Senin, 10 Desember 2018

Genmuda – Sejak zaman dulu, berbagai seniman Indonesia selalu merintis karier supaya bisa terkenal ke luar negeri. Sebagian berhasil, sementara sebagian lagi lebih dikenal karya daripada nama senimannya.

Nama macam Anggun C Sasmi, Agnes Monica, Rich Brian, Iko Uwais, Nicholas Saputra, Joe Taslim dalah segelintir contoh seniman Indonesia yang dikenal di luar negeri layaknya Pramoedya Ananta Toer.

Sementar itu, wayang, tari bali, hingga batik adalah contoh barang terkenal yang sampe sekarang gak diketahui pembuat awalnya. Mirip banget kayak kursi Wonogiri dan Klaten yang sekarang go internasional.

Kursi Wonogiri dipake model Korea

via: Instagram
(Sumber: Instagram)

Terbuat dari frame logam yang diberi sandaran dan dudukan, kursi buatan Wonogiri jadi properti pemotretan Lee Eun Chae. Model cilik berkemeja putih dan jaket jeans itu duduk bergaya di kursi bertuliskan “Sekar-Tanjung, Kismantoro.”

Sekar-Tanjung adalah nama tempat penyewaan kursi dan dekorasi pelaminan di Desa Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Dilansir GoodNewsfromIndonesia.id, (29/1), Sunardi, pemiliknya membeli kursi itu dengan harga 13 ribu rupiah tahun 1998.

Awalnya cuma punya 300 unit, sekarang udah ada 1.000 unit dan salah satunya jadi properti model tenar Korea Selatan. Kita berdoa aja supaya Sunardi bisa kembangin bisnisnya jadi brand kursi retro-stylish.

Kursi Klaten jadi tempat duduk gaul di Belgia

via Tribun News
(Sumber: Tribun News)

Sebuah restoran terkenal di bilangan Kota Leuven, Belgia punya area teras menghadap pepohonan dan gedung-gedung bereksterior klasik. Dilihat dari cat di bagianbelakang sandaran, bangku-bangku itu berasal dari berbagai sumber.

Cat bertuliskan Kapling Tlebukan yang berarti asalnya dari Desa Kapling Tlebukan, Kabupaten Klaten, Yogyakarta. Ada juga yang bertuliskan “Barokah,” tulisan standar kursi logam jadul itu.

Keberadaan kursi itu di Leuven ditemuin sama Indra Herlambang saat jalan-jalan ke negeri tersebut. Doi agak-agak miris karena bangku itu dianggap ketinggalan zaman di Indonesia tapi dipake restoran mewah nun jauh di sana.

Kursi rotan ke Italia

via design-milk.com
(Sumber: design-milk.com)

Kamu boleh mengelak sesuka hati, tapi terima aja kenyataan ini. Kursi rotan dipandang sebagai kursi cepat rusak yang biaa dipake orang-orang menengah bawah di Indonesia, sementara kursi berbantalan empuk adalah kursinya orang-orang mapan.

Dengan desain ala Abie Abdillah, kursi rotan disulap jadi kursi artsy bermerk Lukis Chair yang diterima pasar Italia. Di sana, Lukis Chair ditampilin di galeri desain interiornya Giulio Cappellini.

Semoga aja kursi jadul itu diproduksi lagi di daerah-daerah asalnya karena masih punya peminat di luar negeri. Kalo kamu mau, mungkin kamu yang bisa jadi pengusaha untuk mengekspor kursinya ke luar negeri. Gimana? (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.