Kamis, 21 Januari 2021

Genmuda – Ada satu cara memahami isi satu mata kuliah sepanjang semester meski sempet bolos beberapa hari. Yaitu, dengan membaca buku yang dianjurkan dosen sejak awal perkuliahan. Sayangnya, buku segede “gaban” itu sulit dipahami karena berisi kalimat panjang yang mengandung banyak istilah asing membingungkan.

Belum tau isinya susah dipahami, mahasiswa baru bersemangat nyari buku referensi ilmiah itu setelah disuruh dosen di awal perkuliahan. Setelah kesulitan memahami satu atau dua sub-bab, bukunya tergeletak di lantai kosan, berdebu di rak, atau menua di perpustakaan. Gak dibaca lagi. Bosen.

Sayang banget. Padahal, info di buku itu pasti berguna untuk nambahin nilai atau bikin pertanyaan-pertanyaan pemicu diskusi. Temen lain belum tentu bisa ngejawabnya kalo belum baca buku tersebut. Biar kamu punya keunggulan itu, simak nih 5 cara mudah supaya gak bosen baca segala buku referensi ilmiah.

1. Baca daftar isinya

via tenor.com

Sebelum baca bukunya lebih lanjut, pahami dulu cuplikan babnya dari daftar isi. Masing-masing judul di daftar isi pasti ngejelasin inti pembahasan bab dan sub-babnya. Kalo info yang kamu cari gak ditemui di daftar isi, cari buku lain biar gak buang-buang waktu.

2. Perlakukan kayak kamus

Buku referensi ilmiah baiknya dibaca dari awal sampe akhir biar ngerti. Namun, emang berat lantaran pilihan bahasanya formal. Gak kayak novel, cerpen, atau artikel hiburan yang bahasanya ringan.

Kalo bahasanya benar-benar membingungkan, buku macam itu bisa diperlakukan seperti kamus, kok. Baca aja halaman atau sub bab tertentu sesuai materi yang lagi dicari. Kamu gak ngebaca kamus dari awal sampai akhir kan?

3. Wajib: baca kata pengantar, pendahuluan, dan kesimpulan

via tumblr.com

Berdasarkan cara penulisan ilmiah, seluruh isi buku sebenernya terwakilkan di kata pengantar, pendahuluan/bab I, dan kesimpulan. Baca bagian-bagian tersebut untuk mengetahui keseluruhan isi buku.

Cara itu berguna banget terutama saat disuruh ngerjain laporan baca. Saat perlu informasi lebih detil, baru cari infonya di bab kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Tanpa sadar, kamu jadi tenggelam di dalam bukunya.

4. Baca daftar istilah di halaman belakang

Saat lakuin cara ketiga, pasti akan muncul istilah ilmiah. Gak usah bingung sama istilah tersebut, langsung aja liat daftar istilah atau glosarium yang biasanya terletak di halaman-halaman depan atau belakang bukunya.

5. Kepoin daftar pustakanya

via tenor.com

Daftar pustaka ada bukan sebagai pajangan. Anggap aja itu daftar buku pelengkap. Bisa kamu kepoin lebih lanjut supaya makin paham isi buku yang dibaca sekarang. Kalo males, cara satu sampe empat juga udah cukup, kok.

Intinya, jangan maksain diri baca keseluruhan isi buku referensi kalo emang ngebingungin. Baca aja bab yang dibutuhin dan selalu liat daftar istilah saat nemu kata atau kalimat yang bingungin. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.