Senin, 27 Juni 2022

Genmuda – Hampir dua puluh tahun berlalu, Tom Cruise masih kelihatan awet muda buat memerankan Ethan Hunt di film keenam “Mission: Impossible-Fallout”. Usai menorehkan respon positif dari dua film terakhirnya, sutradara Christopher McQuarrie “Rogue Nation” (2015) kembali didaulat menggarap film keenam “Mission: Impossible”.

Cruise yang juga menjabat sebagai produser film ini emang gak main-main saat bilang jika “Fallout” bakal penuh oleh adegan action yang lebih spektakuler dari seri sebelumnya. Sang aktor tetep aja berani mengambil resiko untuk banyak adegan berbahaya, seperti lompat dari atas gedung, terjun dari pesawat, sampe mengendalikan helikopter dengan gaya terbang akrobatik, tanpa bantuan editing efek khusus.

Daripada Kawan Muda penasaran, langsung aja kamu baca review langkapnya di sini, ya:

Konflik terorisme

©Paramount Pictures/2018
©Paramount Pictures/2018

Cerita bermula saat Hunt, Benji (Simon Pegg) dan Luther (Ving Rhames) menjalankan misi mengungkap senjata nuklir bernama plutonium yang dijalankan oleh organisasi Sindikat, — di film “Rogue Nation”. Seperti biasanya, saat situasi berjalan sesuai rencana, Hunt dihadapkan atas pilihan plutonium atau nyawa sahabatnya, Luther, yang ditawan oleh jaringan Sindikat.

Setelah memilih nyawa temannya, Hunt dituntut untuk bertanggung jawab mengembalikan plutonium sebelum teror perang nuklir berlangsung. Sesuai arahan Alan (Alec Baldwin), yang sekarang telah menjadi Perdana Menteri Inggris, Hunt harus mencari broker yang akan menjual plutonium dengan syarat membebaskan Lane (Sean Harris), bos Sindikat yang IMF tangkap di film sebelumnya.

Konflik film makin tajam usai Amerika Serikat melalui CIA ingin mendapatkan Lane secara hidup-hidup untuk mengorek informasi penting tentang perang nuklir. Dengan posisi serba sulit, CIA kemudian menugaskan Walker (Henry Cavill) bekerjasama dengan Hunt demi mencegah perang nuklir di sejumlah negara.

Formula sama, namun lebih kreatif

©Paramount Pictures/2018
©Paramount Pictures/2018

Sama dengan lima film sebelumnya, motif balas dendam, persahabatan, dan aksi tipu menipu udah jadi rumus WAJIB franchise ini. Hal tersebut masih bisa kamu temui di film ini, seperti saat Hunt dan gengnya harus kalah di awal-awal film dan kemudian mampu mengalahkan musuhnya.

Biarpun gampang ketebak, formulanya kali ini justru sengaja dibuat maju mundur dan lebih berkembang. Kompleks, tapi gak lepas dari inti cerita ‘Mission Impossible’ yang selalu tegang sampe ending film.

Adanya bumbu drama yang ditulis sama McQuarrie dan Bruce Geller juga gak bikin jalan ceritanya jadi cengeng atau drama banget, justru kita diajak untuk kenal pribadi Hunt dan mengorek informasi mengapa si jagoan suka bertindak di luar misi demi menyelamatkan temen-temennya.

Absennya Brandt yang diperankan oleh Jeremy Renner seolah-olah gak mengurangi kekonyolan Benji dan Luther, malahan keduanya sama-sama tetep bisa kocak. Gak ketinggalan, kembalinya Ilsa (Rebecca Ferguson) dan Julia (Michelle Monaghan) di film ini cukup mampu membuat penonton baper. Walaupun dramanya tetep gak ‘menye-menye’ ya.

Kesimpulannya

©Paramount Pictures/2018
©Paramount Pictures/2018

Secara keseluruhan penulis merasa “Fallout” menjadi paket komplit dalam franchise Mission Impossible dalam dua dekate terakhir. Tanpa harus banyak menghilangkan ruh dari sekuel sebelumnya, film ini terlihat semakin segar dan masih penuh aksi. Kamu mungkin ngerasa kalo sosok Tom Cruise seperti gak ada matinya.

Sedikit catatan mungkin akan ada bagi kamu yang belum pernah mengikuti film sebelumnya, terutama di tiga film terakhir. Kenapa? Karena kamu bakalan sulih buat kenal dengan sejumlah tokoh lama di film ini, termasuk konflik Hunt dengan petinggi IMF dan CIA.

Selebihnya sinematografi film ini terasa sangat baik dan layak buat kamu tonton dalam format IMAX atau 4DX. Kamu masih penasaran? Baca aja fakta menarik film ini yang kemarin sempat Genmuda.com bahas. Selamat menonton!

Share and Enjoy !

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.