Minggu, 20 Oktober 2019

Genmuda – Setelah “Justice League” dianggap gagal oleh sebagian orang, DCEU dan Warner Bros. kembali mencoba peruntungan mereka lewat film “Aquaman”. Yup, superhero yang diperankan sama Jason Momoa ini emang baru memulai debut film solonya mulai hari ini, Rabu (12/12), di Indonesia.

Gak usah kelamaan basa-basi, nih Genmuda.com kasih reviewnya buat Kawan Muda yang berencana nonton film ini dalam waktu dekat. Cekidot!

Asal muasal Aquaman

©Warner Bros./2018
©Warner Bros./2018

Kawan Muda masih inget dong asal mula kemunculan Aquaman di “Justice League”? Si Raja Lautan diajak gabung oleh Bruce Wayne alias Batman setelah kekuatannya terungkap lewat file milik Lex Luthor. Nah, lewat film solonya inilah cerita Arthur Curry (Jason) dan Mera (Amber Heard) bakal diulas.

Diceritakan kalo Arthur adalah seorang ras campuran manusia ikan. Ia adalah anak dari seorang penjaga mercusuar (Temuera Morrison) dan ratu lautan, Atlanna (Nicole Kidman). Sadar jika hubungannya dengan manusia melanggar peraturan kerajaan Atlantis, Atlanna lantas harus menyerahkan diri karena dianggap berkhianat.

Arthur kecil kemudian memutuskan tinggal di daratan meski ibunya adalah seorang ratu lautan. Ia kemudian tumbuh menjadi dewasa dan memiliki kemampuan layaknya manusia ikan hingga dapat berbicara dengan para ikan.

Hingga suatu hari, Arthur bertemu dengan Mera yang mengajaknya untuk merebut kembali tahta kerajaan Atlantis yang dipegang oleh adik tiri Arthur, yaitu Orm (Patrick Wilson). Berbeda dengan Arthur, Orm digambarin sebagai raja ambisius yang sangat mengingkan perang dengan manusia.

Walau sempat menolak, Arthur terpaksa menuruti saran Mera karena Orm gak segan-segan menghancurkan kehidupan manusia di daratan. Kira-kira apa yang bakal dilakukan Arthur untuk menggagalkan ambisi gila adik tirinya tersebut? Apakah penduduk Atlantis mau menerima manusia berdarah campuran itu sebagai raja mereka? Jawabannya bisa kamu tonton sampai film ini kelar.

Efek mewah ala James Wan

©Warner Bros./2018

Dikenal sebagai sutradara film horor, Wan sebenernya cukup berhasil menggambarkan kehidupan bawah laut kota Atlantis secara mewah tapi tetep gak lebay. Meskipun adegan perang monster lautnya agak ganggu, tapi itu semua masih bisa dimaafin kok. Sebagai penonton kamu bakal dimanjain oleh sentuhan CGI yang nyaris berdurasi lebih dari satu setengah jam.

Pindah ke urusan cerita, “Aquaman” boleh dibilang punya cerita lebih menghibur daripada “Justice League”. Kendati gaya penceritaan Wan emang sedikit bertele-tele, tapi drama dan actionnya masih GAK MAKSA kayak “Justice League”.

Tapi bukan berarti film ini layak dibilang bagus banget, gengs. Penulis berpendapat kalo yang kurang pada filmnya justru ada pada pengembangan karakter yang terlalu kebanyakan. Penonton kayak gak dikasih nafas dan malah dijejelin sama pertarungan super panjang yang monoton. Ya, ala-ala film DCEU you know lah!

Kesimpulannya

©Warner Bros./2018
©Warner Bros./2018

Walau punya sentuhan berbeda dari “Wonder Woman” seenggaknya “Aquaman” berhasil ngasih harapan buat proyek film-film DCEU. Tanpa harus ‘ngebanding-bandingin’ sama film-film MCU dengan tema ‘perebutan tahta’, film solo Arthur Curry masih cukup aman memenuhi ekspektasi fans komik DC dan gak semengecewakan “Justice League”.

Genmuda.com sih menganjurkan kamu menonton film ini dalam format 3D supaya bisa dapet feel yang pengen dibangun oleh sang sutradara. Oia, filmnya juga masih punya satu after mid-credit. Jadi jangan buru-buru keluar studio ya.

Comments

comments