Senin, 10 Desember 2018

Genmuda – Tahun 1987 menjadi salah satu catatan sejarah kelam buat negara Korea Selatan. Seorang mahasiswa pro-demokrasi, Park Jong Chul, tewas setelah diinterogasi oleh polisi anti-komunis. Kematiannya menjadi tanda tanya, sekaligus mendorong sebuah proses demokrasi di Korsel.

Setiap pihak ikut terlibat dalam kejadian penting tersebut, mulai dari pihak pemerintah, kepolisian, kejaksaan, mahasiswa, wartawan, pemuka agama, hingga masyarakat sipil. Tapi, apa aja ya yang bikin film “1987: When the Day Comes” ini menarik dan harus kamu tonton? Berikut Genmuda.com rangkumin 5 alasannya.

1. Film Sejarah yang detil dan jujur

via: IMDB
(Sumber: IMDB)

Film “1987: When the Day Comes” terinspirasi dari kisah nyata mahasiswa bernama Park Jong Chul (Jin-gu Yeo) yang terbunuh saat diinterogasi dan pihak pemerintah lewat lembaga anti-teroris berusaha menutupi kasus tersebut. Upaya tersebut ditentang oleh seorang jaksa, Choi Hwan (Jung Woo Ha), yang menolak menandatangani surat kematian dan rencana kremasi Park tanpa adanya otopsi.

Tanpa disengaja polemik pemerintah dengan pihak mahkamah agung atas kematian Chul diketahui oleh seorang wartawan. Dengan cepat informasi itu menyebar sehingga menimbulkan banyak polemik sekaligus desakan publik untuk membuka penyebab kematian Park. Di satu sisi pemerintah Korsel yang menentang keras paham komunis saat itu, mencari orang-orang pro-demokrasi yang diduga bekerja sebagai mata-mata pemerintah Korea Utara.

Konflik politik dalam film digambarkan secara detail dan jujur oleh Joon Hwan Jang sebagai sutradara. Dalam segi kualitas cerita dan cara penyampaian pesannya film “1987” bener-bener punya kualitas. Sampai pada credit filmnya, kamu akhirnya bisa mengetahui jika film ini sangat jujur dan ‘niat’ untuk merekonstruksi kejadian sejarah.

2. Bertabur pemain bintang

via: Movie Beat
(Sumber: Movie Beat)

Pecinta K-Drama mungkin udah gak asing lagi sama nama-nama aktor ngetop Korsel seperti, Kim Yoon Seok, Jung Woo Ha, Yoo Hai Jin, Park Hee Soon, dan Lee Hee Jun. Yup, para aktor senior itu saling beradu akting lewat tokoh-tokoh sentral di film ini. Selain itu, film ini juga menjadi ajang reuni Kim Yoon Seok dan Yoe Jin Goo dengan sutradara Jang Joon Hwan yang pertah terlibat di film “Hwayi: A Monster Boy” (2013).

Satu yang paling menarik, gak ada oppa yang cuma jualan tampang, semuanya murni ngeluarin akting yang siap bikin penonton kagum. Kalo pun ada aktris yang jadi pemanis paling cuma penampilan dari Tae Ri Kim. Dan harus digarisbawahi kalo filmnya menarik buat kamu ikutin meski kamu gak suka-suka banget film Korea.

3. Kejadiannya mirip kayak Reformasi di Indonesia

via: Reuter
Salah satu dokumentasi korban yang juga diangkat dalam film “1987: When the Day Comes” (Sumber: Reuter)

Saat kamu nonton film ini secara gak langsung kamu mungkin bakal familiar sama kejadian Reformasi tahun 1998. Ribuan mahasiswa dan masyarakat turun ke jalan menuntut suatu perubahan. Pesan filmnya kurang lebih sama, mereka sama-sama menuntut perubahan, meski ada nyawa tak berdosa yang menjadi taruhannya. Untuk segi ceritanya, film “1987” cukup berani membongkar bobroknya pemerintahan Korsel saat itu.

4. Punya review positif

via: Hancinema
(Sumber: Hancinema)

Sebagai mana yang udah Genmuda.com sebelumnya, film yang baru dirilis di Indonesia pada 17 Januari 2018 ini punya review positif dari sejumlah penonton dan kritikus film. Dilansir dari IMBD per tanggal 21 Januari 2018, “1987” berhasil mendapatkan nilai 8.3/10 dari total 221 ulasan. Sedangkan untuk situs Asianwiki memberikan nilai 93/100 dari 12 ulasan yang masuk.

5. Film genre drama politik Korea Selatan paling laris

via: IMDB
(Sumber: IMDB)

Sejalan dengan reviewnya, untung yang didapetin juga cukup gede. Sejak dirilis dari tanggal 27 Desember 2017 di Korea Selatan, film yang didistribusikan oleh CJ Entertaiment ini udah ditonton 5,7 juta penonton dan sekarang kokoh di box office Korsel dengan pendapatan domestik lebih dari 43 juta dolar AS. Kalo ngelihat trennya, gak menutup kemungkinan jika keuntungannya bakal terus bertambah.

Nah, gitu deh alasan kenapa film ini layak banget kamu tonton. Kalo penasaran intip dulu aja trailernya di bawah ini, siapa tau bisa lebih ngeyakinin kamu sebelum pergi ke bioskop.

Comments

comments

Saliki Dwi Saputra
Penulis dan tukang gambar.