Rabu, 28 Oktober 2020

Genmuda – Industri musik internasional lagi-lagi dikejutkan dengan adanya kasus pelanggaran hak cipta nih, Kawan Muda. Kali ini, giliran bintang pop Taylor Swift yang digugat karena diduga telah mencuri lirik untuk lagu ‘Shake It Off’.

Penyanyi R&B AS Jesse Graham mengklaim bahwa Swift telah mencuri kata-kata dari lagu ‘Hater Gone Hate’ yang ditulisnya pada tahun 2013. Selain meminta uang kompensasi sebesar US$ 42 juta, ia pun ingin agar namanya ditambahkan sebagai penulis ‘Shake It Off’.

FYI, Graham mengklaim pula bahwa doi telah memperoleh kepemilikan hak cipta atas frase “haters gone hate” dan “playas gone play“, yang muncul pada bagian hook lagu Swift. Terlepas dari kesamaan lirik tersebut, sama sekali engga ada kesamaan dari segi musik pada lagu Graham dan Swift.

Graham pun meyakini bahwa “tidak mungkin” Swift dapat menulis lirik lagunya secara independen. Ia bahkan telah berbicara mengenai masalah tersebut pada label rekaman Swift, Big Machine, sekitar empat atau lima kali namun selalu mendapat penolakan.

Nah, selain kasus Swift dan Graham, sebelumnya juga sudah banyak loh kasus-kasus hak cipta serupa, Kawan Muda. Berikut ini adalah lima contoh kasus hak cipta musik dari sejumlah musisi ternama lainnya:

 

  1. ‘Blurred Lines’ Robin Thicke dan Pharrell Williams vs. ‘Got to Give It Up’ Marvin Gaye

Setelah melalui proses persidangan dan perseteruan yang cukup panjang, delapan orang juri di Los Angeles, AS akhirnya memutuskan bahwa Robin Thicke dan Pharrell Williams telah meniru single ‘Got to Give It Up’ (1977) milik Marvin Gaye dalam membuat ‘Blurred Lines’ (2013).

Namun demikian, Thicke dan Williams sempat membantah bahwa mereka telah menyalin lagu milik Gaye. Menurut Williams, ia hanya mencoba untuk membangkitkan nuansa musik Gaye, namun tidak bermaksud menyalinnya saat ia membuat ‘Blurred Lines’.

Kasus yang satu ini bisa dibilang menjadi kasus pelanggaran hak cipta musik terbesar di tahun 2015. Thicke dan Williams pun akhirnya diharuskan untuk membayar uang ganti rugi sebesar US$ 7,3 juta kepada anak-anak Gaye, sedangkan T.I. dianggap tidak bersalah dan tidak akan dikenai biaya apapun.

 

  1. ‘Stay with Me’ Sam Smith vs. ‘I Won’t Back Down’ Tom Petty

Kalau kasus ‘Blurred Lines’ vs. ‘Got to Give It Up’ ‘harus diselesaikan di meja hijau, lain halnya dengan kasus ‘Stay with Me’ vs. ‘I Won’t Back Down’. Kasus ini bisa diselesaikan lewat jalan “damai” dan tanpa melalui perseteruan berliku.

Sam Smith setuju untuk memberikan kredit penulisan lagu kepada Petty dan Jeff Lynne atas lagu ‘Stay with Me’ (2014) karena kemiripan yang diduga ada pada single tersebut dan lagu ‘I Won’t Back Down’ (1989) milik Petty. Dengan kata lain, Smith setuju untuk berbagi royalti dengan Petty dan Lynne.

 

  1. ‘Uptown Funk’ Mark Ronson ft. Bruno Mars vs. ‘Oops Up Side Your Head’ The Gap Band

Sama seperti Sam Smith, Mark Ronson juga berhasil menyelesaikan masalah ‘Uptown Funk’ vs. ‘Oops Up Side Your Head’ lewat jalan damai. Ia telah menambahkan tim penulis lagu ‘Oops Up Side Your Head’ (1979) milik The Gap Band ke dalam kredit lagu ‘Uptown Funk’ (2014).

