Minggu, 4 Desember 2022

Genmuda – Pemerintah, media, dan netizen lagi kebakaran jenggot karena kabar keberadaan microplastic di air minum botolan. Rata-rata sebanyak 10,4 partikel berbahaya itu ditemukan pada tiap liter 93% air minum botolan.

Namun demikian, ada juga merk air botolan yang sampai mengandung 10 ribu partikel. Enggak enak kalo harus nyebut merknya. Tapi, kalo kamu penasaran, lihat aja di link ini.

Riset itu dilakuin sama para gabungan jurnalis Orb Media dan peneliti dari Fredonia State University of New York Amerika Serikat terhadap 259 air minum dalam kemasan yang dibeli dari 9 negara berbeda.

via doktersehat.com
(Sumber: doktersehat.com)

Negara yang di maksud adalah Tiongkok, AS, Brazil, India, INDONESIA, dan Meksiko. Secara keseluruhan, ada 11 perusahaan yang memproduksi air minum itu.

Saat para peneliti meneteskan sejenis pewarna merah khusus, terlihat bahwa sebagian pewarna itu ada yang menggumpal dan sebagian lagi larut. Pewarna yang menggumpal itu ternyata menempel pada partikel asing.

Jadi, apa itu microplastic?

via forbes.com
(Sumber: forbes.com)

Sesuai namanya, microplastic adalah serpihan plastik yang ukurannya mikroskopis, alias lebih kecil daripada cuilan kuku jari. Karena gak bisa dicerna, ada kemungkinan partikel itu mengendap di dalam tubuh.

Penelitian itu memprediksi, tiap orang bisa menelan puluhan ribu partikel itu tiap tahun. Makin sering minum air botolan, makin banyak kandungan microplastic di dalam badan.

Apa dampak kesehatannya?

via newscientist.com
(Sumber: newscientist.com)

Pada ikan, penelitian tunjukin kalo penumpukan microplastic di dalam tubuh sangat mengganggu produksi hormon. Penelitian lain bilang kalo sistem reproduksi dan kesehatan secara umum juga terganggu.

Efek serupa juga terjadi pada manusia. Pada jangka panjang, efeknya bahkan bisa berdampak pada banyak kasus kesehatan. Namun, peneliti mengakui kalo efek microplastic pada manusia belum diteliti secara terperinci.

Plastiknya berasal dari mana?

via kompasiana.com
(Sumber: kompasiana.com)

Bisa dari mana aja. Soalnya, sebanyak 275 ribu ton plastik mencemari permukaan air di bumi sepanjang tahun menurut estimasi scinecemag.com, 2015. Sepihan plastiknya pun terbawa ke mana-mana.

Data penelitian menunjukkan kalo partikel itu masuk ke air botolan dari proses pembungkusan air. Partikel itu juga masuk air dari serpihan botol pembungkusnya.

Penelitian itu juga simpulin kalo ada kesamaan antara kandungan plastik di air dengan jenis plastik yang biasa dipakai untuk bikin tutup botol air minum. Namun demikian, ada juga air botolan yang bersih bebas serpihan plastik.

Harus panik?

via: Tumblr

Emang masalahnya selesai dengan panik? Santai aja. Kamu, orang di belakang kamu, dan penulis artikel ini pasti telah menelan microplastic dari masa awal makai produk yang dibungkus sama plastik.

Terus, WHO juga lagi melakukan penelitian lebih lanjut buat buktiin temuan para periset itu. Soalnya, penelitian yang menghebohkan dunia itu dianggap kurang bukti.

Intinya, kalo Kawan Muda engga mau menelan plastik sama sekali, sebisa mungkin jangan mengonsumsi apapun yang dibungkus sama plastik. Kalo masalah air minum? Bawa aja botol minum sendiri dari rumah. (sds)

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.

Leave a Response