Jum'at, 14 Desember 2018

Genmuda – Ada banyak cara terbaik jawab pertanyaan wawancara kerja. Selain dengan beri jawaban bagus dan pinter, bisa juga dengan yakinin perekrut bahwa orang di depannya adalah pilihan tepat.

Menggunakan trik-trik psikologi adalah caranya. Jadi, lain dari cara para pedagang yakinin calon pembeli supaya banyak belanja atau cara Dilan yakinin Milea supaya mau jadi pacarnya.

Berbagai triknya bisa dilakuin tanpa harus belajar psikologi atau berpengalaman mengurus soal kejiwaan manusia, kok. Meski belum pernah nyentuh bidang itu, semua orang bisa lakuin triknya dengan cara ini.

1. Berpakaian sesuai style kantor

via gfycat.com

Kantor yang business oriented macam bank, export-import, atau pabrik pasti utamain nilai profesionalisme. Jadi, pakailah outfit semi-formal, selayaknya gaya para pegawai di kantor tersebut.

Sebaliknya, kantor yang creative oriented macam media anak muda, agensi iklan, atau rumah produksi pasti utamain keluwesan dan kreativitas. Jadi, pakaian wawancara kerjanya bisa lebih “nyentrik.”

2. Tonjolin warna sesuai semangat kantor

Coba cari tau dulu soal identitas kantor yang ngundang wawancara. Tiap perusahaan biasanya cantumin nilai-nilai kerja/perusahaannya di internet. Jadi, gak ada salahnya kepoin website dan medsos kantor itu.

Setelah itu, samain pilihan warna pakaian wawancara kerja kamu dengan semangat kantor tersebut. Misalnya:

  • Kuning: kehangatan, kejelasan, dan optimisme
  • Orange: Ramah, percaya diri, dan muda
  • Merah: Tegas, bersemangat, dan bergairah
  • Pink: Bijak, kreatif, dan imajinatif
  • Biru: Ketegasan, kepercayaan, dan amanah
  • Hijau: Kedamaian, kesehatan, dan pertumbuhan
  • Abu-abu: Netral, seimbang, dan tenang
  • Aneka warna: Kebhinnekaan

3. Samain pembawaan dengan pewawancara

via buzzfeed.com

Apabila pewawancara suka bikin plesetan atau tebak-tebakan, ikutin pembawaan jenaka dia dengan cara kamu sendiri. Kalo dia tegas, tunjukin ketegasan kamu di hadapannya.

Makin mirip dengan perekrut, makin besar kemungkinan dia nyaman berkomunikasi sama kamu dan akhirnya menerima kamu sebagai karyawan kantornya.

4. Omong hal yang dia mau denger

Beda usia, beda juga cita-cita dan aspirasinya. Berarti, beda juga kriteria karyawannya. Secara umum, begini cara jawab pertanyaan wawancara menurut usia bosnya.

  • 20-30 tahun: Tunjukin kemampuan multitasking kamu dan kasih contoh kerjaan atau project kamu dengan bentuk visual.
  • 30-50 tahun: Si bos ini seumuran sama orangtua kamu. Mereka pasti pengen karyawan yang jago seimbangin kehidupan pribadi-profesional supaya kerjaan rampung tanpa banyak gangguan.
  • 50-70 tahun: Bagi orang generasi ini, hal terpenting adalah kerja keras. Cuma itu
  • 70-90 tahun: Si bos usia ini pastilah dipandang tinggi banget dan dia hidup di masa ketika kesetiaan atau loyalitas adalah hal paling utama. Jadi, tunjukin itu pada tiap jawaban wawancara kamu.

5. Jadi team person

via giphy.com

Apa itu team-person? Itu adalah istilah untuk menyebut seseoran yang mampu berkompetisi secara sehat dan bekerjasama tim pada saat bersamaan. Maksudnya, orang yang mampu beradaptasi dan peroleh nilai bagus dengan usaha jujur tanpa jatuhin orang lain.

Ada baiknya tonjolin nilai tersebut tiap jawab pertanyaan. Ngejawab berdasarkan pengalaman mengelola berbagai kegiatan kampus atau melewati perkuliahan juga bisa. Asal, jangan sampai berbohong.

6. Timing is everything

Saat perekrut cuma nawarin satu jadwal wawancara kerja, ambil jadwal itu. Apabila dia ngasih kebebasan milih jadwal wawancara, coba pilih yang jam 10.00. Biar apa? Biar pewawancaranya punya waktu santai dan jernihin pikiran dari masuk kantor jam 08.00 sampe waktu wawancara.

Kenapa gak ambil jadwal setelah makan siang? Karena, semua orang pasti ngantuk dan hilang konsentrasinya setelah makan siang. Terus, usahain cari jadwalnya antara Selasa, Rabu, atau Kamis. Soalnya, semua orang pasti susah fokus tiap Senin dan Jumat.

7. Jangan terlalu promosiin diri sendiri

via tenor.com

Seperti yang dibilang awal, teknik meyakinkan calon perekrut beda dari tekniknya para pedagang. Jadi, stop jejelin telinga pewawancara dengan informasi (yang belum tentu tepat) bahwa kamu kandidat terbaik.

Biarin mereka menilai itu sendiri. Tugas kamu saat itu hanyalah menjawabnya dengan trik psikologis.

8. Percaya diri

Yakin, lah. Gak ada perekrut, supervisor, manajer, atau pemilik perusahaan yang rela merekrut orang pemalu. Soalnya, tiap bisnis pasti butuh komunikasi dua arah antara satu pihak dengan pihak lain.

Bukan berarti kamu yang introvert harus jadi extrovert loh, ya. Melainkan, percaya diri untuk berbicara dan bertindak apapun yang harus dilakuin, mulai dari jawab pertanyaan wawancara, bikin presentasi, hingga cari klien baru.

9. Atur kontak mata

via metro.co.uk

Kontak mata yang intens di awal dan akhir wawancara adalah hal penting buat tegasin keberadaan kamu di ruangan itu. Namun demikian, kontak mata kadang perlu dilepas juga saat wawancara berlangsung biar si pewawancara gak merasa diintimidasi.

10. Jangan kebanyakan senyum

Sama kayak kontak mata, senyum di awal dan di akhir wawancara itu penting buat tonjolin keramahan kamu. Tapi, jangan keseringan karena kamu bisa dinilai anak cengengesan. Lebih gawatnya, para pewawawancara melihat itu cuma senyum palsu.

BONUS: Jujur saat ceritain kelemahan kamu

via popkey.co

Ketika ditanya soal kelemahan kamu, jawablah dengan jujur.

Pewawancara: “Apa kelemahan terbesar kamu?”

Kamu: “Sejujurnya, saya engga serapih dan seorganisir yang saya inginkan. Makanya, sampai sekarang berusaha untuk meningkatkan hal itu.”

Setelah itu, saatnya kamu berdoa bahwa trik di atas membuahkan hasil terbaik, kamu ditelepon kantornya lagi minggu depan, dan boleh bekerja di situ sesegera mungkin. Semangat, yes! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.