Senin, 22 Oktober 2018

Genmuda – Baru-baru ini dunia maya baru aja digegerkan sama berita ancaman Malware, yaitu Ransomware jenis WannaCRY. KOMINFO sendiri udah ngehimbau lewat Siaran Pers KOMINFO No. 55/HM/KOMINFO/05/2017, supaya masyarakat ngelakuin tindakan pencegahan dari ancaman virus ini.

Karena serangan ini udah masif banget dan gak udah menyebar di berbagai negara, Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel A. Pangerapan mengkategorikan serangan ini sebagai terorisme siber.

Ternyata, serangan ini udah sampe Indonesia loh, Kawan Muda! Tempat yang jadi sasarannya adalah Rumah Sakit Harapan Kita serta Rumah Sakit Dharmais. Meskipun baru kedua tempat itu aja yang diserang, masyarakat tetep dihimbau buat berhati-hati sama serangan siber ini.

Pak Semuel menjelaskan, kalo serangan siber yang menyerang ini adalah berjenis Ransomware. FYI, Ransomware adalah sebuah jenis malicious software atau malware yang nyerang komputer atau laptop korban dengan cara mengunci komputer korban atau meng-encrypt semua file yang ada, jadi gak bisa diakses lagi.

Tahun ini, ada lagi jenis Ransomware yang baru, yaitu Wannacry. Yang diincar dari wannacry ini adalah komputer atau laptop berbasis windows yang punya kelemahan soal SMB dari si komputer itu sendiri

Gimana sih infeksi dan penyebarannya?

via: Google
Tampilan komputer yang terinfeksi WannaCry (Sumber: Istimewa)

Cara kerja Wannacry ini adalah dengan menginfeksi komputer atau laptop dengan meng-enkripsi semua file yang ada di komputer tersebut. Semua komputer yang tersambung ke internet yang masih punya kelemahan SMB ini, apalagi komputer yang ada di jaringan yang sama kuatnya buat terinfeksi terhadap ancaman si Wannacry. Setiap komputer windows yang udah terinfeksi bakal memunculkam tampilan kayak gambar di atas.

Dari tampilan itu ketauan deh kalo Wannacry minta ransom atau dana tebusan supaya data-data yang dibajak sama enkripsi bisa dikembaliin dalam keadaan normal lagi. Dana tembusan yang diminta adalah dengan pembayaran bitcoin, atau setara sama 300 dolar Amerika.

Wannacry nanti bakal ngasih alamat bitcoin untuk kamu bayar tebusannya. Malware itu juga ngasih waktu tenggat pembayaran, dan kalo gak segera dibayar, denda tebusan bisa naik nominalnya.

Terus gimana tindakan pencegahannya sebelum terinfeksi?

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Hal ini juga mesti kamu lakukan semoga gak keinfeksi sama si Ransom Wannacry ini, yaitu dengan cara:

  1. Cabut Kabel LAN/Wifi
  2. Backup data di komputer kamu
  3. Update Anti-Virus di komputer atau laptop kamu
  4. Update security di windows kamu dengan install Patch MS17-010 yang dikeluarkan sama microsoct. Coba cek di : https://technet.microsoft.com/en-us/library/security/ms17-010.aspx
  5. Jangan mengaktifkan fungsi macros
  6. Non-aktifkan fungsi SMB v1
  7. Block 139/445 & 3389 Ports
  8. Ulangi, dan selalu backup data-data penting di komputer dan laptop kamu. Kalo bisa, backup dan simpannya ditempat lain

Kalo udah terlanjut terinfeksi?

Belum ada solusi yang berarti ketika komputer atau laptop kamu udah keinfeksi. Tapi, coba buat memutuskan sambungan internet kamu dari komputer yang udah terinfeksi wannacry ini. Sambungan yang terputus bisa mengehentikan juga penyebaran Wannacry ke komputer yang lainnya.

Selain itu, KOMINFO menghimbau juga buat kantor-kantor, supaya melakukan hal preventif kayak gini:

  1. Jangan menghubungkan komputer personal dan jaringan lainnya ke LAN dan Internet.
  2. Backup semua data penting yang ada di komputer kamu,
  3. Dan pastiin software anti virus di komputer kamu udah di-update, juga melakukan security patch kaya yang disarankan sama microsoft.

KOMINFO buka layanan konsultasi online buat kamu-kamu yang penasaran sama ini, atau mungkin udah kena serangan si Ransom Wannacry. Kalian bisa akses https://www.nomoreransom.org, juga ke email incident@idsirtii.or.id. (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.