Minggu, 4 Desember 2022

Genmuda – Nostalgi(l)a selalu jadi momen yang dinikmati, baik itu oleh orang dewasa atau anak muda sekalipun. Tahun ini, bukan cuma Pokemon GO doang yang bikin anak-anak era 90-an dan ‘millenium baru’ (baca: era 2000-an) bernostalgia, gaes. Sejumlah band ‘jadul’ pun kembali nerbitin album baru dengan pendekatan kekinian, meski usia personilnya udah jauh lewat dari masa mudanya.

Di antara banyak band jadul yang bikin album baru, sebagian ada yang sukses bikin heboh pecinta musik, namun ada juga yang dikritik habis-habisan. Berikut inilah band-band lawas yang kembali mencoba peruntungannya di jaman media sosial dan internet serba cepat ini.

1. The Gateway – Red Hot Chili Peppers

Cover album ‘The Getaway’ RHCP. (Sumber: sonic1029.com)

Antara 1990-2000, Anthony Kiedis (vokal), Flea (bass), Chad Smith (drum), dan siapa pun gitarisnya RHCP ketika itu (soalnya John Frusciante suka keluar-masuk) mungkin sering muncul merajai tangga 10 besar video klip di MTV, stasiun televisi musik yang tenar banget di eranya. Sekarang, nama RHCP dan muka anggotanya mungkin udah terlupakan.

Soalnya, waktu jalan-jalan ke Belarusia 10 Juli lalu, Petugas Imigrasi di sana salah mengenali Flea sebagai anggota band Metallica. Sang basis pun dipaksa menandatangani sejumlah merchandise Metallica. Terlepas dari kisah miris itu, Album ‘The Getaway’ mereka dapet review cukup baik di Metacritic.

The New York Times bilang kalo album kesebelas RHCP ini merupakan album back to basic. Penggemarnya dulu bakal merasa familiar dengan lagu-lagu di album baru itu, namun nada-nadanya sama sekali bukan jiplakan.

2. Radiohead

(Sumber: consequenceofsound.com)

Thom Yorke (vokal-gitar-keyboard), Colin Greenwood (bass), Jonny Greenwood (gitar-keyboard), Ed O’Brien (gitar-vokal latar), dan Philip Selway (drum-perkusi-vokal latar) berhasil naikin nama Radiohead lewat lagu ‘Creep’ pada 1992. Sejak itu, band Inggris ini jadi ikon anak-anak muda pada masanya yang doyan musik-musik ‘alternatif’.

Tetep engga mau menanggalkan identitas lagu dengan nada bernuansa ‘kelam’, Radiohead pun merilis album terbarunya yang berjudul ‘A Moon Shaped Pool’. Majalah The Rolling Stones bilang kalo album itu paling menggugah emosi sekaligus punya musik-musik yang apik.

Waktu dirilis Mei lalu pun netizen (terutama yang satu generasi sama Radiohead) langsung heboh. Menurut Majalah Rolling Stones, Yorke cs. berusaha memberikan kritik kondisi ekonomi dan media di seluruh dunia lewat album ini.

3. Deftones

(Sumber: sacbee.com)

Dibandingkan Linkin Park, nama Deftones emang engga banyak dikenal publik sebagai band ‘alt-metal’ kece. Meski begitu, band yang dibangun Chino Moreno (vokal-gitar), Stephen Carpenter (gitar), Frank Delgado (keyboard), Abe Cunningham (drum-perkusi) dan Sergio Vega (bass)  itu tetep survive bahkan hingga sekarang.

Di album yang berjudul ‘Gore’ itu, Moreno cs. banyak menggunakan keyboard buat menghasilkan suara-suara berfrekuensi rendah. Kalo kata majalah The Rolling Stones, albumnya kali ini nunjukin Deftones berani nyebrang ke sisi musik eksperimental.

4. Gorillaz

(Sumber: youredm.com)

Berusaha melawan kejenuhan video klip dan tayangan yang monoton di MTV di akhir 1990-an, Damon Albarn (Vokalis-gitaris-produser) dan Jamie Hewlett (illustrator) sepakat buat bikin band animasi dengan lagu kece dan video klip unik. Anti-mainstream lah pokoknya ketika itu.

Video klip berjudul ‘Clint Eastwood’ di album ‘Phase One’ pun tenar dan terus-terusan di puter di media. Duet unik yang menamakan band animasinya sebagai Gorillaz itu pun terus bikin album hingga ‘Phase Three’ rilis 2007. Sayangnya, projek album ‘Phase Four’ perlu mangkrak karena Albarn dan Hewlett berbeda pendapat.

Tiba-tiba, Albarn ngumumin bakal kembali ngegarap Gorillaz bersama Hewlett lewat Koran Sydney Morning Herald dan The Rolling Stones. Netizen pun heboh menanti produksi duet maut ini. Rencananya, album ‘Phase Four’ bakal rilis 2017.

5. AC/DC

(Sumber: LA Times)

Sedikit gosip engga apa-apa lah ya. Soalnya, rumor kemunculan album terbaru band rock ‘gaek’ AC/DC udah mulai menyeruak di media. Majalah Media Mass berusaha menangkap pola kebenaran rumor itu. Pasalnya, rumor itu menyeruak ketika AC/DC kembali getol mengadakan tur keliling dunia.

Menurut Media Mass, rumor itu benar adanya. “Sudah ada delapan lagu yang masuk proses rekaman. Tapi semuanya masih dalam tahap awal sekali. Pintu studio terkunci rapat ketika mereka bereksperimen, sehingga tidak ada yang bisa dengar seperti apa lagunya,”

Terlepas dari hal itu, AC/DC telah menerbitkan album berjudul ‘Rock Or Bust’ (2014). Sayangnya album tersebut mengiringi perombakan pemain besar-besaran karena kesehatan sejumlah pemain mulai berkurang. Ada pula yang terlibat kasus kriminal. Kini, band senior itu beranggotakan Angus Young (gitar), Cliff Williams (bass), Stevie Young (gitar-vokal), dan Chris Slade (drum). (sds)

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.

Leave a Response