Selasa, 26 Januari 2021

Genmuda – New year, new me!” Adalah sebuah ungkapan basi yang keliatannya lagi dipegang Pemerintah Indonesia menyambut tahun 2017Indonesia mulai fokus ngelirik industri pesawat terbang sebagai ‘lahan basah’ mulai awal tahun.

Sebelumnya, Indonesia fokus sama sektor pertanian, pertambangan, dan pariwisata. Sektor kedirgantaraan pernah jadi sorotan, tapi waktu masanya Presiden BJ Habibie, Mei 1998 – Oktober 1999. Abis itu redup lagi. Akhir tahun 2016, Pemerintah bertekad bangkitin lagi kedirgantaraan Indonesia dan lagi fokus rampungin pesawat N-219 karya PT Dirgantara Indonesia (DI) bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN).

Kawan Muda jangan remehin pesawat masterpiecenya Indonesia ini. Kamu juga wajib tau fakta-fakta di bawah ini supaya kagum sama kerennya pesawat N-219. Sikat skoy!

1. Pesawat perintis

via detik.com
Bandara Mulu, sebuah bandara perintis di salah satu puncak Gunung Jayawijaya Papua. (Sumber: detik.com)

Pesawatnya didesain bisa lepas landas dengan jarak sekitar 465 meter dan mendarat dengan jarak 510 meter. Sesuai banget sama bandara-bandara di daerah Indonesia Timur yang landasan pesawatnya jauh lebih pendek dari bandara komersial sekelas Soekarno-Hatta Jakarta atau Bandara Minangkabau Sumatera Barat.

2. Kuat ngangkut kargo

via rcaf-arc.forces.gc.ca
Pesawat Twin Otter Angkatan Udara Kanada. Mereka belum liat aja N219, nanti juga kepengen punya. (Sumber: rcaf-arc.forces.gc.ca)

Pesawat yang tergolong kecil itu bisa mengangkut total kargo hingga 2.300 kilogram. Di atas kertas, total beban yang bisa ditumpu N219 sama jelas jauh lebih besar daripada pesaingnya, pesawat Twin Otter (TO) yang cuma mampu pakai 1.800 kilogram. Yeah!

3. Lebih memuaskan penumpang

via Pinterest
Daleman Pesawat Twin Otter di Kanada. Kalo N-219 Indonesia katanya jauh lebih luas dari ini. (Sumber: Pinterest)

Kabin pesawat yang lagi diurus sertifikasinya itu juga jauh lebih besar daripada pesaingnya. Tinggi kabin TO hanya 1,5 meter, sementara N217 0,2 meter lebih tinggi. Jadinya, total 19 penumpang yang naik pesawat itu jadi punya ruang bagasi dalam lebih lega.

4. Lebih cepet

via bisnis.com
Engga sabar nih liat N-219 merajai langit Indonesia. (Sumber: bisnis.com)

N-219 juga mampu menembus kecepatan 210 knott sementara TO cuma bisa terbang maksimal 170 knott. Sekarang, pesawat TO yang masih menguasai pasar pesawat perintis. Kalo N-219 udah rilis, TO bakalan punya pesaing berat, Kawan Muda!

5. Dibantu Group Airbus

via airbusdefenceandspace.com
Pesawatnya Airbus Defence and Space. (Sumber: airbusdefenceandspace.com)

Hingga Kamis (29/12), desain prototipe pesawatnya udah jadi tapi masih perlu diuji kelayakannya dengan sederetan tes sertifikasi, mulai dari tes kabel, lepas landas, hingga mendaratnya. PT DI dan LAPAN dapet bantuan dari perusahaan pesawat Airbus Defence and Space dalam proses sertifikasinya. Diharapkan, kualitas N-219 nantinya engga bakal jauh beda dari kerennya pesawat-pesawat buatan Airbus. Kenapa perusahaan segede gitu mau bantu Indonesia? Simpel, soalnya Indonesia pernah bikin projek bareng Airbus buat memproduksi pesawat militer CASA/IPTN CN235.

6. Belum rilis aja udah ada yang pesen

via ainonline.com
(Sumber: ainonline.com)

Karena pesawatnya tergolong canggih, udah ada banyak pesanan berdatangan meski belom lulus sertifikasi. PT DI bilang pesawat anyarnya udah dipesen 60 unit sama penerbangan dalem negeri dan 100 unit sama penerbangan luar negeri. Nama-nama perusahaan pemesannya belum bisa dipublikasiin berhubung pesawatnya belum dijual publik. Rencananya, setelah lulus sertifikasi langsung mau diproduksi massal.

7. Diminati dunia

via aviationweek.com
Stand Pesawat N219 di pameran kedirgantaraan yang engga pernah sepi pengunjung (Sumber: aviationweek.com)

Negara yang udah mesen pesawatnya ada banyak loh, gaes. Sejauh ini, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir bilang Thailand udah memesan bahkan sejak pesawatnya masih dalam tahap riset. Sementara itu, Filipina udah liat-liat dan nunjukin minat ngebeli. Selain itu, Nigeria disebut PT DI sebagai salah satu negara di benua Afrika yang minat ngeborong N-219. Hal itu dikarenakan kondisi bandara di Afrika cukup mirip dengan kondisi bandara di Indonesia Timur.

Apa manfaatnya buat Kawan Muda?

via almiraagsu.com
Pasir putih laut biru di Wakatobi selalu bikin nagih. Ketika N219 udah banyak digunain di Indonesia, penerbangan ke daerah Indonesia Timur jadi makin banyak dan nyaman pastinya. (Sumber: almiraagsu.com)

Gini, gaes. Pesawat buatan dalam negeri yang kualitasnya dunia ini pastinya diminati banget sama maskapai-maskapai penerbangan yang ada di Indonesia. Fungsi utamanya, adalah nambahain jumlah penerbangan ke seluruh wilayah Indonesia. Pada akhirnya, kamu bisa makin gampang pergi ke pantai-pantai bagus di Indonesia Timur. Raja Ampat, Bunaken, dan Wakatobi mungkin bakalan jadi tujuan wisata Sabtu-Minggu aja nantinya. Lebay. Tapi intinya seperti itu.

So, berdoa aja harga tiket naik pesawat yang satu unitnya dijual 6-7 juta dolar AS itu jadi makin murah dari tahun ke tahun. Kawan Muda punya komentar? Bangga kan jadi orang Indonesia. Ntap! (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.