Jum'at, 17 Agustus 2018

Genmuda – Setelah dibantai sama rentetan ujian masuk Universitas dan Ujian Nasional, otak anak kelas XII SMA masih perlu diperes lagi. Tentunya dengan mikirin konsep buku tahunan sekolah (BTS). Kalo dijabarin, mereka perlu mikirin pose foto satu angkatan, pose foto satu kelas, pose foto pribadi juga, dan semuanya mesti beda.

Berhubung isi kepala udah terkuras habis (trims loh ujian-ujian!), para remaja kebingungan ini akhirnya nyari inspirasi dari BTS senior dan temen, seperti yang para senior lakukan ketika kebingungan nyari konsep buku tahunan doi, dan para senior sebelumnya pun begitu.

via cyberspaceandtime.com
Cie lagi foto BTS (Sumber: Istimewa)

Lalu, apa akibatnya kalo dari dulu sampai sekarang tema BTS didapat dengan cara contek-mencontek? Ya hasilnya bakalan gitu-gitu aja. Di bawah ini, adalah tema-tema kelas yang sering muncul karena anak-anak kelas XII-nya udah “mentok” buat nyari yang lain.

Tema yang menghasilkan foto murung

1. Ala-ala tahanan

via istimewa
Yakan. Ada kan. (Sumber: Istimewa)

Fotonya pasti diedit total supaya ada efek berada dalam jeruji. Anak-anak satu kelas juga pada disuruh pake baju samaan, kalo engga seragam sekolah, kaos putih, atau kaos hitam. Sebuah papan ala-ala foto tahanan pasti dibawa dan digilir sebagai properti foto. Plis deh, udah basi banget.

2. Gothic

via Istimewa
Sedap. Kaku amat bos, kayak sepatu baru. Mbak. Lo ngapain bawa kartu mbak? (Sumber: Istimewa)

Gara-gara game, “Nier: Automata” yang mengusung tema gothic lagi booming, pasti ada satu atau dua kelas yang setuju untuk mengikutin seniornya yang foto pake tema itu beberapa tahun lalu. Baju pasti harus hitam. Cowok pake jas dan cewek pake dress. Gayanya pasti dengan muka serius-serius suram dan fotonya diedit biar seolah-olah foto jadul. Pasti gitu deh. Udah kebaca kan.

3. Ala-ala retro

via Istimewa
Mentang-mentang vespa jadul, fotonya juga jadi jadul. (Sumber: Istimewa)

Ngaku aja kalo kamu ngerasa pose angkatan senior ketika difoto tuh norak-norak, tapi bajunya kok vintage-vintage keren gimana gitu. Setelah memperjuangkan ide itu, akhirnya anak-anak sekelas sepakat bikin foto buku tahunan dengan tema retro. Karena influence kamu adalah foto senior, ya gaya yang keluar juga bakal sama noraknya. Atau, mungkin lebih norak.

4. Piknik di taman

via Istimewa
Ini foto piknik yang “text book” banget. Eniwei itu waffle sepatunya jenis apa ya? *Serius nanya (Sumber: Istimewa)

Pose ketika piknik di taman (pasti ada satu kelas yang mikir tema ini. Pasti!) terlihat norak karena klise. Pasti bawa kain yang pada akhirnya akan jadi tatakan. Pasti bawa gitar. Pasti ada yang pake kacamata hitam untuk disangkut ke kepala. Pasti ada yang gayanya pura-pura makan.

5. Anak gaul kekinian

via Istimewa
Mau foto buku tahunan atau sampul band nih? (Sumber: Istimewa)

Fotonya di tempat dengan latar belakang tembok bata, kontainer warna-warni, latar belakang dengan motif kotak-kotak, hingga tempat berpemandangan bagus. Bajunya pake yang casual lengkap dengan sepatu andalan nih. Bawa properti gaul macam kamera, skate, gitar, atau vespa nih. Atau, temanya sok abis color run? Goks. Gaul banget sih.

6. Nightlife

Tema “kehidupan malam” diinterpretasikan jadi dua sama anak-anak SMA yang kebingungan nyari tema foto. Bisa jadi fotonya berubah jadi ala-ala clubbing. Bisa jadi melenceng jauh dengan tema ngasal aja yang penting difotonya malam-malam. Yah. Yaudah terima aja.

7. Kota tua

via Istimewa
Kan, Kota Tua, kan. (Sumber: Istimewa)

Ketika udah mentok banget nyari lokasi pemotretan yang asik, yaudah lah ya Kota Tua aja.

8. Temanya sekolah

via brilio.net
Antara super kreatif atau males nih orang macam ini. (Sumber: Istimewa)

Ada juga sih yang mencoba logika terbalik. Ketika temen-temen berusaha foto tanpa ada identitas sekolah, satu kelas mungkin nyeleneh dengan foto yang ada identitas sekolahnya. Biasanya, dipotretnya pake baju seragam sehabis jam pulang sekolah atau saat weekend. Jangan mikir gampangnya doang dong bosque! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.