Rabu, 21 April 2021

Genmuda – Perwakilan Indonesia berhasil jadi runner-up kompetisi Imagine Cup Microsoft kategori game. Bukan cuma buat seneng-seneng, game buatan anak-anak Universitas Trunojoyo ini punya pesan moral yang bikin orang lebih cinta lingkungannya.

Imagine Cup merupakan kompetisi rutin Microsoft buat nyari inovasi baru tentang teknologi yang diikuti pelajar dari seluruh dunia. Kompetisi ini diadakan sejak 2003. Harapannya, apps atau teknologi apapun yang dibuat bisa jadi solusi dan berperan ningkatin kualitas belajar-mengajar.

Salut buat anak-anak Universitas Trunojoyo Madura

froggy and the pesticide
Game Froggy and The Pesticide ini udah bisa didownload di Play Store dan Microsoft Store lohh. (Sumber: Microsoft Indonesia)

Di kompetisi itu, anak-anak Universitas Trunojoyo pengen ngajak orang supaya engga keseringan pestisida (misalnya semprotan nyamuk) kimia. Sebagai gantinya, anak-anak Trunojoyo nyaranin pakai bio-pestisida. Uniknya, mereka menyampaikan pesan itu lewat game.

Di game yang bernama ‘Froggy & The Pesticide’, si Froggy perlu ngumpulin biopestisida, ngindarin semprotan pestisida kimia, dan akhirnya ganti pestisida beracun dengan bio pestisida yang lebih aman. Lewat game ini, tim yang namain diri None Developers itu juga ngasih tau bahaya zat pestisida.

Dewan juri Imagine Cup pun mutusin karya anak Madura patut ngeraih posisi runner up dan bawa pulang hadiah sebesar 10.000 dolar AS. Jago banget ya? Iya lah. Soalnya, MA Kholiq, Anwar Fuadi, Astu Masrundi, dan Achmad Dany yang mendevelop game itu dapat bimbingan dari Asadullohil Ghalib yang juga ngeraih runner up Imagine Cup 2013.

Game bergenre stealth-puzzle yang jadi juara

Ini anak-anak PH21 Thailand. (Sumber: Microsoft)

Di kategori game, pemenangnya merupakan tim PH21 yang berasal dari Thailand. Mereka ngebuat game dengan genre stealth-puzzle. Dari pernyataan di situs Microsoft, Kamis (28/7), ‘(Permainan ini) memiliki jalan cerita yang sulit ditebak dengan gameplay unik.’

Dikisahkan, seorang perempuan bernama Marza perlu bekerjasama dengan bocah bernama Alpha buat melewati misi. Marza punya kekuatan melihat masa depan, sementara Alpha bisa memanipulasi waktu. Hmm… Agak mirip Bioshock Infinite ya konsepnya.

Inovasi

Tim ENTy Romania keliatan udah dewasa banget. (Sumber: Microsoft)

Dari segi inovasi, tim ENTy asal Romania yang jadi pemenangnya. Tim beranggotakan empat orang itu bikin perangkat buat mendeteksi keseimbangan telinga bagian dalam dan memeriksa bentuk tulang punggung secara langsung. Kerennya, alat ini cuma sebesar pintu kunci dan dipakai di belakang kepala.

Datanya dari alat mungil dan canggih ini bisa langsung dijadiin bahan pertimbangan diagnosis dokter. Luar biasa. Pantesan mereka bisa ngalahin tim Amerika Serikat dan Sri Lanka yang juga ikut berlomba di kategori ini.

World Citizenship

Ini anak-anak muda Yunani yang bikin project AMANDA. (Sumber: Microsoft)

Kategori ini diadain buat nyari solusi supaya orang-orang di dunia siap jadi warga negara yang baik dan bisa kelakuannya dan bisa beradaptasi di negara manapun. Pemenang kategori world citizenship berasal dari Yunani. Nama projectnya adalah AMANDA.

Mereka ngebuat app virtual-reality yang fungsinya ngurangin bullying. Apps mereka ngajak penggunanya mengalami skenario-skenario bully. Dari situ lah orang bakal dikasih tau kalo rasa empati dan kepercayaan diri bisa ngelawan para bully.

Menyentuhnya, nama project ini didedikasikan buat Amanda Todd, remaja Kanada yang bikin vlog nyeritain detil pengalamannya dibully temen sebelum akhirnya bunuh diri pada 2012. Semoga alat ini mencegah munculnya Amanda-Amanda yang lain. Amiin.

Masing-masing pemenang itu bakal dilombain lagi Jumat malam (29/7). Pemenangnya bakal dapet gelar World Champion of Imagine Cup 2016. Meski begitu, masing-masing udah berhak bawa pulang 50.000 dolar AS karena jadi jawara kategori. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.