Minggu, 16 Desember 2018

Genmuda – Hidup di kosan kadang menyenangkan tapi lebih banyak menyebalkannya. Selain ribetnya mengelola keuangan serta sulitnya nyari sinyal internet, sempitnya ruang gerak di kosan juga jadi kendala tersendiri.

Rasain aja sendiri. Penghuni kosan veteran pasti paham banget kadang suka ribet sendiri saat harus beresin kosan atau saat kedatangan temen. Jangankan gerak, napas aja susah. Makanya, ruang sempit jangan makin dipenuhi barang gak penting lagi.

Solusinya cuma nyingkirin barang-barang itu. Tapi, barang yang mana yang harus disingkirin? Tentu saja barang gak penting. Biar Kawan Muda gak pusing nentuin prioritasnya, di bawah ini adalah beberapa contoh barang yang perlu kamu singkirin biar kosan makin lega.

1. Baju gak terpakai

(Sumber: Istimewa)

Daripada ngumpulin baju empat tahun lalu yang kini cuma jadi penghuni permanen di dalam lemari, mending bajunya disumbangin ke anak-anak jalanan yang butuhin. Langsung dijual juga bisa.

2. Buku

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Sepenting apapun bukunya, anak kosan bukanlah makhluk yang memiliki keleluasaan nyimpen banyak buku di kamar kos. Jadi, lebih baik digitalisasi buku itu buat disimpan di laptop, ponsel, atau cloud. Zaman udah canggih, gengs. Jangan kayak orang susah, deh.

3. Modul dan print-out makalah lama

©Genmuda.com/2017 TIM
©Genmuda.com/2017 TIM

Modul kuliah dan print-out makalah sama kayak buku. Pentingnya luar biasa, tapi gak punya banyak ruang di kosan. Jadi, digitalisasi juga dokumen-dokumen itu. Misalnya kamu tega, buang aja toh udah gak terpakai.

4. Alat musik dan alat olahraga

via buzzfeed.com
Michael and Carissa duet bernama Us the Duo yang pacaran dan akhirnya menikah setelah dipertemukan musik. (Sumber: buzzfeed.com)

Kecuali kamu emang gak bisa hidup tanpa keduanya, mending alat musik dan peralatan olahraga disingkirin aja, deh. Entah itu kamu titipin ke ruang himpunan mahasiswa, ruang klub mahasiswa, atau kamu simpen aja di rumah.

5. Tas-tas kamu

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Tas paling kecil masukin ke tas lebih besar, terus masukin lagi ke tas lebih besarnya. Begitu terus sampe di kosan cuma tersisa tas yang biasa kamu pakai dan satu tas berisi koleksi tas lainnya.

6. Alat-alat dapur

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Pertanyaan penting. Emangnya kamu punya cukup waktu, niat, dan tenaga buat masak di kosan? Paling-paling, sebagian besar perkakas dapur cuma jadi pajangan doang di rak dekat wastafel. Jadi, bawa pulang barang-barang yang gak penting daripada di kosan cuma jadi sarang kecoak.

7. Serpihan masa lalu

©Genmuda.com/2016 TIM
©Genmuda.com/2016 TIM

Ngapain juga, sih, masih nyimpen segala jenis frame, surat, dan pernak-pernik dari mantan? Mantan is Mantan. Itu letaknya di masa lalu. Bukan di masa sekarang atau masa depan. Kamar kosan kamu sepatutnya diisi barang lebih bermanfaat dari sekadar sisa-sisa kehidupan yang belum bisa diikhlaskan.

8. Dekorasi ribet

via Istimewa
(Sumber: Istimewa)

Gini logikanya. Kamu tuh tinggal di kosan gak lama. Empat tahun berjalan begitu cepat gak terasa, loh. Selain itu, pasti kamu lebih banyak habisin waktu berkegiatan di kampus dan tempat nongkrong daripada di kosan, kan? Jadi, buat apa pasang kelambu, meja-meja lucu, dan kursi yang mubazir tempat?

9. Perabot gak layak

via garammanis.wordpress.com
(Sumber: garammanis.wordpress.com)

Kursi plastik dan lemari ekstra yang gak berguna lagi mending dibuang, dijual ke tukang loak, atau kamu sumbangin ke anak jurusan seni rupa karena siapa tau bisa diolah jadi barang bernilai artistik tinggi yang lebih bermanfaat.

10. Segala jenis piala

via Tribun News
(Sumber: Tribun News)

Piala penghargaan lebih baik ditaro di rumah. Kalo hilang di kosan kan nyeseknya luar biasa. Lagipula, kosan itu sebaiknya diisi barang-barang essential, alias barang penunjang kegiatan mahasiswa. Kecuali, kamar kosan kamu lega sehingga kamu punya banyak pilihan.

Jadi, ini tahun keberapa kamu ngekos? Masuk tahun kedua? Tahun ketiga? Atau udah termasuk penghuni kos veteran? Yah, tahun keberapapun itu, semoga tulisan ini bermanfaat. Semangat! (sds)

Comments

comments

Charisma Rahmat Pamungkas
Penulis ala-ala, jurnalis muda, sekaligus content writer yang mengubah segelas susu cokelat hangat menjadi artikel.