Senin, 15 Oktober 2018
Gaya HidupKesehatan

Kata Sains: Ini Kenapa Kamu Sering Lapar, Mager, dan Galau di Musim Hujan (Dan Cara Mengatasinya)

(©Genmuda.com/2016 TIM)Dua orang pengunjung lagi berfoto di WTF 2016, Minggu (14/8). Meski hujan, penonton tetep hepi mengikuti acara. (©Genmuda.com/2016 TIM)

Genmuda – Pada cuaca makin dingin, aktivitas yang paling enak dilakuin adalah tidur, makan, tidur lagi, lalu makan lagi. Gitu aja terus. Kawan Muda pasti sepakat kan kalo musim hujan adalah musim berat badan naik. Huft!

Naluri terus mengunyah dan cuaca dingin bukan mitos. Ada penjelasan ilmiahnya loh, gaes. Biar kamu makin paham, yuk baca aja di bawah ini.

Tubuh beradaptasi dengan suhu rendah

via Istimewa

Secara alamiah, aktivitas tubuh akan turun saat berada di lingkungan bersuhu rendah. Itu sebabnya kamu bakal sering mager tiap kali musim hujan tiba.

Gak cuma itu, tubuh juga cari cara buat beradaptasi di cuaca dingin. Salah satu caranya dengan memproses zat makanan yang dikonsumsi jadi lapisan-lapisan lemak yang ngangetin tubuh.

Metabolisme menurun

via dailymail.co.uk
Mbak Kim Kardashian dan Mas Kanye West lesu banget, nih. Metabolisme lagi turun, ya? (Sumber: Dailymail.co.uk)

Proses tubuh mengubah berbagai zat di dalam tubuh jadi energi dan karbon dioksida, atau yang gampangnya disebut metabolisme turun seiring turunnya suhu lingkungan. Makin turunnya metabolisme, makin kecil energi yang dihasilin.

Kondisi itu merangsang tubuh dan insting buat cari makanan. Karena itu, kamu pengen makan terus saat cuaca dingin. Semacem kalo kamu abis berenang aja. Pasti bawaannya laper kan?

Cuaca dingin bikin stres. Stres bikin pengen makan

via wegotfoodcovered.com
(Sumber: wegotfoodcovered.com).

Di dalam otak manusia, ada satu zat yang namanya serotonin. Zat yang berfungsi salurin pesan dari otak ke anggota tubuh lainnya itu butuh asupan gizi biar berfungsi dengan baik.

Serotonin yang berada di otak ini juga ikut menurun selama suhu udara rendah. Soalnya, tubuh lebih banyak alokasiin zat makanan buat ngangetin tubuh daripada ngasih jatah buat serotonin.

Kekurangan berbagai zat penting ini akhirnya bikin tubuh secara instingtif cari makanan. Kalo gak makan, gak akan ada gizi buat serotonin dan efeknya kadar stress kamu bakal meningkat. Dan, apa yang terjadi kalo seseorang stres? Benar. Penggen makan.

Cara mengatasinya?

via Istimewa
Gak usah galau gitu dong, mbak. Ini kan cuma hujan. Bukan akhir dari hubungan kita. #cielah. (Sumber: Istimewa)

Tanpa harus disuruh, kamu pasti sering pake jaket dong kalo lagi musim hujan. Berpakaian yang tebal bisa bantu kamu buat menghangatkan tubuh, bisa pakai jaket, coat, atau cardigan panjang. Itu keputusan tepat.

Dengan kamu berpakaian hangat, suhu tubuh bakalan stabil sehingga kerja tiap organ gak bakalan menurun. Naluri mengunyah bakal hilang, kecuali kamu emang aslinya doyan makan.

Makanan paling cocok di musim hujan

via Istimewa
Sumber makanan sehat yang enak tuh bentuknya kayak gini. (Sumber: Istimewa)

Bersyukur deh buat kamu yang suka makanan pedas, soalnya kandungan capsaicin dari cabai bisa bantu kamu bakar kalori. Suhu tubuh dan metabolisme juga ningkat. Dengan begitu, kamu bisa atasi magernya musim hujan.

Teh hijau hangat juga bisa tingkatin metabolisme. Ditambah kacang-kacangan, ikan, telur, dan sumber protein lain, sehat sudah pola diet kamu di musim hujan. (tim)

Comments

comments