Nama Ronnie, Charles, dan Robert Wilson beserta produser rekaman Lonnie Simmons dan Rudolph Taylor akhirnya turut dicantumkan dalam kredit lagu ‘Uptown Funk’. Langkah tersebut ditempuh Ronson seiring munculnya klaim dari Minder Music atas nama penulis lagu ‘Oops Up Side Your Head’.

Namun demikian, tim penulis lagu ‘Oops Up Side Your Head’ bukanlah satu-satunya pihak yang mengklaim bahwa Ronson dan Bruno Mars telah melakukan plagiarisme. Artis Serbia Snezana Miskovic alias Viktorija juga telah menuduh mereka mencuri “80 persen” single-nya ‘Ulice Mracne Nisu Za Devojke’.

 

  1. ‘Stairway to Heaven’ Led Zeppelin vs. ‘Taurus’ Spirit

Sebagian besar dari Kawan Muda pasti tahu dong lagu legendaris Led Zeppelin ‘Stairway to Heaven’ (1971)? Tapi, kamu tahu engga kan kalau lagu itu ternyata memiliki riff pembuka yang mirip dengan lagu ‘Taurus’ (1968) milik band Spirit?

Pecinta rock mungkin menganggap kasus ini merupakan kasus lama karena kedua lagu telah dirilis lebih dari empat dekade yang lalu. Meski begitu, pada tahun 2014 yang lalu seorang hakim di Pennsylvania ternyata tetap memperbolehkan adanya pengajuan gugatan atas kasus ini.

‘Taurus’ ditulis oleh Randy California, pendiri band Spirit. Ia memang telah meninggal pada tahun 1997, namun ahli warisnya menginginkan kompensasi atas plagiarisme dan kredit penulisan lagu. Mereka pun mengajukan gugatan terhadap personil Led Zeppelin dan penerbit musik band tersebut.

Ini bukan pertama kalinya Led Zeppelin dituduh melakukan plagiarisme. Lagu mereka yang berjudul ‘Dazed and Confused’ juga dianggap mirip dengan lagu ‘Dazed and Confused’ milik penyanyi folk Jake Holmes. Holmes mengajukan gugatan pelanggaran hak cipta terhadap Led Zeppelin pada tahun 2010.

 

  1. ‘Girlfriend’ Avril Lavigne vs. ‘I Wanna Be Your Boyfriend’ The Rubinoos

Saat merilis ‘Girlfriend’ di tahun 2007, Avril Lavigne mungkin engga nyangka kalau band power-pop tahun 70-an The Rubinoos akan menggugatnya. Pendiri The Rubinoos Tommy Dunbar mengklaim bahwa ‘I Wanna Be Your Boyfriend’ (1979) “memiliki kemiripan mencolok” dengan ‘Girlfriend’.

Manajer Lavigne mengatakan kepada Billboard bahwa gugatan tersebut “tidak berdasar. Tidak ada yang sama [di antara kedua lagu itu]”. Sebaliknya, Lavigne pun menyatakan di MySpace bahwa ia “tidak pernah mendengar [‘I Wanna Be Your Boyfriend’]”.

Lavigne dan The Rubinoos akhirnya berhasil mencapai “penyelesaian yang dirahasiakan”.

 

Pada akhirnya, engga bisa diungkiri kalau perbedaan antara “terinspirasi oleh” dan “menyalin” suatu karya musik memang menjadi agak kabur belakangan ini. Sejak gugatan ‘Blurred Lines’ khususnya, banyak pihak langsung bergegas untuk menuntut artis yang mereka yakini telah “menyalin” karya mereka.

So, kita tunggu saja bagaimana kelanjutan kasus ‘Shake It Off’ Taylor Swift, Kawan Muda!

Share and Enjoy !

Comments

comments

Gabrielle Claresta
Eccentric daydreamer