versi buat anak-anak dan orang dewasa.

Scoringnya keren abis

dok. Ballerina
Ki-ka: Félicie dan Camille Le Haut beradu balet. (Sumber: dok. Ballerina)

Selain dengan animasi halus, penonton juga dimanjain sama soundtrack yang kece. Dari awal filmnya mulai, semua lagunya berhasil bikin penonton seneng, ketawa, tegang, sedih, atau gembira, sesuai adegannya. Meski nyeritain kehidupan calon balerina cilik, musik pengiring filmnya beraliran pop. Bukan klasik kayak lagu-lagu balet pada umumnya. Beberapa lagunya tentu dibawain sama Carly Rae Jepsen.

Di akhir film, semua karakternya bakalan nunjukin jati diri yang sebenarnya dan saat itu bakal ketauan tokoh antagonis utama drama keluarga itu. Kalo penulis dapat simpulin ‘Ballerina’ jadi sajian manis film keluarga di awal tahun nanti. Meski jauh dari sorotan media, namun kalo kamu suka film animasi dengan jalan cerita yang dalem dan berkesan kayak ‘The Little Prince’ film ini jelas WAJIB kamu tonton.

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.