Minggu, 16 Desember 2018

Genmuda – Kabar duka buat para pecinta sneakers kenamaan asal Amerika Serikat, Vans. Kabarnya, semua store atau toko Vans yang ada di Indonesia beroperasi untuk terakhir kalinya di tanggal 31 Mei kemarin. Toko Vans yang ada di beberapa Mal besar di Jakarta yaitu antaranya di PIM 2, Mall Kelapa Gading, dan Grand Indonesia resmi ditutup dengan alasan kalo distributornya pailit.

Terhitung genap 4 tahun kehadiran toko-toko resmi distributor Vans di beberapa kota besar kayak Jakarta, Bandung dan Bekasi nyediain berbagai macam kebutuhan sandang para pecinta gaya kasual. Gak cuma sepatu, Vans mengeluarkan produk lainnya seperti tali sepatu, baju, tas, ikat pinggang, topi, kaos kaki, kacamata sampai dompet. Semua barang-barang ini ditujukan buat cowok, dan cewek, tapi juga buat anak-anak.

Gak heran kalo keputusan distributornya untuk nutup semua toko Vans di Indonesia bikin sedih, terutama buat para Vans Head (pengguna sepatu Vans), karena beberapa dari mereka gak tau lagi tempat belanja sekaligus ‘cuci mata’ dengan berbagai koleksi yang bikin laper mata.

A post shared by wienzki (@wienkusumodipuro) on

Alasan semua storenya tutup apa ya?

via: giphy

PT Gagan Indonesia, selaku distributor resmi buat Vans di Indonesia ini ternyata terlilit hutang, dan akhirnya dinyatakan pailit alias bangkrut. Status pailit ini diterima PT Gagan Indonesia dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, setelah akhirnya gagal berdamai sama para krediturnya di proses penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU).

Dilansir dari kontan.co.id, gagalnya perdamaian ini karena mayoritas kreditur di PT Gagan Indonesia nolak proposal perdamaian. Sebanyak 86,11% kreditur yang ngewakili tagihan sejumlah Rp 273,96 miliar ini gak setuju sama proposal perdamaian itu, dan cuma 13,88% aja yang setuju.

“Keputusan seperti ini kami sudah siap dan seluruh aset-aset akan kami serahkan ke kurator,” ujar kuasa hukum PT Gagan Indonesia

“Sehingga menyatakan PT Gagan Indonesia dalam keadaan pailit demi hukum,” kata Endah Detty Pertiwi, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat saat memutuskan putusan pailit ini.

FYI, selain distributor Vans, PT Gagan Indonesia juga menjadi distributor brand-brand terkenal lain, kayak Quicksilver, Adidas, Bebe, Ted Baker dan Promod. Namun cuma store Vans aja yang ditutup, dan belum ada isu lain kalo salah satu store dari brand tadi akan ditutup juga. Tapi, semoga enggak ya!

Vans Head bingung mau berburu kemana lagi

Kayak yang udah dijelasin sebelumnya, dampak tutupnya semua toko Vans di Indonesia pasti akan bikin susah para penggemarnya buat beli sepatu limited edition dan berburu diskon-diskon menggiurkan.

Di satu sisi, kejadian ini bisa jadi ladang penghasilan buat para toko offline maupun online penjual sepatu Vans di Indonesia. Gak adanya toko resmi dimungkinkan akan bikin banyaknya sepatu non-ori alias KW banyak dijual di pasaran.

Tomorrow Never Ending Sorrow dan tagar #savevansindonesia bertebaran di media sosial Instagram dan Twitter. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Vans-nya sendiri, dan bahkan semua akun media sosialnya pun belum ditutup sampe sekarang, tapi nyatanya udah banyak yang sedih duluan sama keputusan ini.

Ori VS KW, menang KW?

Faktor lain yang jadi salah satu penyebab pailitnya PT Gagan Indonesia adalah susahnya bersaing dengan nama brand yang sama, tapi beda kualitas dan harga. Banyaknya sepatu KW yang dijual mengakibatkan produk asli Vans susah bersaing.

Sederhananya, “Bukan karena harga orang mau beli sepatu asli, melainkan karena kepuasan diri. Sebaliknya, karena harga juga lah beberapa orang lebih memilih beli barang KW selama mereka bisa punya dan memakainya dengan penuh gengsi tinggi (kayak barang asli).”


Walau orang lain gak peduli sepatu itu ori atau KW, wajar kalo ada beberapa orang akhirnya nyinyir para pengguna Vans KW karena mereka gak seharusnya sedih sama keputusan ini, toh mereka gak pernah beli ke toko aslinya. Bener juga kan?

Vans bukan yang pertama, loh!

Nasib serupa pernah dialamin Macbeth yang pernah buka store di Indonesia. Sama seperti Vans, Macbeth terpaksa ditutup karena pemilik saham tunggalnya resmi menjual sahamnya. Pihak Macbeth yang waktu itu mengumumkan kabar ini pun langsung dengan cepet menutup akun instagram @macbethindonesia, untuk sebagai tanda mengiyakan kalo para penggemar dan kolektor sepatu Macbeth gak bisa lagi beli sepatu ini secara langsung di toko resminya di Indonesia.

Baik Vans maupun Macbeth, dua-duanya gak bisa bertahan dari gempuran sepatu-sepatu KW yang bisa dibeli dengan harga lebih murah. RIP VANS INDONESIA. (sds)

Comments

comments

Fiany Intan Vandini
The youngest reporter on the 2nd floor of Gen Muda Office.