Kamis, 22 Oktober 2020

Genmuda – Kopi kerap jadi minuman pendamping manusia modern. Kemampuannya buat menambah semangat dan menghilangkan ngantuk jadi alasan sejumlah orang meminumnya di pagi hari. Kini, minum kopi dikaitkan dengan budaya populer, kebersamaan, dialog, dan gaya hidup yang engga bisa lepas dari anak muda.

Namun, terlalu banyak minum kopi juga bisa bikin ketagihan dan semacam ketergantungan, gaes. Pakar Kesehatan Masyarakat Harvard School of Public Health, Walter C Willet bilang, “Kopi mengandung banyak senyawa biologis aktif yang punya fungsi seperti obat keras.”

Kalau kata Mark Hyman, penulis Huffington Post Healthy Living sekaligus dokter, “Kopi bisa memicu rusaknya keseimbangan gula darah.”

Info itu mungkin udah dipahami sebagian orang yang mutusin berhenti ngopi. Tapi, perlu usaha ekstra buat berhenti ngopi sepenuhnya. Kalo kata Mark Hyman, “Efek berhenti ngopi bisa mirip dengan efek berhenti menggunakan narkoba.” Begini efek yang ditimbulkannya.

1. Sulit BAB

kopi

Kafein dalam kopi dapat merangsang gerak usus. Kalo kelamaan minum kopi, usus seolah terbiasa nunggu rangsangan kafein buat bekerja normal. Begitu berhenti mengonsumsi kafein, rangsangan gerak usus akan hilang dan cenderung membuat sulit buang air besar selama beberapa hari. Tapi ini hal yang wajar ya.

2. Mudah marah

Pada dasarnya, kafein bisa membangkitkan mood seseorang. Karena, adrenalin dalam darah bakal bertambah lalu meningkatkan kewaspadaan. Sebaliknya saat kamu berhenti minum kopi, otomatis hormon adrenalin kamu sedikit berkurang dan buat kamu cepat marah.

3. Brain Fog

kopi

Brain Fog adalah perilaku cepat lupa dan gagal fokus. Kalau bahasa Indonesianya mungkin lemot kali ya. Karena otak sudah terbiasa dengan stimulus kopi, maka otak jadi sulit bekerja normal ketika asupan kopinya dihentikan. Meski begitu, efek ini hanya terasa beberapa hari aja kok.

4. Kram otot

Kopi juga sering digunain olahragawan buat merangsang kerja otot. Peningkatan hormon adrenalin setelah ngopi bikin tubuh lebih siap bekerja otot. Ketika berolahraga tubuh kamu engga gampang capek karena bantuan zat-zat di dalam kopi. Begitu berhenti ngopi, otot bakal kehilangan ‘zat penopangnya’ dan kembali bekerja normal. Tentu aja otot bakal terasa pegal atau kram sampai semua zat-zat kopinya hilang.

5. Gampang mengantuk

Meski sudah cukup tidur, rasa kantuk bakal menyerang terus menerus begitu berhenti ngopi. Ini terjadi karena tubuh udah menyesuaikan diri dengan keberadaan kafein dan senyawa lain dalam kopi. Jangan kalah sama efek ini ya, karena semakin banyak ngopi, bakal semakin sulit ngilangin efeknya.

Setelah rata-rata 7-10 hari, semua efek kopi bakal hilang dan semua organ kembali bekerja normal. Tapi, kalo udah keseringan ngopi, waktu yang dibutuhin bakal lebih lama lagi dari itu. Selain itu, gigi bakal jadi lebih putih karena engga ada lagi kopi yang merusaknya.

Supaya engga ketagihan lagi, hindari kopi sebisa mungkin sob. Kalo ngantuk, sempatkan diri buat tidur teratur. Pas mulut mulai terasa asem-asem engga jelas pengen ngopi, banyakin aja minum air putih. Justru itu lebih sehat, kan? Selamat mencoba! (sds)

Share and Enjoy !

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.