Selasa, 23 Oktober 2018

Genmuda – Setelah hampir 3 tahun berjalan, udah banyak banget hal positif yang berhasil digarap sama pemerintahan Pak Jokowi. Baik dari mulai sektor ekonomi, infrastruktur, sampe lingkungan hidup.

Untuk poin yang terakhir senggaknya KLHK yang merupakan gabungan dari dua kementerian (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kementerian Kehutanan), udah nunjukin berbagai gebrakan buat mewujudkan Nawacita seperti kata Pak Jokowi.

Dari sekian banyak gebrakan tersebut, empat hal hebat ini wajib banget buat Kawan Muda tau. Ada apa aja? Yuk, langsung disimak sampe selesai!

Penurunan bencana kebakaran hutan dan asap

via: giphy

Harus diakui kalo bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tidak lepas dari gak adanya kemarau panjang dalam dua tahun terakhir. Namun demikian penurunan titik api per 31 Desember 2017 bisa dikatakan menurun drastis. Dari data satelit satelit NOAA18, jumlah titik api berhasil turun drastis dari 21.929 di tahun 2015, menjadi hanya 2.581 di tahun. Sedangkan dari satelit TERRA/AQUA (NASA) di periode yang sama, dari 70.971 titik panas di tahun 2015, menjadi hanya 2.440 di tahun 2017.

Wajar kalo pada akhirnya negara tetangga gak ngomel kalo ada ‘ekspor asap’ ke negara mereka. Dan pencapaian positif dari dua dekate terakhir ini gak lepas dari sejumlah kebijakan yang melindungi lahan gambut, moratorium izin, hingga penegakan hukum yang tanpa ampun juga menyasar korporasi nakal. Walau gak langsung bener-bener hilang, tapi hasil tersebut jelas menjadi pencapaian yang patut diapresiasi karena kita juga bisa ngerasain lingkungan sehat.

Penegakan hukum lingkungan

via: Tumblr

Suka atau enggak, pelaku kerusakan lingkungan biasanya cuma ngedapetin hukuman (yang terbilang) ringan kalo dibandingin sama kerugian yang udah mereka buat. Tapi nih, secara terang-terang data KLHK menunjukan bahwa selama tahun 2015-2017 udah dilakukan 1.444 pengawasan izin lingkungan. Pada periode itu juga dikeluarin 353 sanksi administratif. Meliputi tiga sanksi pencabutan izin, 21 sanksi pembekuan izin, 191 sanksi paksaan pemerintantah, 23 sanksi teguran tertulis, dan 115 sanksi berupa surat peringatan.

Ganti kerugian dari putusan inkracht untuk pemulihan lingkungan (perdata), mencapai Rp.17,82 triliun. Sedangkan pengganti kerugian lingkungan di luar pengadilan (PNBP) senilai Rp.36,59 miliar. JSYK, itu semua belum termasuk sama beberapa kasus yang dimenangkan KLHK menjelang tutup tahun, dan menjadi angka terbesar dalam sejarah penegakan hukum lingkungan hidup di Indonesia.

Kasih akses pada masyarakat buat pengelolahan hutan

©Genmuda.com/2016

Sama dengan nilai Pancasila dan UUD 1945 untuk mengembalikan kedaulatan secara nyata, KLHK di era Ibu Siti Nurbaya juga terus menggesa pemberian akses legal pada rakyat buat mengelola kawasan hutan, melalui program Perhutanan Sosial. Terhitung mulai 18 Desember 2017, akses legal lahannya yang sudah terealisasi mencapai 1,33 juta ha dari target 4,38 juta ha hingga 2019.

Sejauh ini pemerintahan Jokowi udah mengalokasikan kawasan hutan seluas 12,7 juta hektar (10% dari luas kawasan hutan Indonesia) untuk masyarakat melalui program perhutanan sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa, Hutan Adat, Hutan Tanaman Rakyat dan Hutan Kemitraan. Selain itu tercatat investasi sektor kehutanan dalam negeri naik dari Rp.74,3 T di 2015, menjadi Rp.148,8 T di 2017.

Bikin kamu mau piknik ke daerah Taman Wisata Alam/Nasional

via: Genmuda.com/2016 Liki

Sadar atau enggak, dengan datengnya kamu piknik ke kawasan Taman Nasional dan Taman Wisata Alam (TWA) ikut mengapresiasi kerja dan tanggung jawab dari KLHK. Dari rilis yang Genmuda.com terima nih, jumlah kunjungan wisatawan mencapai 7.273.104 orang dalam tiga tahun terakhir. Selain itu, jumlah serapan tenaga kerja bidang kehutanan, meningkat dari 472.000 (2015) menjadi 539.000 (2017).

Yang gak kalah penting lagi, buat melindungi kita sebagai rakyat Indonesia, juga telah dilakukan ratifikasi Konvensi Minamata tentang Merkuri melalui UU 11/2017. Ini melengkapi capaian tahun 2016, dimana telah dilakukan ratifikasi Pengendalian Perubahan Iklim melalui UU 16/2016. Sepanjang tahun 2017, KLHK juga berhasil meningkatkan kelahiran satwa dilindungi. Tercatat ada kelahiran Gajah Sumatera 6 ekor, Badak Jawa 4 ekor, Orangutan 2 ekor, Komodo 20 ekor, Harimau Sumatera 9 ekor, Banteng Jawa 2 ekor, Anoa 2 ekor, dan Elang Jawa 1 ekor.

Apresiasi untuk kerja Menteri LHK Siti Nurbaya, sebelumnya disampaikan oleh mantan Menteri Lingkungan Hidup, Sarwono Kusumaatmadja. ”Saya melihat banyak sekali perubahan yang dilakukan Menteri Siti Nurbaya. Saya tahu sekali, dia bekerja keras siang dan malam nyaris tanpa henti. Kebijakan-kebijakannya saya nilai berani,” pungkasnya. (sds)

Comments

comments