Jum'at, 27 November 2020

Genmuda – Biarpun dunia udah memasuki era internet dan kemajuan teknologi, masih ada aja warga di belahan dunia lain yang kekurangan air layak minum. Banyak upaya dilakukan pemerintah di seluruh dunia, namun solusinya hanya bersifat sementara.

Pembangunan perusahaan air minum jelas bukan solusi karena daerah yang kekurangan air layak minum cenderung engga punya cukup dana buat membangunnya. Singkatnya, engga mungkin daerah seperti itu terjangkau oleh pipa air bersih.

Tapi Kawan Muda jangan putus asa dulu, soalnya ada banyak banget inovasi yang dibuat sama ilmuan dari seluruh dunia buat nyelesaikan permasalahan itu. Mereka berlomba-lomba bikin alat yang hemat biaya, mudah digunakan, dan tahan lama.

1. Warka Water: Menara pemanen air

(Sumber: architectureandvision.com)

Dibuat dengan bambu, cermin, dan plastik food grade, Warka Water dibuat perusahaan inovasi asal Italia, Architecture and Vision (AV). Alat ini sebenarnya merupakan menara bambu anyaman setinggi 10 meter yang memanen embun, kabut, dan air hujan menjadi air layak minum.

AV bilang, Warka Water bisa menghasilkan 100 liter air per hari. Pembangunannya pun terbilang mudah karena bisa berdiri dalam waktu empat hari apabila dikerjakan enam orang. Sayangnya, pendanaan Warka Water di situs pencarian dana kickstarter.com tergolong gagal. Dari 100 ribu Dollar AS target dana terkumpul, AV hanya bisa mengumpulkan 44 ribu Dollar AS.

2. Eliodomestico: Oven matahari penghasil air minum

(Sumber: Gizmag)

Gabriele Diamanti bertekad membuat perangkat yang bisa mengubah air kotor jadi air bersih dengan cara sederhana dan mampu dilakuin hingga orang terpencil sekalipun. Mencoba membuat perangkat yang mampu diproduksi pengrajin lokal, doi pun merancang Eliodomestico, alias oven penghasil air minum.

Ovennya dibuat dari tanah liat dan bentuknya mirip tungku perapian. Namun, oven ini dipanasin sama terik matahari. Daerah-daerah tropis jelas jadi tempat cocok menggunakan perangkat ini. Diamanti bilang, alat buatannya bisa menghasilkan lima liter per hari dan dibuat hanya dengan 50 dollar AS (sekitar 600 ribu – 700 ribu rupiah) tanpa perlu biaya operasional dan servis.

3. Solarball: Botol minum pengubah air kotor jadi air bersih

(Sumber: Gizmag)

Inspirasi membuat Solarball didapet Jonathan Liow waktu doi berkunjung ke Kamboja sekitar 2008. Karena melihat kemiskinan di daerah kumuh negara itu, doi jadi bertekad ngebuat suatu alat yang bisa bantu banyak orang. Karena doi mendengar warga Afrika butuh alat penjernih air yang terjangkau, maka doi mulai mendesain prototipe Solarball.

Perangkat ini sebenernya doi bikin sebagai tugas akhir S2 Industrial Design di Monash University Australia. Berdasarkan risetnya, Solarball bisa menghasilkan 3 liter air layak minum tiap hari selama ada air kotor dan cahaya matahari. Doi bilang, alatnya sengaja dibuat dengan bahan yang terjangkau tapi tetep aman untuk menyimpan makanan.

4. Pervaporator: Alat pengubah air laut jadi air layak minum

(Sumber: Mirkopur.cz)

Sebuah riset dari Universitas Alexandria Mesir yang dipublikasikan jurnal Water Science & Technology bilang, ada cara guna mengubah air laut jadi air layak minum. Mona Naim, Mahmoud Elewa, Ahmed El-Shafei, dan Abeer Moneer sang peneliti menemukan perangkat yang bisa lakuin hal itu tanpa tenaga listrik dan menggunakan bahan yang mudah ditemui.

Perangkatnya didesain supaya bisa memisahkan cairan dari benda padat (pervaporasi) yang terkandung di air laut. Biarpun udah mastiin perangkat buatannya bisa dibuat di laboratorium manapun, para penelitinya belum memutuskan buat memassalkan perangkat buatan mereka.

5. Desolenator: Penghasil air bersih di tengah gurun

(Sumber: Gizmag)

Seolah engga mau kalah dari Universitas Alexandria, para peneliti Massachusetts Institute of Technology (MIT) membuat Desolenator, alat yang bisa memisahkan air dari zat-zat lain, terutama mineral dan garam (proses desalinasi).

CEO Desolenator William Jansen bilang, satu perangkatnya bakal dijual seharga 450 dollar AS, atau setara 5 juta rupiah. Doi bilang, alatnya bisa memproduksi 15 liter air per hari dan sama sekali engga butuh listrik rumah karena tenaganya berasal dari listrik matahari.

6. Fontus: Botol minum yang mampu memproduksi air sendiri

(Sumber: Fontus)

Ada juga yang bikin botol minum yang mampu mengisi ulang air sendiri. Fontus adalah sebuah perusahaan start-up Australia ngebuat perangkat yang bisa menarik uap air di udara ke dalam botol. Sistemnya hampir mirip Warka Water, tapi ini lebih kecil dan emang didesain buat para pesepeda, pendaki gunung, dan pengembara.

Fontus bilang, perangkat buatannya bisa mengisi hingga 0,5 liter air per jam. Pemerintah Australia juga udah tertarik sama konsep itu dan mengeluarkan dana untuk membiayai produksi serta pengembangannya. Tapi sayang jumlahnya engga bisa dikasih tau ke media nih. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.