Jum'at, 25 Mei 2018

Genmuda – Kamu awalnya terpesona sama prestasi doi dalam bidang akademik dan non-akademik. Setelah proses pedekate, doi dekat sama kamu hingga akhirnya jadian.

Bulan-bulan pertama berlalu ibarat bulan madu. Rasa bangga muncul karena jadian sama orang paling sempurna yang pernah kamu temui. Hanya, ambisi mengejar kesempurnaan ternyata bikin kamu tersiksa di bulan berikutnya.

Doi gampang marah saat ambisinya gak tercapai, atau saat merasa ambisi itu lebih sulit dicapai dari biasanya. Mendadak, doi malah jadi orang paling pesimis karena dihantui standar-standar ketinggian di dalam kepalanya.

Setelah itu, kamu ngerasa terbebani karea doi lebih sering ngeluh soal rintangannya lakuin sesuatu daripada menikmati hubungan sama kamu. Terus, kamu galau antara pengen putus atau lanjut.

Misalnya mau dilanjutin, inget-inget saran di bawah ini.

1. Gak perlu menggurui, mending menyarani

via giphy.com

Orang perfeksionis biasanya paling gak suka digurui karena ngerasa cara doi paling tepat. Padahal, ada banyak cara buat capai suatu tujuan. Jadi, gak perlu cari ribut dengan menggurui doi karena ngasih saran aja udah cukup.

2. Gak perlu mengontrol, mending mengarahkan

Misalnya ternyata kamu lebih jago dalam suatu hal, kamu gak perlu mengeritik doi habis-habisan saat gagal lakuin hal itu. Cukup kasih nasihat seadanya sampai doi ngerti dan sisanya dikerjain dengan cara doi.

3. Gak perlu nuntut, mending terima aja

Contoh kasusnya gini. Doi mendadak dapat nilai A- padahal mengejar nilai A+. Biar gak berantem, mending kamu gak perlu menuntut doi mensyukuri nilai A-. Kalo doi mau nyamperin dosen dan minta tugas tambahan untuk dongkrak nilai, ya biar aja. Itu hak doi. Gak usah dipaksa berhenti.

4. Kasih doi waktu rehat sejenak

Saat doi lagi uring-uringan mengejar kesempurnaannya, kasih doi waktu sementara kamu juga bisa istirahatin diri, me time, atau jalan sama sahabat-sahabat kamu yang pengen ketemu kamu sejak berbulan-bulan lalu.

5. Tunggu waktu

via tenor.com

Percaya, deh, kalo omelan orang perfeksionis tuh cuma selewat doang. Doi mungkin mendadak bete setelah ngeliat parkir motor orang lain gak lurus garis parkirnya. Tapi, itu cuma sebentar. Moodnya pasti balik seperti semula gak lama setelahnya.

6. Tawarin bantuan

Kadang, si perfeksionis sebenernya butuh bantuan tapi gengsi memintanya. Jadi, harus kamu duluan yang nawarin. Doi pasti sangat menghargai dan menerima bantuan itu supaya hal yang doi lakuin selesai tanpa kekurangan sedikitpun.

7. Minta bantuan

via thedailytouch.com

Misalnya gak bisa bantu doi sendirian, gak ada salahnya kok minta bantuan orang lain, seperti sahabat kamu, sahabat doi, atau sodara doi. Gak usah malu. Justru cara itu bikin kamu deket sama orang-orang yang berarti bagi doi.

Intinya, sih, sifat perfeksionis ada bagusnya karena bikin seseorang ngejar kesempurnaan tapi ada buruknya juga karena bikin orang gampang ngomel akibat sesuatu berjalan di luar rencananya. Sifat gak stabil itu jangan bikin kamu nyerah kalo emang kamu mau sama doi terus. Semangat, ya. (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.