Senin, 21 Mei 2018

Genmuda – Selama hidup, semua orang pasti ngerasain munculnya benih-benih asmara terhadap orang lain. Itulah sebabnya asmara merupakan salah satu topik paling populer di semua karya seni, media, dan oborolan tiap hari.

Dari semua topik soal cinta yang dibahas di American Psychological Association (APA), hubungan asmara bisa dibagi ke dalam beberapa tahap. Tahap pertama cuma berupa cinta monyet sementara tahap kelima lah yang bisa dibilang “he/she’s the one.”

Tahap 1: Masa yang berapi-api

©Genmuda.com/2017 TIM.
©Genmuda.com/2017 TIM

Ini tahap saat doi terasa orang paling cakep, paling gaul, paling seru, paling sempurna lah di dunia. Jangankan sentuhan tangannya, tatapannya aja bikin kamu melayang ke langit ke tujuh tanpa mau balik nginjek bumi lagi.

Tiap ketemuan, jantung berdebar-debar dan senyum gak pernah pudar dari wajah kamu. Rasanya kayak gak ada kesalahan apapun yang bakal pudarin kebahagiaan kamu selama bareng doi. Buat kamu yang pernah atau sedang alami masa ini, enjoy!

Tahap 2: Masa serius

©Genmuda.com/2016 TIM
Tipikal cinlok di kampus. ©Genmuda.com/2016 TIM

Ini momen ketika kamu dan doi jadian cukup lama. Mungkin satu, dua, tiga, empat, atau lima tahun tergantung masing-masing pasangan. Rasa berdebar-debar tiap ketemu mulai hilang, tapi asmaranya tetep ada.

Karena makin dekat, masing-masing dari kamu dan doi mulai munculin sifat asli. Ketauan deh siapa yang aslinya pemarah, pemalas, pemalu, dan malu-maluin. Namun gak ada yang bersedia akhiri hubungan ini karena pengen dibawa ke jenjang selanjutnya.

Tahap 3: Masa “kamu gak kayak dulu lagi” / “kamu berubah”

via keepo.me
(Sumber: keepo.me)

Tahap 1 dan 2 sebenernya merupakan tahap “bulan madu” karena hubungan asmara masih seru-serunya dan banyak cerita yang dialami. Ketika salah satu atau keduanya merasa hubungan itu cuma kayak rutinitas, terus sering berantem, atau ada rasa bosen, itu tahap ketiga.

Tahap yang merupakan ujian berat ini ibarat jurang yang pisahin antara sad ending dengan happy ending. Banyak yang gagal di tahap ini lalu susah move on dan sembuh dari sakit hati. Ada juga yang berhasil lolos terus lanjut ke tahap selanjutnya dengan modal kesabaran, konsistensi, dan komunikasi.

Tahap 4: Masa saling menerima

via: Google
(Sumber: Istimewa)

Kalo dibahasaindonesiakan, ini proses saling menerima. Masing-masing sadar kalo kepribadian yang doi tunjukin di tahap 1 dan 2 merupakan pencitraan dan efek positif dari euforia asmara.

Kepribadian di tahap 3 lah yang sebenarnya doi banget. Inilah tahap terjadinya negosiasi, tawar-menawar, dan saling kompromi atas kekurangan masing-masing.

Tahap 5: Masa kerjasama

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Deal-deal-an di tahap keempat berlanjut ke tahap kelima, yaitu tahap kamu dan doi kembali ngeliat tujuan akhir dari hubungan asmara itu dan sama-sama bekerja mencapainya.

Perubahan dalam hubungan masih muncul seperti halnya sifat doi yang baru kamu tahu. Tapi, itu semua bukan masalah besar yang bikin kamu nangis-nangis kayak tahap 3 lagi karena semua bisa diatasi.

Jadi, kamu masih di tahap 0, 1, 2, atau udah di tahap 5 atau yang mana, nih? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.