Senin, 16 Mei 2022

Genmuda – Pengguna Dropbox yang belum ganti password sejak 2012 mungkin udah tau kalo passwordnya bakal berubah otomatis. Itu dilakukan karena hacker membobol basis data dan membawa informasi sekitar 68 juta pengguna Dropbox.

Pihak Dropbox bilang kalo timnya sengaja mengubah password akun yang udah lama engga mengubahnya sejak 2012, karena ada jejak yang nunjukin kalo pembobolan datanya berhubungan dengan pembobolan yang terjadi di tahun itu.

Selain password, situs Motherboard, akhir Agustus lalu bilang kalo hackernya juga berhasil mendapatkan alamat email. Pencurian data itu engga dilakuin langsung lewat situs Dropbox, melainkan lewat berbagai sumber di komunitas tukar-menukar database online.

Masih tetap aman

via Wall Street Journal
Patrick Heim, Head of Trust and Security Dropbox. (Sumber: Wall Street Journal)

Meski kecolongan file, Dropbox tetep yakin kalo si hacker butuh waktu lebih lama buat menjebol masuk ke akun pengguna. “Karena kami telah mengubah passwordnya, hacker tidak akan bisa masuk dengan data tahun 2012 yang didapatnya itu,” kata Patrick Heim, Head of Trust and Security Dropbox.

Selain itu, The Next Web menyebutkan kalo password yang dicuri telah dienkripsi sehingga sangat sulit dibaca. “Meski begitu, kami tetap menganjurkan semua untuk mengubah password bukan hanya di akun Dropbox, tapi juga di medsos lain yang dimiliki,” kata Heim.

Datanya dijual lagi

via quora.com
Datanya biasa dijual-beli di Dark Web, alias pasar gelap online. (Sumber: Quora.com)

Kebanyakan hacker biasanya engga menggunakan data colongannya sendiri. Situs Motherboard bilang kalo mereka lebih sering menjual data kepada pihak lain lewat pasar gelap di komunitas-komunitas online.

Namun, data yang telah terenkripsi biasanya jarang laku dan kalo pun laku harganya akan turun drastis. Jadinya para hacker bisa mengurungkan niat buat melepas datanya. Karenanya, pihak Dropbox masih yakin kalo data para penggunanya aman.

Tahun buruk

via wonderhowto.com
Hingga kini, Dropbox belum mengungkapkan apapun soal identitas hackernya. (Sumber: wonderhowto.com)

Kejadian yang menimpa Dropbox itu nambahin kasus pencurian data yang terjadi sepanjang 2016. Di awal tahun, ada 32 juta password pengguna Twitter yang dijual di situs gelap dengan harga 5.807 dolar AS. Di Mei, LinkedIn kebobolan waktu hacker nyolong 117 juta data pengguna.

Saatnya ambil hikmah dari kejadian-kejadian barusan, Kawan Muda. Jangan lupa rutin ganti password tiap beberapa bulan sekali. Karena kita engga pernah tau kapan nasib sial menimpa, password dicuri, dan tiba-tiba akun pribadi berubah jadi akun tipu-tipu. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.