Minggu, 16 Desember 2018

Genmuda – Sesuai rencana, besok Rabu (15/2) sebanyak 101 daerah di Indonesia siap menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2017. Seperti yang udah Genmuda.com jelasin kamarin, sebenernya lo engga perlu rapih-rapih banget saat nyoblos besok. Karena biar pun lo udah mandi dan wangi, jari lo bakal dimasukin ke tinta. (Terus hubungannya apa?)

Terlepas dari isi paragraf pertama yang isinya cuma guyon, sebenernya banyak banget istilah-istilah Pilkada yang mungkin belum lo tau. Biar besok engga gagal paham, mendingan sekarang baca dulu informasi berikut ini sampai kelar. Simak baik-baik ya.

Coblos

via: Tumblr

Dalam KBBI, kata kerja ini punya arti menusuk hingga tembus. Nah, biar suara lo sah secara hukum, saat memilih nanti lo harus mencoblos tanda gambar paslon pilihan lo. Inget dicoblos, bukan digambar!

TPS

via Istimewa
Habis nyoblos ke TPS ya jarinya dicelupin (Sumber: Istimewa)

Pasti udah kenal dong sama singkatan ini? Apa belum? Bukan… ini bukan singkatan Tempat Pembuangan Sampah Sementara. Ini adalah Tempat Pemungutan Suara. Jadi ngoblosnya di TPS bukan di tempat lain. Inget, waktunya pemungutan suara itu mulai pukul 07.00-13.00 waktu setempat.

Golput

via screenrant.com
“Hah? Gimana deh?” (Sumber: screenrant.com)

Warna putih itu bersih dan menjadi warna yang netral. Jadi kalo lo masuk golongan putih tandanya lo engga punya pilihan. Kenapa Golput engga dianjurin? Kalo lo ngeluh sama pemerintah, di Pilkada lah lo punya pilihan buat melakukan perubahan. Gitu sob!

Serangan Fajar

via: giphy

Percaya, bukan si Fajar yang bakal nyerang rumah lo. (Yaudah, penulis lagi belajar jayus).  Dalam ranah politik istilah ini ibarat serangan di pagi hari. Jadi sebelum lo ke TPS ada pihak-pihak yang mengiming-imingi mahar buat ngebeli suara lo. Cara ini jelas dilarang dan mencederai proses demokrasi. *Tsah!

Paslon

via kompas.com
(Sumber: kompas.com)

Lo pegel dan nyeri otot? Tempel Paslon Pas. *canda. Ini adalah akronim dari Pasangan Calon Kepala Daerah yang bakalan lo pilih. Kenapa pasangan? Ya kan ada Pemimpin dan Wakil, kalo sendiri namanya Jomblo. *canda lagi,

DPT, DPTb, dan DPPh

Jangan bingung lagi buat ngebedainnya ya! ©Genmuda.com/2017 TIM

Kalo lo terdaftar sebagai penduduk WNI yang memenuhi syarat sebagai pemilih maka lo masih ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Sedangkan Daftar Pemilih Tambahan adalah daftar pemilih yang engga terdaftar sebagai Pemilih dalam DPT, tapi memenuhi syarat buat dilayani penggunaan hak pilihnya. Dan DPPh, adalah pemilih DPT yang menggunakan hal pilihnya di TPS lain.

Satu dan dua putaran

©Genmuda.com/2016

Kasus kayak gini bisa aja kejadian sama Pilkada yang punya lebih dari dua Paslon seperti di DKI Jakarta contohnya. Jika engga ada salah satu Paslon yang ngeraih suara lebih dari 50%, secara teknis Paslon yang berhak maju ke putaran ke dua adalah mereka yang punya perolehan suara terbanyak pertama dan kedua.

Dilansir dari Republika, 23 September 2016, Ketua KPU DKI Drs Sumarno, MSi bilang bahwa jika ada putaran kedua di Pilkada DKI kemungkinan besar dilakukan tanggal 19 April 2017, itu pun kalo engga ada gugaran ke Mahkamah Kosntitusi.

Singkatnya kalo masuk dua putaran itu udah kayak ‘Sudden Death’ deh dan pastinya pemerintah harus ngeluarin duit lagi sob, gitu deh. Semoga berguna dan engga gagal paham lagi ya. Selamat memilih!

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.