Selasa, 27 Oktober 2020
Serius Lo?

8 Fakta Menarik Soal Peluncuran Ulang-Alik Tanpa Awak Ekspedisi ‘Menembus Langit’ 2016

©Genmuda.com/2016 TIMKiri-kanan: Osmar Semesta Susilo perwakilan Museum Rekor Indonesia memberikan piagam kepada Direktur LAPAN Thomas Djamaluddin dan inisiator 'Menembus Langit' Rusdiana Hakim, Jumat (28/10). Piagam diberikan karena proyek ini adalah pertama kalinya Indonesia menerbangkan ulang-alik tanpa awak ke lapisan stratosfer. ©Genmuda.com/2016 TIM

Genmuda – Kegagalan mencapai target ketinggian 30 kilometer sama sekali engga bikin kendornya optimisme semua pihak yang terlibat Ekspedisi ‘Menembus Langit’ 2016, Jumat (28/10). Mereka tetap muter otak dan bertekad ngeluncurin ulang pesawat tanpa awak mereka pada Sabtu, (29/10).

Besok peluncurannya bisa disaksikan live streaming di akun-akum media sosial ‘Menembus Langit.’ Engga disiarin di depan awak media lagi seperti waktu percobaan pertamanya. Ngomong-ngomong, Genmuda.com ikutan hitung mundur peluncuran di pusat komando dan komunikasinya di Jakarta, loh. 

Dari hasil obrolan bareng sama kru peluncuran, ternyata ada sejumlah hal mencengangkan yang ditemui waktu peluncuran pesawat riset ini. Penasaran? Nih Genmuda.com beberkan khusus buat kamu!

1. Kap mesin pesawatnya ditempel pakai solatip

via memecdn.com
(Sumber: memecdn.com)

Video persiapan di layar pusat kendali memperlihatkan salah satu teknisi pesawat tanpa awak itu merapatkan kap mesinnya pakai solatip. Bukan solatip luar angkasa atau khusus, melainkan solatip rumah tangga.

Menanggapi hal itu, inisiator ‘Menembus Langit’ Dian Rusdiana Hakim bilang kalo solatip itu sengaja ditempelkan supaya air dan embun engga menyusup ke mesin lewat celah-celah kap selama peluncuran. Gokil ya pesawat high-tech kayak gini ditempelinnya pakai solatip.

2. Bisa mencapai kecepatan 600 km/h

Pesawat tanpa awak Ai-X1 yang ukurannya 621,14 cm x 1006 cm ini bisa melaju dengan kecepatan hingga 600 km/h loh, gaes. FYI, itu adalah kecepatan minimum supaya pesawatnya bisa terbang dengan lancar di stratosfer. Soalnya, susunan udara di lapisan itu bikin benda yang bergerak lebih lambat dari 600 km/h jadi jatuh.

3. Menunda penerbangan internasional

via travelersunited.org

Peluncuran pesawat riset ini juga bikin seenggaknya ada dua penerbangan internasional tertunda. Azhar T Pangesti yang jadi Direktur Program ‘Menembus Langit’ bilang kalo rute kedua penerbangan itu adalah Indonesia – Australia. “Kalaupun tidak di delay, pesawat dua armada itu perlu memutar karena tidak boleh melintasi langit di sekitar tempat peluncuran,” ujarnya.

4. Bukan anak teknik murni

Ngomong-ngomong soal Azhar, doi tuh sebenernya sama sekali engga mengenyam pendidikan teknik atau penerbangan loh. “Saya ini mengenyam gelar D3 dalam bidang perfilman – sinematografi sebuah universitas swasta,” kata doi. Ilmu tentang penerbangannya justru didapat karena banyak googling.

“Perancang pesawat tanpa awak ini malah drop-out dari kampusnya. Meski begitu, hitung-hitungan rancangannya sangat teliti dan lain dari rancangan yang sudah ada di mana-mana,” kata Azhar.

5. Ada yang dikurangi dari pesawatnya

Pada uji coba penerbangan 27 Agustus lalu, Azhar bilang kalo timnya kelebihan memasang baterai di pesawat listrik itu. “Waktu mendarat, ternyata baterainya masih ada 90%. Supaya tidak boros aset, baterainya kami kurangi sedikit untuk peluncuran 28 Oktober ini,” tutur Azhar.

6. Kuat sampai Semarang

via icmseunnes.com
Lawang Sewu di Semarang, Jawa Tengah. (Sumber: icmseunnes.com)

Daya tahan baterai pesawat ini pun oke punya. Dian Rusdiana Hakim yang jadi penggagas program ini bilang kalo pesawat yang diluncurkan di Garut itu bisa saja terbang ratusan kilometer dan mendarat di Semarang. “Kalau kru yang lain ingin pesawatnya ‘jalan-jalan’ seperti itu ya bisa-bisa saja,” ujarnya.

7. Udah menyiapkan roket

Waktu konferensi pers di akhir peluncuran, Dian Rusdiana Hakim yang jadi penggagas program ini bilang kalo pihaknya berencana meluncurkan pesawat tanpa awak itu lebih tinggi lagi menggunakan roket. “Teknologinya telah kami sediakan, tinggal tunggu keputusan tim yang akan datang,” kata Dian.

8. Dibaca ‘A I Eks Satu

via bestanimations.com

Ya. Pesawat ulang-alik yang diluncurin itu bernama Ai-X1. Dibacanya pakai ejaan Indonesia loh, bukan pakai bahasa Inggris (‘A I Eks Satu’ bukannya ‘E Ai Eks One’). Kenapa? Karena dibuat di Indonesia. FYI, huruf X di nama pesawat itu menandakan pesawatnya sebagai produk ‘eksperimental.’ Jadi, tujuan utamanya adalah riset dan engga akan dikomersialkan.

Seperti itu 8 fakta seru yang perlu kamu ketahui di balik peluncuran pesawat tanpa awak Ai-X1. Kamu masih bisa menyaksikan lagi peluncurannya besok pukul 05.00-11.00 WIB. (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.