Minggu, 16 Desember 2018
Kekinian

‘Give Back Indonesia’, Saatnya Semua Pihak Turun Tangan Bantu Kesejahteraan Anak Indonesia

Acara peluncuran kampanye 'Give Back Indonesia' di kediaman Madam Noor Traavik di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Genmuda – Perihal kesejahteraan anak sampai sekarang memang masih jadi salah satu masalah yang ngelanda Indonesia. Melihat itu, sejumlah artis dan tokoh masyarakat bersama UNICEF pun akhirnya ngeluncurin sebuah kampanye bertajuk ‘Give Back Indonesia’.

Kampanye ‘Give Back Indonesia’ merupakan suatu kampanye buat memotivasi kamu dan segenap masyarakat lainnya supaya ikut berkontribusi lewat berbagai cara dalam rangka memperbaiki kehidupan anak-anak Indonesia. Pesan tersebut disampein oleh para selebriti dan tokoh terkemuka dalam video klip ‘Give Back’.

FYI, lagu ‘Give Back’ ditulis oleh produser dan penulis lagu veteran Stephen Laurence Harvey bersama rekannya Brenda Russell. Ide buat bikin video klipnya muncul setelah Stephen diminta buat nulis sebuah lagu oleh teman dekatnya Jonathan Liu, yang bakal ngeinspirasi orang-orang buat ngebantu anak-anak. Video klipnya pun kemudian disumbangin kepada Madam Noor Traavik, istri Duta Besar Norwegia untuk Indonesia sekaligus kawan lama UNICEF dan Duta ‘Give Back Indonesia’.

Kami sangat bangga untuk menampilkan video ini, yang melibatkan 40 artis, politisi, dan aktivis. Ini adalah hasil kerja keras,” kata Madam Noor di acara peluncuran kampanye ‘Give Back Indonesia’ di kediamannya di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/4).

Madam Noor Traavik menunjukkan papan berisi tanda tangan para artis dan tokoh yang terlibat dalam kampanye 'Give Back Indonesia' (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Madam Noor Traavik menunjukkan papan berisi tanda tangan para artis dan tokoh yang terlibat dalam kampanye ‘Give Back Indonesia’ (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Lebih lanjut, pihak UNICEF menilai bahwa kolaborasi ‘Give Back Indonesia’ sejalan dengan keyakinan mereka bahwa kita semua harus bekerjasama dan nyatuin upaya dengan berbagai pihak buat ngasih hasil terbaik bagi anak-anak. Oleh karena itu, video klip ‘Give Back’ bakal dimuat di halaman donasi UNICEF buat ningkatin upaya penggalangan dana bagi kesejahteraan anak-anak.

Lagu ini memiliki pesan yang sangat kuat akan harapan dan semangat untuk memberi kembali. Kolaborasi ini juga menunjukkan bahwa kita bisa melakukan apapun untuk membantu anak-anak mewujudkan harapan mereka,” ungkap Gunilla Olsson, perwakilan UNICEF Indonesia.

Dari puluhan artis yang muncul di video klip ‘Give Back’, beberapa di antaranya adalah Joe Taslim, Dira Sugandi, Sandy Sondhoro, Marcelia Lesar, Reza The Groove, Brianna Simorangkir, Kyla Christie, Syaharani, dan Kafin Sulthan. Stephen pun beranggapan bahwa para artis itu udah ngasih standar yang tinggi dalam penampilan mereka dan nunjukin kalau “Indonesia punya banyak orang-orang berbakat”.

Lantas, kenapa sih para artis itu mau ikut terlibat dalam kampanye ‘Give Back’? Well, Joe Taslim misalnya, sebagai orang yang pertama dihubungi buat ikut terlibat, alasan doi ternyata sesederhana judul kampanye itu sendiri. “Kami sangat beruntung dan punya kesempatan untuk mencapai mimpi, tapi ada anak-anak indonesia yang engga bisa karena gizi mereka aja kurang. Sebisa mungkin kami ingin membantu supaya anak-anak Indonesia bisa lebih kuat lagi,” bebernya.

