Senin, 15 Oktober 2018

Genmuda – Cewek-cewek suka sebel gak sih ngeliat cowok chubby keliatan langsing dalam beberapa bulan doang? Sementara itu, badan diri sendiri justru tambah lebar dan berat, meski diet seketat kaus kaki terus dijalanin.

Terus, suka sebel juga gak sih saat dia gak sampe terkapar gak bisa ngapa-ngapain karena flu, padahal kamu masih bisa masuk kelas, ngerjain tugas, beres-beres rumah, masak, dan gosip seperti biasa meski kena flu juga?

Seperti itulah kondisinya antara cowok dan cewek pada umumnya. Perbedaan anatomi tubuh bikin cowok lebih gampang langsing tapi lebih rentan kena flu parah.

Kenapa lebih gampang langsing?

via istimewa

Saat ngelakuin olahraga yang sama dengan cewek, cowok-cowok sebenernya ngebakar kalori lebih banyak. Kenapa gitu? Karena badan mereka relatif lebih besar, tinggi, dan berat sehingga lebih menguras lebih banyak energi.

“Tak terbatas gender, orang-orang yang relatif lebih kecil rentan kelebihan kalori bila mengikuti pola makan orang yang lebih besar,” kata Joey Gochnour, pakar nutrisi dan pelatih kebugaran, dikutip MedicalDaily.com.

Selain dengan mengurangi kalori, kegampanglangsingan cowok juga dipengaruhi jumlah hormon testosteron. Hormon pengubah protein jadi sel otot itu terdapat lebih banyak di tubuh cowok daripada cewek.

via imgur.com

Penelitian University of Missouri AS di MetabolismJournal.com, 2012, bilang, cewek butuh 20 persen lebih banyak olahraga supaya peroleh hasil yang sama kayak cowok dalam kurun 6 bulan.

Jadi, kalo si doi bisa langsing dengan rutin joging 100 menit dalam lima hari, kamu harus joging 120 menit dengan intensitas yang sama, girls. Jangan anggap kondisi ini gak adil, karena daya tahan tubuh cowok tuh lebih lemah.

Kenapa cowok lebih rentan flu parah?

via imgur.com

Sakit flu sedikit aja, cowok bisa beraksi lebay dengan gak masuk tiga hari, cuma bisa tiduran, dan berlaga kayak Setya Novanto orang sakit keras. Dia gak lebay. Badan cowok emang selemah itu.

Studi daya tahan tubuh di British Medical Journal (BMJ), Senin (11/12), bilang, “Jumlah laki-laki di Hongkong periode 2004-2010 yang masuk rumah sakit karena flu jauh lebih banyak dari perempuan. Di Amerika, kasus flu pada laki-laki bahkan berujung kematian.”

via daactarnistrange.wordpress.com

Kerentanan itu diperkirakan terjadi lantaran jumlah hormon testosteron cowok lebih banyak daripada estrogen. Kata jurnal itu, hormon testosteron ngelemahin tubuh dari penyakit flu.

Sementara itu, hormon estrogen yang lebih banyak terdapat pada cewek, cenderung nguatin daya tahan. Jadi, cowok sebenernya emang beneran gak kuat meski cuma diserang flu ringan.

Bahkan, World Health Organization PBB nyuruh tiap tenaga medis “memperhitungkan jenis kelamin pasien saat menangani kasus influenza.” Jadi, cowok-cowok cemen bisa ditangani sebelum terlambat.

Inti peristiwa ini bisa dua. Pertama, cowok hanyalah makhluk yang kuat diluar dan lemah di dalam. Kedua, cowok dan cewek ada buat saling melengkapi. Cowok yang jagain cewek dari luka-luka fisik, sementara cewek yang ngejagain ketika cowok sakit. Romantis, kan? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.