Joe Taslim saat ditemui di acara peluncuran kampanye 'Give Back Indonesia' di kediaman Madam Noor Traavik di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Joe Taslim saat ditemui di acara peluncuran kampanye ‘Give Back Indonesia’ di kediaman Madam Noor Traavik di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Sebaliknya, Dira Sugandi justru tergerak buat ikut serta karena mengingat dirinya adalah seorang ibu yang juga punya anak. “Sejak 3 tahun yang lalu, saya sudah jadi seorang ibu. Saya mengurus anak saya sendiri. Semua proses itu membuat saya jadi manusia yang super-super sensitif. Saya mengalami keresahan untuk melakukan sesuatu bagi anak-anak karena saya melihat anak saya,” tuturnya.

Namun demikian, di samping itu Joe dan Dira juga ngungkapin ke Genmuda.com bahwa kampanye ‘Give Back Indonesia’ berbeda dari kampanye serupa lainnya karena beberapa alasan tertentu. Joe ngelihat bahwa kampanye tersebut “bersifat dua arah” buat anak-anak Indonesia sekaligus anak-anak di luar Indonesia. Sebaliknya, Dira ngelihat bahwa engga bisa diungkiri kalau kita juga “butuh dukungan dari sebuah organisasi profesional dengan ruang gerak global”.

Sementara itu, ketika ditanya soal pandangan mereka terkait keterlibatan Generasi Muda Indonesia dalam kegiatan-kegiatan seperti ‘Give Back Indonesia’, Joe dan Dira lagi-lagi punya pandangan yang berbeda. Menurut Joe, Generasi Muda ibarat “udah punya api, tapi butuh dikasih minyak”.

Sebenarnya Generasi Muda yang sekarang kalau tahu ya mereka tahu, apalagi dengan adanya media sosial. Tapi, apakah akan menjadi keprihatinan mereka, itu persoalannya. Engga semua orang mau untuk terjun melakukan sesuatu. Memang dibutuhkan gerakan-gerakan seperti ini, di mana para artis dan tokoh masyarakat jadi speaker raksasa untuk mengajak mereka,” jelas Joe.

Dira Sugandi saat ditemui di acara peluncuran kampanye 'Give Back Indonesia' di kediaman Madam Noor Traavik di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)
Dira Sugandi saat ditemui di acara peluncuran kampanye ‘Give Back Indonesia’ di kediaman Madam Noor Traavik di kawasan Sudirman, Jakarta, Jumat (22/4) (Foto: Genmuda.com/2016 Gabby)

Lain halnya dengan Dira, doi ngelihat kalau Generasi Muda udah “lebih kritis dan lebih cepat dalam beraksi”. Contohnya adalah Kafin Sulthan dan Capri Everitt, yang sama-sama baru berusia 11 tahun ketika terlibat dalam sebuah kegiatan sosial. Kalau Kafin terlibat di ‘Give Back Indonesia’, Capri yang berasal dari Kanada justru terlibat dalam kegiatan SOS Children’s Village dengan nyanyiin 80 lagu kebangsaan dalam 80 hari.

Itu ‘kan kalau kita lihat sebenarnya karena gizi mereka baik. Kalau gizinya engga baik, pengaruhnya ke mana-mana. Mereka mungkin engga punya kesempatan untuk sekolah karena mungkin — maaf — pemikiran mereka juga engga sampai ke sana. Jadi, kesejahteraan itu penting, supaya mereka punya gizi yang layak dan kesehatan yang bagus,” papar Dira.

So, kalau kamu engga mau jadi Generasi Muda yang cuma tahu doang tapi engga ada pergerakannya, mending kamu minimal ikutan nyebarin kampanye ‘Give Back Indonesia’ lewat media sosial, Kawan Muda. “UNICEF akan melakukan kampanye media sosial. Tapi, setiap orang bisa berbagi di media sosialnya masing-masing dan menyebarkan tujuan dari kampanye ini,” tutup Madam Noor. (sds)

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer